Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa mulai besok dirinya akan membantu Bank Indonesia dalam mengendalikan tekanan rupiah terhadap dolar AS. Rupiah berada pada kisaran Rp17.500 per dolar AS, meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar. Purbaya menyebut langkah ini akan dilakukan melalui intervensi di pasar surat berharga dengan memanfaatkan skema Bond Stabilization Fund BSF.
Menurutnya, intervensi akan dilakukan dengan masuk ke pasar obligasi melalui BSF yang dioperasikan pada instrumen yang tersedia. Ia menyatakan BSF belum terkumpul penuh, namun pemerintah dapat mengaktivasi dana yang ada untuk menjaga yield agar tidak naik terlalu tinggi. Besok mulai jalan, kata Purbaya, saat menjelaskan tahapan operasional skema tersebut.
Intervensi Bond
Rencana intervensi Bond direncanakan melalui pasar surat berharga untuk menstabilkan yield obligasi. Pemerintah menyatakan BSF akan diaktifkan pada instrumen yang ada di pasar untuk menahan tekanan volatil. Purbaya menekankan langkah ini dilakukan agar rupiah tidak jatuh lebih dalam.
BSF tidak sepenuhnya terkumpul bukan berarti tidak bisa jalan, pemerintah akan memanfaatkan kas yang ada untuk mengintervensi yield. Lembaga terkait menilai langkah ini mampu menahan pergerakan yield yang terlalu tinggi. Dalam prosesnya, intervensi akan dilakukan secara selektif sesuai kebutuhan pasar.
Besok mulai jalan APBN 2026 aman meski asumsi kurs sedikit berbeda. APBN 2026 telah memasukkan asumsi kurs sekitar Rp17.500 per USD, meskipun UU APBN mencantumkan Rp16.500 per USD. Ia menegaskan bahwa realisasi di atas asumsi tersebut tidak berarti APBN berada di luar kontrol, karena masih dalam parameter yang wajar.
Implikasi terhadap rupiah dan aliran modal Secara umum, intervensi ini diharapkan dapat menenangkan volatilitas rupiah terhadap dolar AS. Dengan menstabilkan yield obligasi, rupiah berpotensi menguat jika kondisi pasar membaik. Langkah ini juga bertujuan untuk mencegah investor asing merealisasikan kerugian akibat pergerakan yield.
Kesiapan anggaran Menurut Purbaya, APBN 2026 tetap dalam posisi relatif aman secara fiskal. Kas negara dinilai cukup untuk operasional intervensi jika diperlukan. Ia menekankan bahwa skema BSF merupakan alat pendukung, bukan pengganti kebijakan BI.
Besok mulai jalan ujar Purbaya, intervensi akan dimulai besok dengan koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Ia menambahkan langkah ini akan dievaluasi berkala sesuai perkembangan pasar. Informasi rinci mengenai jumlah alokasi dan mekanisme operasional akan disampaikan kemudian.
