Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Pandu Sjahrir, menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan yang terjadi setelah pemerintah mengumumkan BUMN khusus ekspor. Ia menilai pasar masih mencari kepastian atas implementasi kebijakan baru tersebut, sehingga wajar jika investor bersikap hati-hati.
Pada perdagangan Kamis, IHSG tercatat melemah lebih dari 2 persen dan bergerak di level 6.144. Menurut Pandu, pasar saham akan merespons positif apabila pelaku pasar sudah memahami manfaat pembentukan BUMN ekspor bagi tata kelola komoditas nasional.
IHSG dan kepastian pasar
Pandu menyebut investor membutuhkan kepastian sebelum mengambil keputusan investasi. Menurut dia, sentimen pasar sering kali bergerak cepat ketika ada kebijakan baru yang belum sepenuhnya dipahami.
Ia menilai penurunan IHSG bukan semata-mata disebabkan oleh satu kebijakan. Namun, pasar sedang mencermati arah implementasi dan dampaknya terhadap ekosistem ekspor komoditas.
Dalam penjelasannya, Pandu menekankan bahwa pasar akan mencari kejelasan mengenai hasil akhir dari kebijakan tersebut. Ia menilai respons hati-hati investor adalah hal yang wajar dalam situasi seperti ini.
Danantara dan ekspor SDA
Pemerintah sebelumnya mengumumkan pengelolaan ekspor sumber daya alam melalui satu pintu yang melibatkan BUMN pengekspor tunggal. Kebijakan itu disebut berlaku untuk komoditas seperti kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi.
Tujuan pembentukan badan baru tersebut adalah memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Pemerintah juga menyebut kebijakan ini dirancang untuk menutup celah praktik kurang bayar pajak.
Pandu menilai langkah itu perlu dipahami secara menyeluruh agar pasar tidak salah membaca arah kebijakan. Ia berharap manfaatnya segera terlihat setelah mekanisme operasional berjalan lebih jelas.
Respons pelaku investasi
Di tengah pelemahan indeks, pelaku pasar cenderung menahan diri sambil menunggu penjelasan lebih rinci. Kondisi tersebut membuat perdagangan saham bergerak defensif pada awal sesi.
Berdasarkan data RTI, IHSG sempat terkoreksi lebih dari dua persen pada perdagangan hari ini. Indeks kemudian berada di level 6.144, turun 174 poin atau 2,76 persen.
Situasi ini memperlihatkan bahwa pasar masih sensitif terhadap perubahan kebijakan besar. Karena itu, komunikasi yang konsisten menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor.
Prospek IHSG ke depan
Pandu optimistis IHSG dapat kembali menguat setelah pasar memahami manfaat kebijakan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sentimen positif biasanya muncul ketika ketidakpastian mulai mereda.
Menurut dia, investor pada akhirnya akan melihat peluang yang ditawarkan oleh penguatan tata kelola ekspor. Dengan begitu, volatilitas yang terjadi saat ini berpotensi bersifat sementara.
Pandu juga meminta investor tetap optimistis terhadap pasar saham. Ia meyakini pemulihan dapat terjadi secepatnya jika implementasi kebijakan berjalan sesuai rencana.
