Pasutri Cokelatin Ekspor Cokelat Asli Indonesia ke Empat Negara

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 31 Mei 2026 19:27 WIB 3
Pasutri Cokelatin Ekspor Cokelat Asli Indonesia ke Empat Negara

Cokelat buatan pasangan suami istri Irena Surosoputra dan Nugroho Surosoputra, Cokelatin Signature, mulai menarik perhatian pasar luar negeri. Produk berbahan kakao asli Indonesia itu telah diekspor ke Amerika Serikat, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Meski demikian, pasar domestik masih menjadi penopang utama penjualan. Ekspor dilakukan dengan pendekatan merek, bukan bahan mentah, agar nilai tambah produk tetap terjaga.

Irena mengatakan ekspor yang telah dijalankan masih dalam kapasitas terbatas karena perusahaan memegang prinsip untuk tidak melepas kakao dalam bentuk mentah. Produk yang paling banyak dikirim adalah cokelat bubuk untuk minuman, karena lebih mudah ditangani dalam distribusi internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan cita rasa cokelat Indonesia ke pasar yang lebih luas. Kisah ini ia sampaikan saat hadir di Trade Expo Indonesia, ICE BSD, Tangerang, pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Cokelatin dan Ekspor Cokelat

Irena menjelaskan bahwa bisnis tersebut berawal dari kegemarannya terhadap minuman manis. Ia kemudian melihat bahwa cokelat Indonesia memiliki rasa yang tidak kalah dari produk negara lain. Dari situ, ia mencoba meracik cokelat untuk konsumsi pribadi terlebih dahulu. Hasilnya, rasa itu mendapat respons positif dari orang-orang di sekitarnya.

Pada 2016, saat masih bekerja sebagai karyawan swasta, ia mulai memperkenalkan racikannya kepada teman-teman kantor. Respons yang baik membuatnya semakin yakin untuk mengembangkan usaha secara serius. Dari proses itu, ia dan suaminya mulai belajar mengenai cokelat, bisnis, serta dinamika UMKM. Perjalanan tersebut menjadi titik awal lahirnya Cokelatin Signature.

Nama Cokelatin sendiri berasal dari gabungan kata cokelat, Iren, dan Nugi. Menurut Irena, nama itu dipilih karena ingin menghadirkan kesan personal sekaligus hangat. Ia juga menilai cokelat adalah simbol cinta yang dekat dengan banyak orang. Identitas merek itu kemudian melekat pada produk yang mereka bangun hingga kini.

Pasar Dalam Negeri Tetap Kuat

Meski ekspor sudah berjalan, Irena mengakui pasar domestik masih menyumbang porsi penjualan terbesar. Hal itu terjadi karena produk Cokelatin lebih dulu dikenal oleh konsumen Indonesia. Ia menilai pasar lokal tetap penting sebagai fondasi pertumbuhan usaha. Karena itu, perusahaan tidak mengubah arah bisnis hanya demi mengejar ekspor.

Fokus utama saat ini adalah menjaga kualitas dan konsistensi produk. Cokelatin memilih mengembangkan varian minuman cokelat yang lebih sesuai dengan kebiasaan konsumsi masyarakat. Strategi ini dinilai efektif untuk memperluas jangkauan merek. Di saat yang sama, produksi tetap diarahkan agar memenuhi standar pasar luar negeri.

Irena menegaskan bahwa Cokelatin tidak ingin bergantung pada bahan baku mentah untuk menembus pasar ekspor. Ia memilih mengirim produk jadi agar nilai jual cokelat Indonesia lebih tinggi. Pendekatan itu juga memberi ruang bagi merek lokal untuk tampil sebagai produk premium. Dengan begitu, manfaat ekspor tidak berhenti pada komoditas, tetapi juga pada penguatan brand.

Strategi Produk Bubuk

Dalam pengembangan produk, Cokelatin telah menghadirkan cokelat bar. Namun, hingga kini produksi terbanyak masih berasal dari cokelat bubuk untuk minuman. Menurut Irena, pilihan itu bukan tanpa alasan. Produk bubuk dinilai lebih fleksibel untuk kebutuhan distribusi lintas negara.

Ia menyebut produk minuman lebih mudah ditangani dalam proses pengiriman dan penyimpanan. Selain itu, permintaan pasar terhadap produk tersebut juga dinilai lebih stabil. Faktor inilah yang membuat perusahaan mengutamakan varian bubuk sebagai produk unggulan ekspor. Dengan model itu, kapasitas produksi dapat diarahkan secara lebih efisien.

Irena mengatakan orientasi usahanya tetap bergerak pada inovasi rasa dan format produk. Perusahaan terus membuka peluang untuk menambah varian baru tanpa meninggalkan ciri utama cokelat Indonesia. Ia berharap konsumen luar negeri dapat mengenal karakter kakao Nusantara melalui produk yang praktis. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi merek di pasar internasional.

Kakao Lokal Menembus Dunia

Bahan baku yang digunakan Cokelatin berasal dari kakao Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Pemilihan sumber itu menjadi bentuk dukungan terhadap komoditas dalam negeri. Irena menilai kualitas kakao Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing. Karena itu, pengolahan yang tepat menjadi kunci agar nilainya meningkat.

Ekspor Cokelatin telah menjangkau Amerika Serikat, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Meski jumlahnya belum besar, kehadiran produk di pasar tersebut dinilai penting sebagai langkah awal. Perusahaan ingin membuktikan bahwa cokelat Indonesia mampu diterima konsumen internasional. Capaian itu sekaligus membuka peluang pengembangan pasar baru di masa depan.

Bagi Irena dan Nugroho, perjalanan bisnis ini bukan hanya soal menjual produk. Mereka ingin membawa identitas rasa Indonesia ke panggung yang lebih luas. Dengan mengandalkan kakao lokal, mereka berharap nilai ekonomi komoditas nasional ikut terdorong. Cokelatin pun menjadi contoh bahwa produk UMKM dapat bersaing jika memiliki kualitas dan cerita yang kuat.

Tag Terkait
#cokelat#ekspor#UMKM

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!