Mantan Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Alami Mati Suri

Lifestyle Clara Monica 28 Mei 2026 15:50 WIB 3
Mantan Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Alami Mati Suri

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku tiga kali mengalami mati suri dalam hidupnya. Pengalaman itu, menurut wanita 55 tahun tersebut, mengubah cara pandangnya tentang kematian, kesadaran manusia, dan hubungan antara sains dengan spiritualitas.

Honkala mengatakan setiap pengalaman berada di ambang kematian selalu memberi sensasi yang sama, yakni seolah memasuki dimensi lain yang tak dapat dijelaskan oleh pancaindra. Ia menilai kondisi itu terasa seperti realitas yang lebih dalam, penuh ketenangan, dan berada di luar tubuh fisik.

Pengalaman mati suri Honkala

Honkala memiliki gelar doktor di bidang ilmu kelautan dan pernah bekerja untuk NASA serta Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia mengklaim pengalaman mati suri pertamanya terjadi saat berusia dua tahun, ketika terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya.

Saat itu, pengasuh disebut sedang mendengarkan radio di ruangan lain, sementara ibunya pulang tepat waktu dan menyelamatkannya. Honkala mengaku sempat panik karena kesulitan bernapas, sebelum rasa takut itu perlahan berubah menjadi ketenangan yang sangat mendalam.

Ia mengatakan kesadarannya terasa terpisah dari tubuh fisik, lalu melihat tubuh kecilnya mengambang di dalam air. Dalam kondisi itu, menurutnya, ia tidak lagi merasa sebagai anak kecil, melainkan sebagai kesadaran murni tanpa waktu dan tanpa ketakutan.

Kesadaran di luar tubuh

Honkala menyebut pengalaman tersebut membuatnya merasa seolah berada di lapisan realitas yang lebih dalam. Ia menggambarkan keadaan itu sebagai ruang kesadaran yang luas, cerdas, dan saling terhubung.

Salah satu bagian yang paling mengejutkan dari kisahnya adalah klaim bahwa ia dapat melihat ibunya beberapa blok jauhnya. Honkala juga mengatakan dirinya sempat berkomunikasi dengan sang ibu tanpa berbicara, saat dirinya masih tidak sadarkan diri di dalam air.

Ibunya kemudian disebut bergegas pulang dan menemukan Honkala di dalam tangki air. Sejak momen itu, Honkala mengaku tidak lagi takut pada kematian karena merasa telah memperoleh gambaran yang berbeda tentang apa yang terjadi setelah hidup berakhir.

Sains dan spiritualitas

Selain pengalaman masa kecil, Honkala mengaku dua kali mengalami mati suri lagi dalam hidupnya. Peristiwa pertama terjadi setelah kecelakaan motor pada usia 25 tahun, sedangkan yang kedua terjadi saat usianya 52 tahun ketika tekanan darahnya turun drastis saat operasi.

Ia mengatakan ketiga pengalaman itu selalu membawanya pada keadaan damai yang sama. Menurutnya, pengalaman spiritual justru mendorongnya untuk semakin tertarik mendalami sains dan memahami hakikat realitas melalui observasi serta penelitian.

Honkala kemudian menyimpulkan bahwa sains dan spiritualitas tidak selalu saling bertentangan. Ia menilai keduanya mungkin hanya berusaha menjelaskan misteri yang sama dari sudut pandang berbeda.

Perdebatan ilmiah mati suri

Meski kisah Honkala menarik perhatian, pengalaman mati suri masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti. Sebagian ahli menilai fenomena itu dapat dipicu halusinasi atau respons psikologis saat seseorang berada di ambang kematian.

Sejumlah penyintas pengalaman serupa juga kerap melaporkan melihat cahaya terang, anggota keluarga yang telah meninggal, hingga sosok religius. Pola pengakuan yang berulang membuat fenomena ini terus menjadi bahan penelitian dan diskusi di bidang neurosains maupun psikologi.

Namun Honkala tetap yakin bahwa yang dialaminya bukan sekadar mimpi atau imajinasi. Baginya, pengalaman itu menjadi bukti bahwa kesadaran mungkin tidak hanya dihasilkan oleh otak, melainkan sesuatu yang lebih mendasar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!