Pengalaman Lucy Liu Salah Diagnosa Kanker Payudara

Lifestyle Anindya Kirana Putri 30 Mei 2026 10:35 WIB 2
Pengalaman Lucy Liu Salah Diagnosa Kanker Payudara

Lucy Liu membagikan pengalaman pribadinya saat menjalani operasi pengangkatan benjolan di payudara setelah diduga kanker pada era 1990-an. Aktris Hollywood berusia 57 tahun itu kemudian mengetahui bahwa diagnosis tersebut keliru, sehingga pengalamannya kini menjadi pengingat penting tentang perlunya pemeriksaan lanjutan.

Dalam wawancara dengan PEOPLE, bintang Devil Wears Prada 2 itu menjelaskan bahwa saat itu akses informasi kesehatan masih terbatas, belum seperti sekarang. Karena hanya mengandalkan penilaian dokter, ia segera menjalani tindakan medis tanpa memperoleh pemeriksaan tambahan seperti ultrasound atau mammogram.

Pengalaman Lucy Liu soal kanker payudara

Lucy Liu mendatangi dokter setelah menemukan benjolan di payudara pada tahun 1990-an. Menurut pengakuannya, dokter yang memeriksa saat itu langsung menyampaikan bahwa benjolan tersebut adalah kanker.

Pada masa itu, ia tidak mendapat tes lanjutan untuk memastikan diagnosis secara lebih akurat. Ketiadaan akses informasi juga membuatnya menerima penjelasan medis tersebut tanpa banyak pertanyaan.

Ia kemudian menjadwalkan operasi untuk mengangkat benjolan itu dari payudaranya. Setelah prosedur dilakukan, barulah diketahui bahwa benjolan tersebut bukan kanker.

Pentingnya skrining kanker

Pengalaman tersebut membuat Lucy Liu memahami pentingnya skrining kanker secara lebih menyeluruh. Ia menilai pemeriksaan dini dapat membantu memberi kepastian sebelum seseorang mengambil keputusan medis besar.

Menurutnya, skrining bukan sekadar upaya menemukan penyakit, tetapi juga bagian dari informasi yang akurat. Dengan pemeriksaan yang tepat, pasien memiliki peluang lebih besar untuk memahami kondisi tubuhnya secara objektif.

Lucy Liu menekankan bahwa masyarakat perlu memanfaatkan kemajuan teknologi kesehatan yang kini tersedia luas. Namun, banyak orang masih menunda pemeriksaan karena takut mengetahui hasilnya atau terlalu sibuk.

Belajar membela diri sendiri

Beberapa dekade setelah kejadian itu, Lucy Liu merefleksikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran penting tentang advokasi diri. Ia menilai seseorang perlu berani bertanya dan meminta penjelasan lebih lanjut ketika berhadapan dengan keputusan medis.

Ia mengaku pada saat itu sempat menganggap diagnosis awal sebagai keputusan final dari dokter. Meski ada saran dari teman untuk mencari pendapat kedua, ia kala itu merasa dokter pasti mengetahui apa yang terbaik.

Pengalaman itu kemudian menjadi pemahaman baru bahwa pasien juga memiliki peran dalam menjaga keselamatan dirinya. Bagi Lucy Liu, membela diri sendiri bukan berarti meragukan dokter, melainkan memastikan informasi yang diterima benar-benar tepat.

Kampanye kesehatan Lucy Liu

Saat ini, Lucy Liu bekerja sama dengan Pfizer dalam kampanye Every Breakthrough Matters. Kampanye tersebut berfokus pada peningkatan kesadaran publik mengenai skrining kanker dan pentingnya deteksi dini.

Melalui keterlibatannya, ia ingin mendorong orang lain menjadi pendukung terbesar bagi diri sendiri. Ia juga ingin platform yang dimilikinya digunakan untuk menyebarkan edukasi kesehatan yang lebih mudah dipahami masyarakat.

Lucy Liu menegaskan bahwa isu ini bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga soal pemahaman dan advokasi. Ia berharap semakin banyak orang berani memeriksakan diri sebelum kondisi kesehatan berkembang lebih jauh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!