Mitos Air Putih yang Sering Dipercaya Masyarakat

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 00:44 WIB 2
Mitos Air Putih yang Sering Dipercaya Masyarakat

Air putih memiliki peran penting bagi tubuh karena membantu menjaga suhu, mendukung kerja ginjal, serta melancarkan pencernaan. Cairan juga membawa nutrisi ke seluruh sel sehingga kebutuhan minum tidak boleh dianggap sepele.

Namun, di media sosial masih banyak beredar anggapan yang belum tentu benar tentang kebiasaan minum air putih. Sebagian orang percaya harus minum dalam jumlah tertentu setiap hari, sementara yang lain justru menghindari minum saat makan karena takut mengganggu pencernaan.

Mitos Air Putih

Anggapan bahwa setiap orang wajib minum delapan gelas air putih per hari masih sangat populer. Padahal, kebutuhan cairan tidak selalu sama pada setiap individu.

Kebutuhan air dapat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, cuaca, dan kondisi kesehatan. Seseorang yang banyak bergerak atau sering berkeringat biasanya memerlukan cairan lebih banyak dibandingkan orang yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.

Sebagian cairan juga bisa diperoleh dari makanan, seperti buah, sayur, sup, dan minuman lain. Karena itu, jumlah konsumsi air putih sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, bukan hanya mengikuti patokan umum.

Kebutuhan Cairan Tubuh

Perbedaan kebutuhan cairan sudah dijelaskan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi. Aturan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air dibedakan berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Remaja laki-laki usia 16 sampai 18 tahun, misalnya, dianjurkan mengonsumsi sekitar 2300 mililiter air per hari. Pada kelompok usia yang sama, remaja perempuan dianjurkan sekitar 2150 mililiter per hari.

Pada orang dewasa, kebutuhan cairan laki-laki umumnya juga lebih tinggi dibandingkan perempuan. Perbedaan itu dipengaruhi komposisi tubuh, massa otot, serta metabolisme yang berjalan di dalam tubuh.

Tanda Tubuh Terhidrasi

Rasa haus sering menjadi sinyal awal bahwa tubuh mulai kekurangan cairan. Saat tanda itu muncul, tubuh sebenarnya sudah membutuhkan asupan air putih.

Warna urine juga dapat menjadi indikator sederhana untuk menilai status hidrasi. Urine yang cenderung bening atau kuning muda biasanya menandakan tubuh cukup cairan.

Selain itu, tubuh yang terhidrasi baik umumnya terasa lebih segar dan tidak mudah lemas. Sebaliknya, kekurangan cairan dapat membuat konsentrasi menurun dan tubuh terasa kurang bertenaga.

Faktor Penentu Minum Air

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients menyebutkan bahwa kebutuhan cairan dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya adalah metabolisme tubuh dan lingkungan sekitar.

Cuaca panas, aktivitas fisik berat, dan kebiasaan berkeringat dapat meningkatkan kebutuhan minum air putih. Pada kondisi tertentu, tubuh juga bisa membutuhkan cairan tambahan agar tetap bekerja optimal.

Karena itu, memahami sinyal tubuh menjadi langkah penting untuk menjaga hidrasi tanpa berlebihan. Memenuhi kebutuhan cairan secara tepat akan membantu tubuh tetap bugar sepanjang hari.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!