Met Gala 2026 Usung Fashion Is Art dan Penuh Kontroversi

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 20:16 WIB 2
Met Gala 2026 Usung Fashion Is Art dan Penuh Kontroversi

Met Gala 2026 diperkirakan kembali menjadi salah satu ajang mode paling bergengsi di dunia, namun tahun ini sorotan tidak hanya tertuju pada kemewahan karpet merah. Acara yang digelar di Metropolitan Museum of Art, New York City, Amerika Serikat, itu juga dibayangi kontroversi yang memicu seruan boikot dari sebagian pihak.

Tema besar yang diusung menyoroti hubungan erat antara mode dan seni, dengan dress code Fashion is Art sebagai panduan para tamu. Pertanyaan utama kini mengarah pada bagaimana selebritas, desainer, dan tokoh berpengaruh akan menerjemahkan tema tersebut dalam busana yang tampil di hadapan publik dunia.

Tema Fashion Is Art

Dress code Met Gala selalu mengikuti pameran musim semi Costume Institute di Metropolitan Museum of Art. Pada 2026, pameran bertajuk Costume Art menampilkan sekitar 200 objek seni yang dipasangkan dengan 200 busana.

Konsep tersebut dirancang untuk menegaskan bahwa mode dan seni saling memengaruhi sepanjang sejarah. Dengan pendekatan itu, para undangan diharapkan menghadirkan interpretasi yang tidak hanya glamor, tetapi juga memiliki kedalaman artistik.

Pemilihan Fashion is Art sebagai dress code memberi ruang besar bagi kreativitas para tamu. Namun, tema ini juga menantang mereka untuk tampil relevan tanpa kehilangan identitas pribadi di panggung mode paling prestisius itu.

Jadwal Met Gala 2026

Seperti tradisi pada tahun-tahun sebelumnya, Met Gala digelar pada Senin pertama di bulan Mei. Untuk 2026, acara tersebut berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026, waktu setempat di New York.

Jika mengacu pada zona waktu Indonesia, penyelenggaraan itu jatuh pada Selasa pagi. Perbedaan waktu ini membuat publik di berbagai negara menunggu rangkaian penampilan para undangan secara serentak melalui pemberitaan dan siaran digital.

Waktu pelaksanaan yang konsisten menjadi bagian penting dari identitas Met Gala. Pola ini juga mempertegas posisinya sebagai pembuka tidak resmi bagi musim pameran mode dan seni di Amerika Serikat.

Representasi Tubuh Inklusif

Kurator Andrew Bolton membawa pendekatan yang lebih inklusif dalam pameran Costume Art. Ia menampilkan berbagai tipe tubuh yang selama ini jarang mendapat perhatian dalam sejarah seni, termasuk tubuh difabel dan tubuh besar.

Langkah tersebut menjadi penanda penting dalam dunia mode yang selama ini kerap dikritik karena standar tubuh yang sempit. Dengan menghadirkan keragaman bentuk tubuh, pameran ini menegaskan bahwa seni dan mode dapat merepresentasikan lebih banyak pengalaman manusia.

Sebanyak 25 manekin baru dibuat untuk mendukung konsep tersebut. Dari jumlah itu, sembilan di antaranya berasal dari pemindaian tubuh nyata, termasuk milik aktivis Sinead Burke, yang dikenal vokal dalam isu inklusi.

Tiket Super Eksklusif

Met Gala tetap menjadi acara tertutup yang tidak dapat diakses publik secara umum. Undangan hanya diberikan kepada kalangan selebritas, tokoh berpengaruh, serta elite industri mode dan hiburan.

Harga tiket individu dilaporkan mencapai US$100.000 atau sekitar Rp1,6 miliar. Sementara itu, meja untuk 10 orang dipatok mulai dari US$350.000, sehingga kehadiran di acara ini menjadi simbol status yang sangat tinggi.

Kombinasi antara eksklusivitas, kemewahan, dan tema yang kuat membuat Met Gala selalu menjadi perbincangan global. Pada 2026, perhatian publik tidak hanya tertuju pada gaun yang dikenakan para tamu, tetapi juga pada pesan sosial dan artistik yang ikut mereka bawa ke karpet merah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!