Pedagang Sate Ayam Barokah Mayestik Naik Kelas di Ruko Strategis

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 26 Mei 2026 08:03 WIB 3
Pedagang Sate Ayam Barokah Mayestik Naik Kelas di Ruko Strategis

Aroma daging ayam dan kambing khas Madura semerbak dari sebuah ruko dua lantai di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dari lokasi yang ramai di kawasan Mayestik itu, pedagang satai Mochamad Haidir, 30 tahun, terus menjaga bara tetap menyala sambil melayani pembeli.

Perjalanan usahanya tidak singkat, karena Haidir memulai dagang sejak 2013 dengan gerobak keliling di trotoar. Kini, usaha kecil yang ia rintis dengan konsisten mulai naik kelas setelah bertahan dari berbagai tekanan, termasuk penertiban, penolakan, dan hantaman pandemi.

Perjalanan Sate Mayestik

Haidir mengaku awal berjualan penuh tantangan karena harus mengandalkan gerobak satai keliling. Ia kerap menghadapi penertiban Satpol PP dan bahkan diusir pedagang lain saat membuka lapak di kawasan tersebut.

Meski begitu, ia tetap bertahan karena melihat potensi besar di Mayestik yang dikelilingi kawasan perkantoran. Menurutnya, lokasi itu memberi peluang besar bagi usaha kuliner yang menyasar pekerja dan warga sekitar.

Keputusan bertahan akhirnya membuahkan hasil karena pelanggannya perlahan bertambah. Nama Sate Ayam Barokah Mayestik pun mulai dikenal lebih luas di kawasan Jakarta Selatan.

Tekanan Saat Pandemi

Pandemi COVID-19 menjadi ujian terberat dalam perjalanan usahanya. Saat penjualan menurun drastis, Haidir mengaku stres dan sempat berpikir untuk menutup usaha.

Bahkan, ia pernah menawarkan lapaknya kepada orang lain karena merasa tidak sanggup melanjutkan. Saat itu, ia mengaku sempat memberi harga Rp 150 juta, tetapi ada pihak yang hanya menawar Rp 50 juta.

Beruntung, transaksi tersebut tidak jadi terjadi. Jika lapak itu dilepas, Haidir menilai dirinya bisa kehilangan peluang bisnis yang jauh lebih besar di kemudian hari.

Momentum Perubahan Usaha

Titik balik usaha Haidir datang ketika sebuah ruko kosong di depan lapaknya ditawarkan untuk disewa. Kesempatan itu muncul menjelang akhir 2025 dan langsung ia sambut tanpa menunda.

Ia menilai pindah ke ruko yang lebih strategis menjadi langkah penting untuk mengembangkan usaha. Lokasi yang lebih nyaman membuat operasional lebih tertata dan daya tarik bagi pembeli juga meningkat.

Perpindahan itu menjadi simbol naik kelas bagi usaha yang ia bangun dari nol. Dari gerobak keliling, Haidir kini memiliki tempat yang lebih layak untuk mempertahankan pelanggan dan memperluas pasar.

Harapan Bisnis Ke Depan

Kesabaran menjadi kunci utama yang terus dipegang Haidir selama menjalankan usaha. Ia percaya konsistensi, lokasi yang tepat, dan kualitas rasa akan menjaga pelanggan tetap datang.

Ia juga melihat bisnis kuliner seperti satai masih memiliki peluang besar di Jakarta. Selama rasa terjaga dan pelayanan baik, usaha kecil menurutnya tetap bisa berkembang meski menghadapi persaingan ketat.

Perjalanan Sate Ayam Barokah Mayestik menjadi contoh bahwa usaha mikro dapat tumbuh lewat ketekunan. Dari perjuangan di trotoar hingga menempati ruko, Haidir menunjukkan bahwa bertahan sering kali menjadi jalan menuju kemajuan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!