Pertamina Catat Transaksi UMKM Tembus Rp1,2 Miliar di Inacraft

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 01 Juni 2026 15:00 WIB 2
Pertamina Catat Transaksi UMKM Tembus Rp1,2 Miliar di Inacraft

Hari pertama pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft Oktober 2025, langsung menjadi berkah bagi 32 UMKM binaan Pertamina. Dalam satu hari, total transaksi penjualan yang dibukukan menembus lebih dari Rp1,2 miliar di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 1-5 Oktober 2025.

Ajang ini menjadi ruang penting bagi pelaku usaha untuk bertemu pembeli ritel, memperluas jaringan, sekaligus membuka peluang pasar mancanegara. Sejumlah UMKM binaan bahkan mencatat pesanan besar dari perusahaan hingga kementerian sejak hari pertama pameran.

Transaksi UMKM Pertamina

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan capaian itu mencerminkan kesiapan para UMKM binaan dalam menghadapi pameran berskala internasional. Menurut dia, sebelum tampil di Inacraft, peserta telah melalui kurasi, seleksi, dan pelatihan intensif.

Persiapan yang diberikan mencakup coaching clinic tentang branding, packaging, dan storytelling, hingga pengaturan display booth yang lebih menarik. Langkah tersebut dirancang agar produk UMKM tampil lebih kompetitif di hadapan calon pembeli.

Fadjar menegaskan, hasil transaksi hari pertama menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan tidak berhenti pada pendampingan administratif. Kesiapan produk dan strategi promosi menjadi faktor penting yang mendorong penjualan sejak pembukaan acara.

Kainnesia Raih Pesanan Besar

Salah satu pencapaian terbesar datang dari Kainnesia milik Nur Salam asal Umbulharjo, Yogyakarta. Baru sehari pameran dibuka, usaha ini langsung mengantongi pesanan seragam dan souvenir senilai lebih dari Rp300 juta.

Pesanan tersebut datang dari perusahaan pelayaran dan sejumlah kementerian yang melihat potensi produk Kainnesia. Capaian itu menunjukkan bahwa produk lokal mampu bersaing dalam kebutuhan korporasi dan institusi pemerintah.

Keberhasilan Kainnesia turut menegaskan pentingnya pameran sebagai pintu masuk untuk transaksi bernilai tinggi. Bagi pelaku UMKM, kesempatan seperti ini bukan hanya soal penjualan, tetapi juga penguatan reputasi usaha.

Batik Sawit Jadi Sorotan

Selain Kainnesia, Smart Batik Indonesia milik Miftahudin Nur Insan dari Yogyakarta juga mencatat performa impresif. UMKM ini membawa kain batik, fesyen batik, hingga payung batik ramah lingkungan berbahan Batik Sawit.

Produk unggulan tersebut sebelumnya telah diperkenalkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Bahkan, sejumlah produk pernah digunakan menteri dan artis nasional dalam ajang Anugerah Komedi Indonesia 2025.

Pada hari pertama Inacraft, Smart Batik membukukan transaksi lebih dari Rp125 juta dari penjualan Kain Batik Sawit dan Payung Batik. Miftahudin menilai ajang ini membuka peluang jejaring baru dengan buyer domestik maupun internasional.

Strategi Pemberdayaan Pertamina

Dalam pameran ini, 32 UMKM binaan Pertamina tersebar di sejumlah area sesuai jenis produknya. Sebanyak 18 UMKM wastra, kriya, fesyen, dan aksesori tampil di Lobby Hall A, sementara 6 UMKM makanan dan minuman berada di Talam Hall B.

Selain itu, terdapat 7 UMKM co-branding yang membeli booth mandiri di area pameran. Pertamina juga mengusung konsep booth Youthpreneur: Craft, Culture, Future untuk memperkuat daya tarik pengunjung.

Konsep tersebut dilengkapi display produk, penjualan, business matching dengan buyer, dan aktivasi digital seperti lucky dip serta mobcast. Fadjar menambahkan, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang sejalan dengan visi Asta Cita.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!