Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik?

Lifestyle Clara Monica 23 Mei 2026 09:29 WIB 7
Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik?

Perdebatan soal waktu terbaik untuk berolahraga, pagi atau malam, masih sering muncul di tengah masyarakat. Sejumlah orang meyakini olahraga pagi lebih baik untuk metabolisme, sementara yang lain memilih malam hari untuk melepas stres setelah beraktivitas seharian.

Menurut fisioterapis dan spesialis pilates Sowon Jang dari The Hundred Wellness Centre Dubai, tidak ada waktu optimal yang berlaku untuk semua orang. Waktu terbaik bergantung pada jenis olahraga, kondisi fisik, serta tujuan yang ingin dicapai setiap individu.

Olahraga pagi untuk rutinitas

Olahraga pagi kerap dipilih karena membantu membangun rutinitas yang teratur sebelum memulai hari. Aktivitas ini juga membuat tubuh terasa lebih tenang, dengan pernapasan yang lebih terkontrol.

Selain itu, olahraga pagi dapat meningkatkan kesadaran tubuh dan membantu postur tetap lebih baik sepanjang hari. Tubuh yang bergerak sejak pagi cenderung lebih siap menghadapi aktivitas berikutnya.

Dr. Louise Rix menjelaskan bahwa olahraga pagi juga dapat membantu tubuh menyesuaikan jam biologis. Paparan sinar matahari di pagi hari, jika dilakukan konsisten, dapat memperkuat ritme sirkadian.

Manfaat pagi bagi tubuh

Berolahraga pada pagi hari sering dikaitkan dengan pikiran yang lebih jernih dan segar. Kondisi ini dapat memberi dorongan mental sebelum menjalani pekerjaan atau aktivitas utama.

Menurut para ahli, olahraga ringan di pagi hari juga cenderung lebih mudah dilakukan secara konsisten. Kebiasaan tersebut membantu membentuk pola hidup yang lebih disiplin dan teratur.

Bagi mereka yang ingin memperbaiki pola tidur, olahraga pagi bisa menjadi pilihan yang sesuai. Rutinitas ini membantu tubuh mengenali waktu bangun dan waktu istirahat dengan lebih stabil.

Waktu tepat untuk intensitas

Sowon Jang menyebut olahraga seperti pilates atau kardio ringan lebih cocok dilakukan pada pagi hari. Jenis latihan ini bersifat lembut, terkontrol, dan tidak terlalu membebani tubuh di awal hari.

Untuk siang atau sore hari, tubuh umumnya lebih siap menerima latihan dengan intensitas lebih tinggi. Pada waktu tersebut, performa fisik biasanya lebih optimal karena tubuh sudah aktif sejak pagi.

Dr. Jinelle D'souza menegaskan bahwa latihan kekuatan atau olahraga intensif memerlukan dukungan kondisi tubuh yang baik. Karena itu, tidur yang cukup dan asupan nutrisi seimbang menjadi bagian penting sebelum berlatih.

Olahraga malam yang aman

Olahraga malam tetap bisa dilakukan, asalkan jenis latihannya dipilih dengan tepat. Aktivitas yang dianjurkan pada malam hari adalah olahraga berintensitas rendah agar tubuh tetap nyaman.

Berenang santai atau berjalan kaki ringan menjadi contoh yang disarankan karena tidak memicu peningkatan kortisol secara berlebihan. Hal ini penting agar tubuh tidak sulit beristirahat setelah selesai beraktivitas.

Dr. Louise Rix menambahkan bahwa faktor terpenting bukan semata-mata jam olahraga, melainkan kesesuaian dengan gaya hidup. Jika waktu yang dipilih membuat latihan lebih konsisten, maka manfaatnya akan lebih terasa.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!