Perdebatan soal waktu terbaik untuk berolahraga kembali menjadi perhatian banyak orang, terutama antara pilihan pagi dan malam. Menurut para ahli, tidak ada jam yang mutlak paling baik untuk semua orang, karena hasilnya sangat dipengaruhi jenis latihan, kondisi fisik, dan tujuan kebugaran.
Olahraga pagi dinilai membantu sebagian orang memulai hari dengan lebih segar, sedangkan olahraga malam kerap dipilih untuk melepas stres setelah beraktivitas. Fisioterapis dan spesialis pilates Sowon Jang menegaskan bahwa waktu terbaik justru adalah waktu yang paling sesuai dengan tubuh dan rutinitas masing-masing.
Manfaat olahraga pagi
Olahraga pagi dapat membantu membangun rutinitas yang lebih teratur sebelum aktivitas harian dimulai. Tubuh cenderung terasa lebih tenang, sementara pernapasan dan kesadaran terhadap gerak menjadi lebih terkontrol.
Aktivitas di pagi hari juga membuat pikiran terasa lebih jernih dan segar. Kondisi ini dapat membantu seseorang memulai hari dengan fokus yang lebih baik.
Selain itu, paparan sinar matahari pada pagi hari membantu mengatur jam biologis tubuh. Ritme sirkadian yang lebih stabil dapat mendukung kualitas tidur yang lebih baik pada malam hari.
Waktu tepat untuk intensitas tinggi
Olahraga dengan intensitas lebih tinggi umumnya lebih cocok dilakukan pada siang atau sore hari. Pada waktu tersebut, tubuh biasanya sudah lebih siap untuk bergerak dan menerima beban latihan yang lebih berat.
Latihan seperti kekuatan atau kardio yang lebih berat membutuhkan dukungan fisik yang memadai. Karena itu, kondisi tubuh perlu dipastikan tetap prima sebelum memulai latihan.
Menurut dokter Jinelle D'souza, tubuh harus mendapat dukungan yang baik bila ingin menjalani latihan intensif. Dukungan itu mencakup kesiapan fisik, energi, dan pemulihan yang cukup.
Olahraga malam yang aman
Untuk malam hari, olahraga berintensitas rendah lebih dianjurkan agar tubuh tidak terlalu terstimulasi. Jenis latihan seperti berenang santai atau berjalan kaki dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Olahraga yang terlalu berat pada malam hari berisiko meningkatkan hormon stres atau kortisol. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh lebih sulit beristirahat dan mengganggu kualitas tidur.
Karena itu, olahraga malam sebaiknya tetap terasa ringan dan menenangkan. Tujuannya adalah menjaga kebugaran tanpa mengganggu proses pemulihan tubuh saat tidur.
Sesuaikan dengan kondisi tubuh
Selain memilih waktu yang tepat, olahraga juga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan gaya hidup. Faktor seperti tidur yang cukup, nutrisi seimbang, dan kebiasaan harian ikut menentukan hasil latihan.
Dokter Louise Rix menilai bahwa faktor terpenting bukan hanya jam berolahraga. Yang lebih penting adalah apakah jenis olahraga tersebut sesuai dengan kebutuhan dan ritme hidup seseorang.
Dengan pendekatan yang tepat, olahraga dapat menjadi kebiasaan yang efektif dan berkelanjutan. Pilihan waktu pagi atau malam sama-sama bermanfaat selama dilakukan secara konsisten dan aman.
