Nanda Nuril Ungkap Firasat Sebelum Gusmawati Wafat

Lifestyle Anindya Kirana Putri 24 Mei 2026 23:21 WIB 6
Nanda Nuril Ungkap Firasat Sebelum Gusmawati Wafat

Nanda Nuril mengungkap firasat yang ia rasakan sebelum ibundanya, Gusmawati Nuril, meninggal dunia. Pengakuan itu disampaikan usai Gusmawati dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut Nanda, beberapa hari sebelum berpulang, sang ibu sempat menunjukkan tanda-tanda yang belakangan ia anggap sebagai isyarat perpisahan. Hal itu semakin terasa ketika ia mengingat wafatnya kakak Gusmawati sekitar dua bulan sebelumnya.

Firasat Nanda Nuril

Nanda menuturkan, ia sempat berbincang dengan ibunya sebelum meninggal dunia. Dalam percakapan itu, ia melihat kemiripan wajah Gusmawati dengan almarhumah kakaknya.

Obrolan sederhana itu kemudian meninggalkan kesan yang dalam bagi Nanda. Ia mengaku menyimpan firasat tersebut dalam hati tanpa sempat mengungkapkannya secara langsung.

Menurut Nanda, kedekatan sang ibu dengan kakaknya sangat kuat sejak lama. Keduanya disebut memiliki hubungan yang begitu erat, seperti anak kembar.

Kenangan itu kini kembali teringat setelah kepergian Gusmawati. Bagi Nanda, momen tersebut menjadi bagian paling emosional sebelum sang ibu wafat.

Kondisi Kesehatan Gusmawati

Nanda menyebut ibunya dikenal sebagai sosok yang kuat dan jarang mengeluhkan sakit. Bahkan ketika kondisi tubuhnya mulai menurun, Gusmawati tetap berusaha terlihat tegar.

Sebelumnya, Gusmawati sempat didiagnosis mengalami lumpuh pita suara sebelah. Keluarga tidak menyangka kondisi itu akan berkembang menjadi keadaan yang lebih serius.

Dalam keseharian, Gusmawati juga sempat mengeluhkan nafsu makan yang menurun. Namun, saran dokter saat itu masih berfokus pada pola makan sedikit demi sedikit.

Meski ada gangguan kesehatan, keluarga tetap berupaya memberikan perawatan terbaik. Mereka berharap kondisi sang ibu dapat membaik seiring waktu.

Detik-Detik Sang Ibu Pergi

Nanda mengungkap, kondisi ibunya memburuk setelah tersedak air putih. Kejadian itu membuat situasi di rumah berubah cepat dan menegangkan.

Saat peristiwa itu terjadi, ia mengaku sempat panik karena sebelumnya sudah berjanji dengan Fedi Nuril untuk membawa sang ibu kontrol ke rumah sakit. Ia lalu berusaha menenangkan diri dan mengambil tindakan cepat.

Dalam keadaan panik, Nanda memindahkan tubuh ibunya ke sofa seorang diri. Ia menyebut Gusmawati mengembuskan napas terakhir di kursi tersebut.

Ia juga sempat berdoa agar diberi kekuatan untuk memindahkan sang ibu dengan selamat. Menurut Nanda, momen itu menjadi salah satu yang paling sulit dalam hidupnya.

Fedi Nuril Datang Menyusul

Tak lama setelah itu, Fedi Nuril tiba di rumah dan langsung memahami keadaan yang terjadi. Tanpa banyak bertanya, ia masuk ke dalam rumah dengan cepat.

Nanda menuturkan, adiknya bahkan tidak sempat melepas sepatu ketika masuk. Sikap itu membuat suasana haru semakin terasa di tengah kepanikan keluarga.

Dokter kemudian datang untuk memastikan kondisi Gusmawati Nuril. Saat itu, momen kepergian sang ibu disebut bertepatan dengan azan Asar.

Setelah dokter memastikan Gusmawati telah meninggal dunia, Nanda dan Fedi akhirnya tak kuasa menahan tangis. Keduanya kemudian berpelukan sambil menerima kepergian ibunda tercinta.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!