Nama Marcel Radhival atau Pesulap Merah kembali menjadi sorotan setelah videonya soal Gunung Kawi viral di media sosial. Dalam video itu, muncul sejumlah nama selebriti yang disebut pernah datang ke lokasi yang kerap dikaitkan dengan ritual pesugihan, termasuk Sarwendah. Marcel kemudian menjelaskan alasan di balik pembuatan konten tersebut.
Ia mengaku konten itu dibuat karena banyak permintaan dari warganet yang ingin melihat pembahasan mengenai praktik yang dipercaya sebagian orang berkaitan dengan pesugihan. Menurut Marcel, ketertarikan publik terhadap Gunung Kawi membuatnya ingin mencari tahu langsung ke lokasi. Ia menegaskan, kunjungan itu dilakukan untuk memperoleh penjelasan dari sumber yang berada di lapangan.
Asal Mula Konten
Marcel menyebut ide membuat video tentang Gunung Kawi muncul dari banyaknya pertanyaan di media sosial. Ia merasa perlu memberi jawaban atas rasa penasaran warganet yang terus berdatangan. Karena itu, ia memilih datang langsung agar informasi yang diperoleh tidak sekadar berdasarkan asumsi.
Dalam perjalanannya, Marcel sempat berbincang dengan seorang kuncen di lokasi. Ia mengatakan sang kuncen berbicara secara terbuka dan tidak memakai inisial ketika menyebut nama-nama yang ditanyakan. Menurut Marcel, jawaban itu justru muncul dengan sangat ceplas-ceplos.
Setelah video tersebut diunggah, Marcel mengaku kembali menelusuri informasi yang diterimanya. Ia menemukan bahwa kuncen itu memang sudah lama menyebut nama-nama serupa dalam berbagai wawancara lain. Temuan itu, menurut dia, membuat isi videonya tidak berdiri sendiri.
Marcel juga menegaskan bahwa dirinya datang ke Gunung Kawi murni karena rasa ingin tahu. Ia ingin mengetahui siapa saja tokoh publik yang pernah datang ke tempat tersebut. Bagi Marcel, pertanyaan semacam itu wajar muncul ketika sebuah lokasi terus menjadi perbincangan luas.
Perbincangan Dengan Kuncen
Marcel menjelaskan, saat bertemu kuncen, ia langsung menanyakan apakah ada artis yang pernah berkunjung. Pertanyaan itu, kata dia, dijawab tanpa ragu oleh sang kuncen. Nama-nama yang disebut pun kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya tersebar.
Ia menyebut, dalam obrolan itu tidak hanya artis yang dibahas, tetapi juga sejumlah politikus. Nama-nama tersebut muncul saat percakapan berlangsung secara terbuka. Marcel menilai hal itu membuat konten yang dibuatnya terasa relevan dengan kondisi di lapangan.
Menurut Marcel, jawaban kuncen bukanlah sesuatu yang baru. Ia mengaku menemukan nama yang sama dalam sejumlah video lain yang juga menampilkan wawancara serupa. Karena itu, ia menilai sumber informasi tersebut memang konsisten dari waktu ke waktu.
Meski demikian, Marcel tidak ingin pembahasan itu dipahami secara berlebihan. Ia hanya mencoba merekam hasil percakapan yang didapat di lokasi. Dengan begitu, publik dapat menilai sendiri isi konten yang telah ia unggah.
Pandangan Soal Ritual
Marcel menilai ritual di Gunung Kawi lebih dekat dengan kepercayaan Kejawen. Ia menegaskan, praktik itu menurut pengamatannya bukan ritual yang identik dengan pemanggilan makhluk gaib. Pandangan tersebut ia sampaikan untuk meluruskan persepsi publik yang kerap bercampur dengan mitos.
Ia juga menolak anggapan bahwa dirinya mendukung praktik semacam pesugihan. Sebagai seorang muslim, Marcel mengaku tidak membenarkan ritual yang bertentangan dengan keyakinannya. Ia menilai setiap agama memiliki cara sendiri dalam memaknai ikhtiar dan rezeki.
Dalam penjelasannya, Marcel menyebut ajaran Islam memiliki jalan yang berbeda untuk memohon kelancaran rezeki. Ia mencontohkan sedekah, kurban, umrah, dan haji sebagai bentuk amalan yang dianjurkan. Bagi dia, jalur itu lebih sesuai dengan keyakinan yang dipegang.
Marcel berharap publik memahami bahwa konten yang dibuatnya bukan untuk menghakimi kepercayaan tertentu. Ia hanya ingin membuka ruang diskusi yang lebih jelas mengenai Gunung Kawi. Dengan demikian, informasi yang beredar tidak semata mengikuti rumor di media sosial.
Reaksi Publik
Viralnya video tersebut memicu banyak perhatian dari warganet. Sebagian menyoroti munculnya nama-nama selebriti, sementara yang lain menilai Marcel hanya menjalankan konten investigatif. Situasi itu membuat namanya kembali ramai dibicarakan di ruang digital.
Di sisi lain, pembahasan soal Gunung Kawi memang kerap memancing rasa ingin tahu masyarakat. Lokasi itu sudah lama dikaitkan dengan berbagai cerita mistis dan kepercayaan turun-temurun. Karena itu, setiap konten yang membahasnya hampir selalu menuai respons besar.
Marcel tampaknya memahami bahwa isu semacam ini mudah berkembang menjadi perdebatan. Ia pun berusaha menjelaskan sumber informasi yang ia dapatkan agar tidak menimbulkan salah tafsir. Menurutnya, transparansi penting dalam membahas topik yang sensitif.
Dengan klarifikasi tersebut, Marcel berharap publik melihat konteks videonya secara utuh. Ia menegaskan kembali bahwa tujuan utamanya adalah menjawab rasa penasaran warganet. Pada saat yang sama, ia tetap menjaga pandangan pribadinya terhadap praktik yang tidak sejalan dengan keyakinannya.
