Car Free Day atau CFD yang digelar setiap akhir pekan tidak hanya menjadi ruang olahraga dan rekreasi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat. Keramaian pengunjung di sejumlah titik menjadikan CFD sebagai lokasi strategis untuk berjualan, termasuk bagi pelaku usaha kecil yang ingin menambah penghasilan.
Salah satu ide bisnis yang dinilai potensial adalah menjual roti kukus srikaya, karena produk ini mudah dibawa, disukai banyak orang, dan tidak memerlukan proses produksi yang rumit. Seorang pelaku usaha, Dzakia, membuktikan bahwa jualan di CFD bisa menjadi sumber cuan dengan modal yang relatif terjangkau.
Peluang Bisnis CFD
CFD menjadi ajang yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pegiat olahraga hingga keluarga yang ingin berjalan santai. Kondisi itu menciptakan pasar spontan yang cocok dimanfaatkan oleh pedagang makanan dan minuman.
Kerumunan pengunjung memberi peluang penjualan yang lebih besar dibanding lokasi biasa, terutama untuk produk yang praktis dikonsumsi. Usaha seperti ini juga kerap dijalankan sebagai sampingan untuk menambah pendapatan di luar pekerjaan utama.
Dengan perencanaan yang tepat, CFD dapat menjadi kanal pemasaran yang efektif bagi pelaku usaha kecil. Faktor lokasi, jenis produk, dan strategi penjualan menjadi penentu utama keberhasilan.
Roti Kukus Srikaya
Roti kukus srikaya dinilai cocok dijual di CFD karena memiliki tekstur lembut dan cita rasa manis yang mudah diterima konsumen. Produk ini juga praktis dibawa oleh pembeli yang ingin menikmati camilan sambil beraktivitas.
Dzakia, pelaku usaha dengan akun @rotisrikaya_mamaya, menjajakan produknya di CFD Teras Kota BSD. Ia mengandalkan pasokan dari supplier sehingga proses produksi lebih ringkas dan efisien.
Dalam sehari berjualan, Dzakia menawarkan beberapa varian, seperti roti pandan, ubi ungu, dan original. Ragam pilihan itu membuat produknya lebih menarik bagi pembeli yang datang ke area CFD.
Modal dan Omzet
Untuk memulai usaha ini, Dzakia mengaku mengeluarkan modal sekitar Rp2 juta untuk mengambil produk dari supplier. Modal tersebut digunakan sebagai stok awal sebelum berjualan di lokasi CFD.
Dari modal itu, ia menyebut dapat membukukan omzet hingga dua kali lipat. Dengan kata lain, perputaran penjualan di CFD memberi ruang keuntungan yang cukup menjanjikan bagi pelaku usaha kecil.
Dzakia berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB dan berjualan hingga pukul 10.00 WIB. Dalam satu kali jualan, sekitar 800 potong roti yang dibawanya kerap habis terjual.
Strategi Jualan CFD
Keberhasilan berjualan di CFD tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga pada kecepatan melayani pembeli. Pedagang perlu memastikan stok, lokasi lapak, dan alur transaksi berjalan lancar sejak pagi.
Produk makanan ringan yang siap santap cenderung lebih mudah menarik minat pengunjung yang sedang beraktivitas. Karena itu, pemilihan menu yang sederhana namun menarik menjadi kunci untuk menjaga penjualan tetap stabil.
Bagi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan CFD, konsistensi dan kemampuan membaca selera pasar menjadi bekal penting. Jika dikelola dengan baik, kegiatan rutin mingguan ini dapat berubah menjadi sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan.
