Nanda Nuril mengungkap kisah haru di balik kepergian ibundanya, Gusmawati Nuril, yang dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/5/2026). Dalam pengakuannya, Nanda menyebut sempat merasakan firasat sebelum sang ibu meninggal dunia.
Firasat itu muncul setelah ia melihat kondisi sang ibu yang dinilainya semakin mirip dengan almarhumah kakak Gusmawati yang wafat sekitar dua bulan sebelumnya. Cerita tersebut ia sampaikan saat mengenang detik-detik terakhir sang ibu yang meninggal setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Firasat Nanda Nuril
Nanda Nuril bercerita bahwa dirinya sempat berbincang dengan sang ibu beberapa hari sebelum meninggal dunia. Dalam percakapan itu, ia merasa ada kemiripan wajah yang sangat kuat antara Gusmawati dan almarhumah kakaknya.
Menurut Nanda, percakapan sederhana itu justru meninggalkan kesan mendalam. Ia mengaku sempat menyimpan firasat dalam hati, meski tidak pernah mengucapkannya secara langsung kepada ibundanya.
Firasat itu kemudian terbukti saat Gusmawati benar-benar menyusul kakaknya yang telah lebih dulu berpulang. Bagi Nanda, momen tersebut menjadi pengalaman emosional yang sulit dilupakan.
Kondisi Kesehatan Gusmawati
Nanda menjelaskan bahwa ibundanya dikenal sebagai sosok yang kuat dan jarang mengeluhkan sakit. Bahkan ketika kondisi kesehatan mulai menurun, Gusmawati tetap berusaha terlihat tegar di depan keluarga.
Sebelumnya, Gusmawati disebut sempat didiagnosis mengalami lumpuh pita suara sebelah. Meski begitu, keluarga tidak menduga kondisi itu akan berujung pada kepergian sang ibu.
Nanda juga mengingat bahwa ibunya sempat mengeluhkan tidak nafsu makan kepada dokter. Saat itu, keluarga hanya menerima saran agar Gusmawati makan sedikit demi sedikit setiap dua jam.
Detik Terakhir Di Rumah
Menurut Nanda, kondisi sang ibu menurun setelah sempat kesedak air putih. Peristiwa itu disebutnya sebagai momen yang sudah beberapa kali terjadi sebelumnya.
Ia mengaku panik karena sempat berjanji dengan sang adik, Fedi Nuril, untuk membawa ibunya melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Di tengah kepanikan itu, Nanda berusaha memindahkan tubuh ibunya ke sofa seorang diri.
Gusmawati disebut meninggal di kursi sebelum akhirnya dipindahkan. Nanda mengaku sempat berdoa agar diberi kekuatan untuk mengangkat sang ibu, dan syukurlah ia berhasil melakukannya.
Kedatangan Fedi Nuril
Tak lama setelah itu, Fedi Nuril tiba di rumah dan langsung memahami situasi tanpa banyak bertanya. Menurut Nanda, Fedi bahkan masuk ke dalam rumah dengan cepat tanpa sempat membuka sepatu.
Kehadiran Fedi membuat suasana haru semakin terasa di rumah duka. Keduanya kemudian menunggu kedatangan dokter untuk memastikan kondisi Gusmawati Nuril.
Nanda menyebut dokter datang bertepatan dengan azan Asar. Setelah dokter memastikan sang ibu telah meninggal dunia pada pukul 15.53, Nanda dan Fedi tak kuasa menahan tangis dan akhirnya berpelukan.
