Olahraga Pagi atau Malam? Ini Penjelasan Ahli

Lifestyle Anindya Kirana Putri 29 Mei 2026 23:50 WIB 5
Olahraga Pagi atau Malam? Ini Penjelasan Ahli

Waktu terbaik untuk berolahraga kembali menjadi perdebatan, antara pagi dan malam. Menurut para ahli, pilihan tersebut tidak selalu memiliki jawaban yang sama untuk setiap orang, karena sangat dipengaruhi jenis latihan dan kondisi fisik masing-masing.

Sowon Jang, fisioterapis dan spesialis pilates di The Hundred Wellness Centre Dubai, menegaskan bahwa tidak ada waktu optimal yang berlaku umum. Ia menyebut, olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, kebiasaan hidup, serta tujuan kebugaran yang ingin dicapai.

Olahraga Pagi dan Malam

Olahraga pagi kerap dipilih untuk membangun rutinitas yang lebih teratur sebelum memulai aktivitas harian. Banyak orang merasa tubuh lebih siap menjalani hari ketika olahraga dilakukan di awal pagi.

Sementara itu, olahraga malam sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin melepas stres setelah bekerja atau beraktivitas seharian. Waktu ini dinilai lebih fleksibel bagi sebagian orang yang tidak sempat berolahraga pada pagi hari.

Meski sama-sama bermanfaat, efektivitas olahraga tetap bergantung pada kesesuaian dengan kondisi tubuh. Karena itu, waktu latihan tidak bisa dipisahkan dari jenis olahraga yang dipilih.

Manfaat Olahraga Pagi

Olahraga pagi membantu tubuh membentuk rutinitas yang lebih konsisten sebelum kesibukan dimulai. Aktivitas ini juga dapat membuat tubuh terasa lebih tenang dan napas lebih terkontrol.

Selain itu, olahraga di pagi hari dapat meningkatkan kesadaran tubuh dan memperbaiki postur sepanjang hari. Kondisi mental pun cenderung lebih jernih dan segar saat memulai kegiatan.

Dr. Louise Rix menjelaskan bahwa paparan sinar matahari di pagi hari membantu mengatur jam biologis atau ritme sirkadian. Hal ini bermanfaat bagi mereka yang ingin memperbaiki pola tidur dan menjaga energi harian.

Manfaat Olahraga Malam

Olahraga malam lebih cocok dilakukan dengan intensitas rendah agar tubuh tidak terlalu terstimulasi. Jenis latihan seperti berjalan santai atau berenang dapat menjadi pilihan yang lebih aman menjelang tidur.

Sowon Jang menjelaskan bahwa olahraga ringan pada malam hari tidak memicu peningkatan hormon stres secara berlebihan. Dengan begitu, tubuh tetap bergerak tanpa mengganggu kualitas istirahat.

Jika dilakukan terlalu berat, olahraga malam justru dapat membuat tubuh sulit rileks. Karena itu, intensitas latihan perlu dijaga agar tetap mendukung pemulihan tubuh setelah hari yang panjang.

Sesuaikan dengan Kondisi Tubuh

Dr. Jinelle D'souza menekankan bahwa latihan kekuatan atau olahraga berintensitas tinggi perlu ditopang kondisi tubuh yang baik. Tidur yang cukup menjadi salah satu faktor penting sebelum menjalani latihan berat.

Asupan nutrisi dan gizi yang seimbang juga perlu diperhatikan agar tubuh tidak kewalahan saat berolahraga. Dengan dukungan yang tepat, tubuh dapat beradaptasi lebih baik terhadap beban latihan.

Dr. Louise Rix menegaskan bahwa faktor terpenting bukan hanya jam olahraga, melainkan kesesuaian latihan dengan gaya hidup. Ketika waktu dan jenis olahraga selaras dengan rutinitas, kebiasaan sehat lebih mudah dipertahankan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!