OJK Sebut IHSG Terkoreksi, Prospek Jangka Panjang Tetap Kuat

Forex & Saham Gilang Nabaris 01 Juni 2026 12:00 WIB 2
OJK Sebut IHSG Terkoreksi, Prospek Jangka Panjang Tetap Kuat

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menyebut Indeks Harga Saham Gabungan sedang terkoreksi di tengah tekanan global. Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026. Meski demikian, ia menegaskan prospek investasi di Indonesia masih menjanjikan untuk jangka panjang.

Menurut Friderica, koreksi IHSG tidak lepas dari dinamika global yang memengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, OJK terus mendorong reformasi integritas di pasar modal untuk menjaga kepercayaan investor. Ia juga menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih berada pada jalur yang baik.

IHSG dan Sentimen Pasar

Friderica menjelaskan bahwa kondisi IHSG saat ini merupakan bagian dari dinamika yang wajar di pasar modal. Tekanan datang bersamaan dengan berbagai tantangan global yang memengaruhi arah investasi. Karena itu, pelaku pasar diminta tetap melihat situasi secara proporsional.

Ia menyebut reformasi integritas di sektor pasar modal tetap menjadi prioritas OJK. Reformasi tersebut diarahkan agar pasar tetap sehat, transparan, dan berdaya saing. Dalam pandangannya, fondasi yang kuat akan membantu pasar melewati periode volatilitas.

OJK menilai koreksi indeks tidak otomatis mengubah prospek investasi domestik. Pasar saham, kata Friderica, perlu dibaca dalam horizon yang lebih panjang. Dengan pendekatan itu, investor dapat menilai peluang secara lebih rasional.

Di tengah tekanan eksternal, kepercayaan terhadap pasar menjadi faktor penting. OJK berharap langkah penguatan regulasi mampu menjaga stabilitas pasar modal. Hal ini juga diharapkan dapat memperluas partisipasi investor di dalam negeri.

Fundamental Ekonomi Indonesia

Friderica menegaskan bahwa investasi di Indonesia tetap layak dipandang sebagai investasi jangka panjang. Alasannya, fundamental ekonomi nasional dinilai masih cukup kuat. Kondisi tersebut menjadi penopang utama bagi pasar keuangan.

Ia juga mengatakan pertumbuhan ekonomi akan terus didorong melalui berbagai program strategis pemerintah. OJK, pada saat yang sama, berkomitmen meningkatkan daya tahan sektor jasa keuangan. Sinergi keduanya diharapkan memperkuat kepercayaan pasar.

Menurut Friderica, fondasi ekonomi yang sehat akan memberi ruang bagi pemulihan pasar. Karena itu, pelaku usaha dan investor diminta tidak hanya terpaku pada pergerakan harian indeks. Pandangan jangka panjang dinilai lebih relevan untuk membaca arah ekonomi.

Ia menekankan bahwa konsistensi kebijakan menjadi kunci menjaga stabilitas. Reformasi, penguatan pengawasan, dan dukungan terhadap sektor riil harus berjalan beriringan. Dengan demikian, pasar modal dapat menjadi cermin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dorongan Pembiayaan UMKM

Friderica menyebut penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM sebagai fokus utama OJK. Untuk itu, lembaganya baru membentuk departemen khusus yang menangani pengembangan UMKM. Langkah ini diharapkan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.

Ia menilai UMKM memiliki peran besar dalam menopang perekonomian nasional. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala akses modal yang memadai. OJK ingin memastikan sektor ini memperoleh dukungan yang lebih terstruktur.

Penguatan pembiayaan UMKM juga dipandang penting untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah. Dengan akses pembiayaan yang lebih baik, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing. Efeknya diharapkan mengalir ke penciptaan lapangan kerja.

Friderica menegaskan bahwa kebijakan OJK tidak hanya berfokus pada sektor keuangan besar. Ia ingin memastikan pertumbuhan ekonomi memberi manfaat hingga ke lapisan usaha paling bawah. Karena itu, agenda pemberdayaan UMKM akan terus diperkuat.

Keuangan Digital dan Obligasi

Selain UMKM, OJK juga mendorong pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Salah satu opsi yang disorot adalah pengembangan obligasi daerah. Instrumen ini dinilai dapat membantu pembiayaan proyek di wilayah secara lebih mandiri.

Friderica mengatakan keuangan digital menjadi elemen penting dalam pengembangan sektor keuangan saat ini. Menurutnya, inovasi digital tidak dapat dihindari jika ingin mencapai pertumbuhan yang optimal. Namun, pengembangannya harus tetap aman dan berintegritas.

Ia menambahkan bahwa ekonomi hijau juga perlu didorong sebagai bagian dari agenda pembangunan. Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan pembiayaan yang lebih berkelanjutan. Dalam konteks ini, pasar keuangan memiliki peran strategis untuk menyalurkan dana.

OJK menilai integrasi antara digitalisasi, pendalaman pasar, dan pembiayaan pembangunan harus terus diperkuat. Dengan kerangka itu, pasar modal diharapkan tidak hanya menjadi tempat investasi, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi. Friderica menutup dengan penegasan bahwa reformasi akan terus dijalankan untuk menjaga kepercayaan publik.

Tag Terkait
#IHSG#OJK#pasar modal

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!