Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Paling Tepat?

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 16:04 WIB 6
Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Paling Tepat?

Waktu berolahraga kerap memunculkan perdebatan antara pagi dan malam, karena masing-masing dianggap memiliki manfaat tersendiri. Namun, para ahli menegaskan bahwa pilihan waktu terbaik sebenarnya bergantung pada jenis latihan, kondisi fisik, dan tujuan kebugaran setiap orang.

Sowon Jang, fisioterapis dan spesialis pilates di The Hundred Wellness Centre Dubai, menyebut tidak ada waktu optimal yang berlaku untuk semua orang. Menurut dia, olahraga perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh agar hasilnya lebih efektif dan tetap aman.

Manfaat Olahraga Pagi

Olahraga pagi sering dipilih karena membantu membangun rutinitas yang lebih teratur sebelum aktivitas dimulai. Tubuh menjadi lebih tenang, pernapasan lebih terkontrol, dan kesadaran terhadap postur ikut meningkat.

Selain itu, olahraga di pagi hari dapat membuat pikiran terasa lebih jernih dan segar. Kondisi ini membantu seseorang memulai hari dengan fokus yang lebih baik.

Dr. Louise Rix menjelaskan bahwa paparan sinar matahari saat berolahraga pagi juga dapat mendukung ritme sirkadian. Pengaturan jam biologis yang baik sangat berguna bagi mereka yang ingin memperbaiki pola tidur.

Rutin bergerak di pagi hari juga dapat memberi dorongan produktivitas sepanjang hari. Karena itu, banyak orang memilih waktu ini untuk aktivitas yang ringan namun konsisten.

Olahraga Siang Lebih Intens

Jang menilai olahraga seperti pilates atau kardio ringan lebih cocok dilakukan pada pagi hari karena sifatnya lembut dan terkontrol. Tubuh dapat bangun secara bertahap tanpa merasa kewalahan.

Pada siang atau sore hari, tubuh umumnya sudah lebih siap untuk menerima latihan dengan intensitas lebih tinggi. Pada fase ini, energi dan suhu tubuh cenderung mendukung performa fisik.

Dr. Jinelle D'souza menekankan bahwa latihan kekuatan atau olahraga berat sebaiknya dilakukan saat tubuh benar-benar didukung. Dukungan itu mencakup kondisi fisik yang fit dan kesiapan mental yang baik.

Jika dilakukan pada waktu yang tepat, latihan intens dapat membantu meningkatkan kebugaran secara lebih optimal. Namun, tubuh tetap perlu dipantau agar tidak berlebihan.

Olahraga Malam yang Aman

Untuk malam hari, olahraga yang dianjurkan adalah aktivitas berintensitas rendah agar tubuh tetap rileks. Pilihan ini membantu menghindari lonjakan hormon stres atau kortisol yang bisa mengganggu tidur.

Contoh olahraga yang sesuai pada malam hari adalah berenang santai atau berjalan kaki ringan. Aktivitas semacam ini membuat tubuh tetap bergerak tanpa memicu ketegangan berlebih.

Olahraga malam juga bisa menjadi cara melepas stres setelah menjalani hari yang padat. Bagi sebagian orang, sesi ringan di malam hari membantu menenangkan pikiran sebelum beristirahat.

Meski demikian, waktu pelaksanaannya tetap perlu diperhatikan agar tidak terlalu dekat dengan jam tidur. Jeda yang cukup akan membantu tubuh kembali tenang secara alami.

Dukungan Tubuh dan Rutinitas

Selain memilih waktu yang nyaman, olahraga juga harus sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. Kebiasaan ini penting agar latihan berjalan efektif dan tidak menimbulkan kelelahan berlebih.

Dr. Jinelle D'souza menegaskan bahwa tubuh perlu didukung saat seseorang ingin menjalani latihan kekuatan atau intensitas tinggi. Dukungan tersebut mencakup tidur yang cukup, asupan nutrisi, dan gizi seimbang.

Dr. Louise Rix menambahkan bahwa faktor paling penting bukanlah jam olahraga semata, melainkan kesesuaian dengan gaya hidup. Jika latihan dapat dijalankan secara konsisten, manfaatnya akan lebih terasa dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, pilihan antara pagi, siang, atau malam sebaiknya mengikuti kebutuhan dan ritme harian masing-masing. Dengan pendekatan itu, olahraga bisa menjadi kebiasaan sehat yang lebih mudah dipertahankan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!