Olahraga Pagi dan Malam, Mana yang Lebih Tepat?

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 17:08 WIB 7
Olahraga Pagi dan Malam, Mana yang Lebih Tepat?

Waktu berolahraga kerap memicu perdebatan antara pagi dan malam, padahal tidak ada satu jadwal yang cocok untuk semua orang. Menurut fisioterapis dan spesialis pilates Sowon Jang, waktu terbaik sangat bergantung pada jenis latihan serta kondisi fisik masing-masing individu.

Olahraga pagi sering dipilih karena dianggap membantu metabolisme dan membuat hari terasa lebih produktif, sedangkan olahraga malam dinilai efektif untuk melepas stres setelah aktivitas panjang. Para ahli menekankan bahwa manfaat utama justru muncul ketika latihan dilakukan secara konsisten dan sesuai kebutuhan tubuh.

Olahraga Pagi Lebih Teratur

Olahraga pagi dinilai membantu membangun rutinitas yang lebih teratur sebelum memulai aktivitas harian. Tubuh menjadi lebih tenang, pernapasan lebih terkontrol, serta kesadaran terhadap postur dan gerakan meningkat sepanjang hari.

Selain itu, berolahraga di pagi hari dapat membuat pikiran terasa lebih jernih dan segar saat menghadapi agenda yang padat. Paparan sinar matahari pada pagi hari juga membantu tubuh mengatur ritme sirkadian secara lebih stabil.

Dr Louise Rix menjelaskan bahwa aktivitas pagi dapat mendukung perbaikan pola tidur bagi sebagian orang. Kebiasaan ini dinilai bermanfaat terutama bagi mereka yang ingin memiliki jam biologis yang lebih teratur.

Olahraga Siang Lebih Intens

Menurut Sowon Jang, olahraga dengan intensitas lebih tinggi lebih cocok dilakukan pada siang atau sore hari. Pada rentang waktu tersebut, tubuh biasanya sudah lebih siap untuk bergerak dan menerima beban latihan yang lebih berat.

Latihan seperti kekuatan atau kardio intens dapat dijalankan lebih maksimal ketika tubuh tidak berada dalam kondisi terlalu kaku. Hal ini membuat risiko tubuh kewalahan dapat ditekan, selama persiapan fisik dilakukan dengan baik.

Dr Jinelle D'souza menegaskan bahwa latihan intens harus didukung oleh kondisi tubuh yang memadai. Tidur cukup, asupan nutrisi seimbang, dan pemulihan yang baik menjadi faktor penting agar latihan berjalan efektif.

Olahraga Malam Yang Aman

Untuk malam hari, olahraga berintensitas rendah lebih dianjurkan agar tubuh tidak terlalu terstimulasi menjelang tidur. Aktivitas seperti berjalan santai atau berenang ringan dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi kualitas istirahat.

Jenis latihan yang terlalu berat pada malam hari berpotensi meningkatkan hormon stres seperti kortisol. Jika kadar kortisol naik, sebagian orang bisa mengalami kesulitan tidur atau merasa lebih waspada saat hendak beristirahat.

Karena itu, olahraga malam sebaiknya diarahkan untuk relaksasi, bukan untuk memaksakan performa tinggi. Pendekatan ini membantu tubuh tetap aktif tanpa mengganggu kenyamanan tidur di malam hari.

Sesuaikan Dengan Gaya Hidup

Para ahli menilai faktor terpenting bukan hanya waktu berolahraga, melainkan kesesuaian antara jenis latihan dan gaya hidup seseorang. Pilihan yang realistis akan lebih mudah dijalankan secara rutin dalam jangka panjang.

Olahraga yang efektif adalah olahraga yang bisa dipertahankan, bukan hanya yang terlihat ideal di atas kertas. Ketika latihan menyatu dengan jadwal harian, peluang untuk menjaga kebugaran menjadi lebih besar.

Karena itu, setiap orang disarankan mengenali kebutuhan tubuhnya sebelum menentukan waktu latihan yang paling pas. Dengan begitu, manfaat olahraga pagi maupun malam dapat diperoleh secara optimal tanpa membebani kondisi fisik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!