Perhiasan Etnik Yogyakarta Tembus Singapura dan Jepang

Lifestyle Anindya Kirana Putri 30 Mei 2026 06:39 WIB 7
Perhiasan Etnik Yogyakarta Tembus Singapura dan Jepang

Produk perhiasan etnik dari Yogyakarta terus menunjukkan daya saing di pasar internasional. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kalung seri Gudeg Jogja, yang tampil di Singapore International Jewelry Expo pada 2021 dan 2022.

Karya tersebut dibuat saat pandemi dengan detail telur, krecek, hingga tabik yang merepresentasikan kekhasan kuliner Yogyakarta. Setelah Singapura, Joglo Ayu Tenan juga membawa produk berbasis budaya Jawa ke Jepang melalui sentuhan desain modern.

Perhiasan Etnik yang Mendunia

Kalung Gudeg Jogja menjadi salah satu koleksi paling ikonik dari Joglo Ayu Tenan. Desainnya memadukan unsur budaya lokal dengan estetika perhiasan yang mudah diterima pasar luar negeri.

Produk itu dibuat pada masa pandemi, ketika pelaku usaha dituntut tetap berinovasi. Detail telur, krecek, dan tabik disusun sebagai simbol kuliner khas yang dekat dengan identitas Yogyakarta.

Kehadiran karya tersebut di Singapore International Jewelry Expo pada 2021 dan 2022 membuka ruang promosi yang lebih luas. Respons positif dari pengunjung menjadi bukti bahwa produk lokal dapat bersaing di ajang internasional.

Keberhasilan itu juga memperkuat posisi Joglo Ayu Tenan sebagai produsen aksesoris yang berkarakter. Nilai budaya menjadi pembeda utama yang membuat perhiasan ini tampil menonjol di tengah persaingan global.

Sentuhan Budaya Jawa Modern

Selain Singapura, pasar Jepang menjadi tujuan berikutnya bagi Joglo Ayu Tenan. Di Osaka, mereka menampilkan produk berbasis budaya Jawa dengan konsep yang lebih modern dan fungsional.

Salah satu karya yang diperkenalkan adalah perhiasan berbahan kulit dengan teknik patah sungging. Teknik itu berasal dari tradisi wayang kulit, lalu dikreasikan ulang menjadi aksesoris yang elegan.

Pendekatan tersebut membuat produk lebih mudah diterima oleh pasar yang menyukai desain unik. Unsur tradisi tetap dipertahankan, tetapi tampil dalam bentuk yang relevan dengan gaya hidup masa kini.

Menurut Yayuk, kesamaan kultur dengan masyarakat Asia turut membantu penerimaan produk di Jepang. Mereka menyukai barang yang ramah lingkungan, sekaligus dapat digunakan oleh perempuan dan keluarga.

Ramah Lingkungan dan Berdaya

Joglo Ayu Tenan dikenal aktif memproduksi aksesoris fesyen dan dekorasi rumah berbahan ramah lingkungan. Produk yang dihasilkan mencakup kalung, gelang, anting, hingga busana dengan pewarna alam.

Seluruh proses produksi menghindari penggunaan polyester, sehingga lebih selaras dengan tren keberlanjutan. Langkah ini menjadi nilai tambah di tengah meningkatnya permintaan terhadap produk hijau.

Konsistensi tersebut membuat Joglo Ayu Tenan memperoleh sertifikat Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability atau CHSE dari Kementerian Pariwisata. Sertifikat ini memperkuat kredibilitas usaha dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan.

Pengakuan resmi itu juga menjadi modal penting untuk memperluas pasar. Konsumen internasional cenderung menilai aspek lingkungan sebagai bagian dari kualitas produk.

Komunitas Lokal Penggerak Produksi

Saat ini Joglo Ayu Tenan mampu memproduksi hingga 500 pcs aksesoris per bulan bersama komunitas lokal. Kapasitas ini menunjukkan bahwa usaha kecil pun dapat tumbuh melalui kolaborasi yang konsisten.

Pada awalnya, Joglo Ayu Tenan hanya menjadi tempat berkumpul para pengrajin perhiasan. Seiring waktu, ruang tersebut berkembang menjadi titik temu berbagai komunitas di Yogyakarta.

Komunitas yang terlibat datang dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa, pengrajin, hingga pelaku UMKM. Pertemuan itu menciptakan ekosistem kreatif yang saling mendukung dan membuka peluang baru.

Model pengembangan berbasis komunitas ini membuat produksi tidak hanya berorientasi pada bisnis. Lebih dari itu, usaha tersebut ikut menjaga tradisi, memberdayakan warga, dan mengangkat nama Yogyakarta di kancah internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!