Patek Philippe dan AP Jadi Sorotan Usai Jam Mewah Disita

Lifestyle Nadia Safira Putri 29 Mei 2026 20:22 WIB 4
Patek Philippe dan AP Jadi Sorotan Usai Jam Mewah Disita

Dunia horologi kembali menjadi perhatian publik setelah Kejaksaan Agung memusnahkan 14 jam tangan milik tersangka korupsi Asabri, Jimmy Sutopo. Barang sitaan itu dipastikan palsu, meski sempat dikaitkan dengan merek-merek prestisius seperti Patek Philippe dan Audemars Piguet.

Peristiwa ini terjadi di tengah tingginya minat masyarakat terhadap jam tangan mewah, terutama di kalangan kolektor dan kalangan berduit. Nama Patek Philippe dan AP pun kembali mencuat karena reputasi, harga, dan status eksklusif yang melekat pada kedua merek asal Swiss tersebut.

Jam Tangan Mewah Menjadi Sorotan

Kasus pemusnahan jam tangan palsu milik tersangka korupsi Asabri memicu kembali pembicaraan soal jam tangan mewah. Publik menaruh perhatian karena barang yang sempat terlihat bernilai tinggi ternyata tidak asli.

Kejaksaan Agung memastikan seluruh jam tangan itu palsu setelah melalui proses validasi yang panjang. Dalam persidangan, tersangka juga mengakui bahwa barang tersebut bukan produk asli.

Fenomena ini menunjukkan bahwa jam tangan mewah masih memiliki daya tarik simbolik yang kuat. Di Indonesia, merek seperti Patek Philippe dan Audemars Piguet kerap dipandang sebagai penanda status sosial.

Di balik kemewahan itu, pasar jam tangan premium juga rentan dimanfaatkan untuk pencitraan. Karena itu, keaslian menjadi faktor penting yang menentukan nilai sebuah arloji.

Validasi Barang Sitaan

Proses identifikasi barang sitaan menjadi penting agar tidak terjadi salah persepsi di ruang publik. Pada kasus ini, penyidik menelusuri asal-usul dan keaslian setiap unit jam tangan secara rinci.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa barang-barang tersebut bukan keluaran resmi dari merek yang dicantumkan. Temuan itu mempertegas bahwa label mewah belum tentu sejalan dengan kualitas asli barang.

Validasi semacam ini juga dibutuhkan untuk menjaga integritas proses hukum. Kejelasan status barang sitaan membantu publik memahami nilai riil aset yang disita negara.

Di sisi lain, kasus ini menjadi pengingat bahwa produk palsu masih beredar di pasar. Konsumen perlu lebih berhati-hati saat membeli barang mewah, terutama yang ditawarkan dengan harga tidak wajar.

Harga Dan Kelas Patek Philippe

Patek Philippe dikenal sebagai salah satu merek jam tangan paling bergengsi di dunia. Di kalangan kolektor, merek asal Swiss ini sering disebut sebagai holy grail karena jumlah produksinya terbatas.

Model entry level seperti Calatrava umumnya dibanderol mulai dari Rp 180 juta hingga Rp 500 juta. Sementara itu, Aquanaut berada di kisaran Rp 1 miliar sampai Rp 4 miliar.

Untuk seri Nautilus, harganya dapat mencapai Rp 1,8 miliar hingga Rp 7 miliar. Adapun lini Grand Complications bahkan bisa menembus puluhan miliar rupiah.

ModelKisaran Harga
CalatravaRp 180 juta - Rp 500 juta
AquanautRp 1 miliar - Rp 4 miliar
NautilusRp 1,8 miliar - Rp 7 miliar
Grand ComplicationsPuluhan miliar rupiah

Audemars Piguet Dan Kolektor

Audemars Piguet juga memiliki posisi kuat di pasar jam tangan premium. Seri Royal Oak dengan bahan stainless steel biasanya dipasarkan sekitar Rp 600 juta hingga Rp 1,2 miliar.

Model Royal Oak Offshore chronograph berada di kisaran Rp 400 juta sampai Rp 900 juta. Untuk model high complication atau limited edition, harganya dapat melampaui Rp 2 miliar hingga lebih dari Rp 6 miliar.

Di Indonesia, AP dan Patek Philippe termasuk merek yang paling dicari oleh kalangan kaya. Namun, Richard Mille disebut masih menempati posisi teratas di antara jam tangan mewah yang diburu kolektor.

Anton Lim, pendiri Jakarta Watch Exchange, pernah menyebut bahwa Patek Philippe dan Audemars Piguet menjadi pilihan utama setelah Richard Mille. Menurutnya, daya tarik kedua merek itu terletak pada reputasi, kelangkaan, dan nilai simpan yang tinggi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!