Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Ekspor

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 22 Mei 2026 22:10 WIB 6
Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Ekspor

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu naik kelas, berdaya saing, dan menembus pasar global. Momentum Hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Nasional dimanfaatkan perusahaan energi pelat merah itu untuk menyoroti kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional. Dukungan tersebut dijalankan melalui pembinaan berkelanjutan, akses permodalan, dan penguatan kapasitas usaha.

Saat ini, lebih dari 30.000 UMKM telah menjadi Mitra Binaan Pertamina dan tersebar di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, pertanian, hingga industri kreatif. Sejak awal 2025, sebanyak 2.500 UMKM binaan tercatat mengalami kenaikan omzet rata-rata 35 persen per tahun, sekaligus menciptakan lebih dari 5.200 lapangan kerja baru. Sejumlah pelaku usaha juga berhasil menembus pasar ekspor ke tujuh negara.

UMKM Pertamina dan Ekspor

Pendampingan yang diberikan Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus pada modal usaha, tetapi juga pada peningkatan kualitas bisnis secara menyeluruh. Program tersebut mencakup pelatihan digital marketing, pengembangan produk, sertifikasi, hingga fasilitasi pameran berskala nasional dan internasional. Dengan pendekatan itu, pelaku UMKM diharapkan lebih siap menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.

Langkah ini menjadi penting karena banyak UMKM membutuhkan dukungan pada tahap penguatan kapasitas, bukan sekadar suntikan dana. Di tengah perubahan perilaku konsumen dan percepatan digitalisasi, kemampuan membaca pasar menjadi faktor penentu keberlanjutan usaha. Pertamina Patra Niaga menempatkan aspek tersebut sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.

Ruang ekspor yang berhasil dibuka oleh UMKM binaan menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang besar di pasar internasional. Malaysia, Singapura, Jepang, Belanda, Papua Nugini, Jerman, dan Australia menjadi negara tujuan ekspor yang telah ditembus. Capaian itu memperlihatkan bahwa kualitas produk UMKM Indonesia semakin mampu bersaing di luar negeri.

Selain membuka pasar baru, ekspor juga memberi dampak berantai terhadap ekonomi daerah. Pelaku usaha yang tumbuh akan membutuhkan bahan baku, tenaga kerja, dan jaringan distribusi yang lebih luas. Kondisi tersebut mendorong ekosistem usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Sasagu Jadi Kisah Sukses

Salah satu kisah sukses datang dari Papua melalui Sasagu, produk pangan lokal berbasis sagu yang dikembangkan dengan konsep sehat, praktis, dan bernilai ekonomi. Produk ini tidak hanya dipasarkan sebagai makanan, tetapi juga sebagai upaya memberdayakan petani lokal. Kehadiran Sasagu membuka lapangan kerja dan memperkuat rantai nilai komoditas daerah.

Founder dan Owner Sasagu, Herlinda, menyebut produk yang dibangun bersama masyarakat itu bukan sekadar bisnis, melainkan gerakan untuk membawa sagu Papua dikenal lebih luas. Ia menegaskan bahwa Sasagu dirancang agar bisa dinikmati kapan pun, oleh siapa pun, dan di mana pun. Melalui UMK Akademi Pertamina, pihaknya ingin memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jaringan usaha.

Perjalanan Sasagu juga menunjukkan bahwa produk berbasis kearifan lokal dapat masuk ke pasar yang lebih besar jika didukung pembinaan yang tepat. Dari Papua, produk tersebut telah menembus Papua Nugini, Jerman, dan Jepang. Capaian itu menjadi bukti bahwa UMKM daerah memiliki potensi besar untuk naik kelas.

Keberhasilan tersebut sekaligus memberi inspirasi bagi UMKM lain yang masih berada pada tahap awal pengembangan. Dengan pendampingan yang konsisten, produk lokal dapat ditingkatkan kualitasnya agar memenuhi standar pasar modern. Di titik ini, peran mentor, akses jaringan, dan pelatihan menjadi sangat menentukan.

Komitmen Pertamina Patra Niaga

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional sekaligus wujud nyata kemandirian masyarakat. Menurut dia, keberadaan UMKM tidak hanya penting dari sisi jumlah usaha, tetapi juga dari kemampuan mereka menjaga perputaran ekonomi di tingkat akar rumput. Karena itu, perusahaan berkomitmen untuk terus hadir mendampingi pelaku usaha binaan.

Ia menambahkan bahwa dukungan Pertamina Patra Niaga tidak berhenti pada bantuan modal. Perusahaan juga membangun ekosistem yang membuat UMKM lebih tangguh dan berdaya saing di era digital. Pendekatan tersebut dinilai relevan karena tantangan usaha saat ini menuntut adaptasi yang cepat dan strategi yang tepat.

Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai program pembinaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha di tiap daerah. UMKM binaan diberikan ruang untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jejaring, dan memperkuat kelembagaan usaha. Dengan begitu, pertumbuhan yang terjadi tidak hanya bersifat sesaat, tetapi juga berkelanjutan.

Pertamina Patra Niaga berharap seluruh inisiatif tersebut dapat memperkuat kapasitas UMKM dan mendorong kontribusi ekonomi daerah. Di saat yang sama, produk lokal diharapkan semakin percaya diri bersaing di pasar internasional. Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan usaha rakyat tetap inklusif.

Festival UMKM Perluas Jangkauan

Dalam rangka Hari UMKM Nasional tahun ini, Pertamina Patra Niaga juga menggelar Festival UMKM Binaan di lima kota, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Kegiatan ini menjadi sarana promosi bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan mereka ke pasar yang lebih luas. Ajang tersebut juga membuka peluang transaksi langsung dengan konsumen.

Festival ini tidak hanya berfungsi sebagai etalase produk, tetapi juga sebagai ruang bertemunya pelaku UMKM dengan berbagai pemangku kepentingan. Melalui interaksi tersebut, pelaku usaha dapat memperluas jaringan, mencari mitra, dan menjajaki kolaborasi lintas sektor. Pola ini dinilai efektif untuk memperkuat daya tahan usaha di tengah persaingan yang semakin dinamis.

Kehadiran festival di berbagai kota juga memperlihatkan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjangkau UMKM secara lebih merata. Pelaku usaha di daerah mendapat kesempatan yang sama untuk tampil dan dikenal oleh pasar yang lebih besar. Langkah ini sekaligus mempertegas pentingnya pemerataan akses pembinaan bagi UMKM.

Dengan rangkaian program tersebut, Pertamina Patra Niaga berharap UMKM binaan mampu melangkah lebih jauh dan memberi dampak lebih besar bagi ekonomi nasional. Dukungan berkelanjutan diyakini dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang mandiri, inovatif, dan kompetitif. Pada akhirnya, produk lokal Indonesia diharapkan semakin kuat di pasar domestik maupun internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!