Mengenal Biblical Diet yang Viral di Media Sosial

Lifestyle Anindya Kirana Putri 26 Mei 2026 21:49 WIB 2
Mengenal Biblical Diet yang Viral di Media Sosial

Belakangan ini, tren diet terus berkembang, mulai dari intermittent fasting hingga clean eating. Kini, muncul pola makan baru yang ramai dibahas di media sosial, yaitu biblical diet. Tren ini menarik perhatian karena menggabungkan pilihan makanan sehat dengan nilai spiritual dan keagamaan. Banyak pengguna internet mulai penasaran setelah melihat konten para influencer di TikTok, Instagram, hingga Facebook.

Melansir Oddity Central, biblical diet adalah pola makan yang berfokus pada makanan yang disebut dalam Alkitab. Jenis makanan yang dianjurkan umumnya alami, minim proses, dan dianggap lebih sederhana dibanding pola makan modern. Di sisi lain, makanan ultra-proses dan tinggi bahan tambahan cenderung dihindari. Popularitasnya terus naik karena dinilai relevan dengan gaya hidup sehat yang sedang digemari.

Biblical diet yang viral

Biblical diet menekankan konsumsi bahan pangan yang dianggap sesuai dengan ajaran dalam Alkitab. Menu yang sering disebut antara lain ikan, roti, buah-buahan, sayuran, madu, biji-bijian, dan minyak zaitun. Pola makan ini mengutamakan makanan alami yang tidak melalui banyak proses industri. Karena itu, banyak orang menilainya sebagai pendekatan diet yang lebih sederhana.

Konsep tersebut juga menarik karena tidak hanya berbicara soal makanan, tetapi juga makna hidup. Sebagian pengikutnya percaya bahwa pola makan ini dapat mendukung kesehatan tubuh sekaligus memperkuat spiritualitas. Kombinasi antara unsur religius dan gaya hidup sehat membuat biblical diet cepat menyebar di media sosial. Topik ini kemudian menjadi bahan diskusi di berbagai platform digital.

Meski terkesan baru, biblicial diet sejatinya bukan konsep yang muncul tiba-tiba. Gagasan tentang makanan alami dan sederhana sudah lama dikenal dalam berbagai ajaran keagamaan. Namun, popularitasnya melonjak seiring meningkatnya konsumsi konten pendek di media sosial. Alhasil, pola makan ini kini lebih mudah ditemukan dalam bentuk video, ulasan, dan panduan praktis.

Tokoh populer bibical diet

Salah satu sosok yang ikut mempopulerkan tren ini adalah Kayla Bundy. Perempuan berusia 27 tahun itu dikenal sebagai influencer diet biblical di TikTok dengan lebih dari 500 ribu pengikut. Ia mengaku telah menjalani pola makan tersebut selama delapan tahun. Ketertarikannya muncul setelah memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi tokoh-tokoh dalam Alkitab.

Kayla menilai makanan bukan sekadar kebutuhan tubuh, tetapi juga bagian dari cara menjaga kesehatan dan spiritualitas. Dari popularitasnya di media sosial, ia kemudian menjadikan tren ini sebagai peluang bisnis. Ia menjual panduan digital mengenai superfood ala biblical diet. Selain itu, ia juga membuka sesi konsultasi berbayar bagi pengikutnya.

Selain Kayla, ada Abbie Stasior, ahli gizi asal Nashville, yang kerap mengaitkan pola makan sehat dengan ayat-ayat Alkitab. Ia sering mencontohkan sarapan roti dan ikan yang disebut sebagai makanan Yesus bersama para muridnya. Menurutnya, kombinasi itu dapat dipahami sebagai sumber karbohidrat dan protein yang seimbang. Pendekatan ini membuat biblical diet terasa lebih mudah dicerna oleh audiens luas.

Konten sehat di platform digital

Tren biblical diet juga diangkat oleh Annalies Xaviera, seorang ibu rumah tangga dengan ratusan ribu pengikut di Facebook. Kontennya banyak membahas makanan lokal, alami, dan tidak diproses. Ia kerap menyertakan doa serta kutipan ayat Alkitab dalam setiap unggahan. Gaya penyajian seperti ini membuat pesannya terasa lebih personal dan dekat dengan pengikutnya.

Pola makan yang ia tampilkan umumnya sederhana dan mudah diikuti. Bahan makanan yang digunakan sering kali berasal dari dapur rumah dan pasar tradisional. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat kembali ke makanan utuh yang minim proses. Tidak heran bila banyak pengguna media sosial menganggapnya lebih realistis dibanding diet yang terlalu ketat.

Kehadiran para kreator konten ini membuat biblical diet cepat dikenal luas. Konten mereka memadukan saran makan sehat dengan narasi religius yang kuat. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi audiens yang mencari pola hidup baru. Di tengah banyaknya tren diet, pendekatan ini berhasil menonjol karena memiliki identitas yang khas.

Catatan ahli gizi

Meski viral, para ahli mengingatkan bahwa pola makan apa pun tetap harus memperhatikan kebutuhan nutrisi tubuh. Diet yang baik tidak cukup hanya menghindari makanan tertentu. Tubuh tetap memerlukan asupan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah seimbang. Karena itu, pemilihan menu tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Pola makan yang terlalu kaku juga dapat menimbulkan risiko bila tidak disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing orang. Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda, tergantung usia, aktivitas, dan riwayat kesehatan. Konsultasi dengan tenaga profesional dapat membantu menentukan pola makan yang tepat. Dengan begitu, manfaat diet bisa diperoleh tanpa mengorbankan kesehatan.

Secara umum, biblical diet bisa dipahami sebagai salah satu alternatif gaya hidup sehat yang sedang populer. Namun, popularitas di media sosial tidak selalu sejalan dengan kebutuhan medis seseorang. Kunci utama tetap terletak pada keseimbangan dan keberlanjutan pola makan. Jika dijalankan dengan bijak, tren ini dapat menjadi inspirasi, bukan sekadar ikut-ikutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!