Omzet UMKM Binaan Pertamina Naik Hampir 62 Persen

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 31 Mei 2026 10:27 WIB 2
Omzet UMKM Binaan Pertamina Naik Hampir 62 Persen

PT Pertamina (Persero) mencatat lonjakan omzet UMKM binaannya selama gelaran Inacraft 2025, yang berlangsung pada 5 Oktober. Dalam lima hari pameran, penjualan para pelaku usaha naik hampir 62 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan daya saing produk terus menguat.

Sebanyak 32 UMKM binaan ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut, dengan produk yang datang dari sektor wastra, kriya, fesyen, kuliner, hingga co-branding. Pertamina menilai capaian itu bukan hanya soal transaksi, melainkan juga bukti bahwa pendampingan usaha mulai menghasilkan dampak nyata.

UMKM Pertamina Naik Kelas

Peningkatan omzet itu menjadi sinyal positif bagi perkembangan UMKM binaan Pertamina. Perusahaan menyebut kualitas produk para pelaku usaha semakin matang, baik dari sisi desain, kemasan, maupun kemampuan membaca pasar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan pihaknya tidak hanya mendorong promosi, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha. Menurut dia, langkah itu penting agar UMKM siap bersaing di pasar nasional hingga global.

Pertamina menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Dukungan yang diberikan mencakup pembinaan, akses jejaring, dan penguatan kompetensi agar usaha kecil mampu berkembang lebih berkelanjutan.

Batik Mata Andau Curi Perhatian

Salah satu peserta yang menonjol adalah Batik Mata Andau asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Usaha rumahan ini dirintis oleh Yoga Rustaman bersama istrinya sejak 2017 dengan misi memperkenalkan batik khas Dayak kepada masyarakat luas.

Selama pameran, Batik Mata Andau melibatkan 20 pengrajin yang sebagian besar merupakan perempuan berusia di atas 50 tahun. Dalam hitungan hari, mereka berhasil menjual lebih dari 800 outer bermotif Dayak.

Produk tersebut juga menarik perhatian sejumlah tokoh nasional yang hadir di lokasi. Bahkan, pembeli dari Korea, Jepang, dan Turki turut menunjukkan minat, sementara salah satu BUMN transportasi mempercayakan produksi seragam bernuansa budaya Nusantara kepada mereka.

Smart Batik Tawarkan Inovasi

Kisah berbeda datang dari Smart Batik Yogyakarta yang memperkenalkan Batik Sawit. Produk ini dikembangkan sebagai batik ramah lingkungan yang memadukan kearifan lokal dengan teknologi hijau.

Founder Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan, menyebut partisipasi perdananya bersama Pertamina membuka banyak peluang baru. Ia juga menuturkan bahwa pameran tersebut menghadirkan relasi dan potensi kolaborasi, termasuk dengan Duta Besar RI untuk Meksiko, Toferry Primanda Soetikno.

Saat ini Smart Batik memberdayakan 65 ibu pembatik di Yogyakarta. Keterlibatan itu menunjukkan bahwa inovasi produk dapat berjalan seiring dengan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.

Dukungan Pertamina untuk UMKM

Partisipasi 32 UMKM binaan terbagi dalam beberapa kategori. Sebanyak 18 UMKM sektor wastra, kriya, fesyen, dan aksesori tampil di Lobby Hall A, enam UMKM kuliner unggulan hadir di Talam Hall B, dan tujuh UMKM co-branding berpartisipasi secara mandiri.

Pertamina menegaskan dukungan terhadap UMKM sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran poin ketiga. Fokusnya adalah menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat industri kreatif, dan menumbuhkan kewirausahaan melalui pelatihan serta akses permodalan.

Fadjar menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari nilai transaksi. Ia menilai dampak sosial dan budaya yang lahir dari usaha kecil juga menjadi ukuran penting dalam menilai keberhasilan pemberdayaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!