Mantan Ilmuwan NASA Cerita Tiga Kali Mati Suri

Lifestyle Anindya Kirana Putri 24 Mei 2026 23:57 WIB 7
Mantan Ilmuwan NASA Cerita Tiga Kali Mati Suri

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah tiga kali mengalami mati suri dalam hidupnya. Pengalaman yang disebutnya terjadi saat berada di ambang kematian itu mengubah cara pandangnya tentang kematian dan kesadaran manusia.

Wanita berusia 55 tahun itu mengatakan setiap kejadian tersebut menghadirkan sensasi yang sama, yakni seolah masuk ke dimensi lain yang tidak bisa dijelaskan oleh pancaindra. Honkala menilai pengalaman itu terasa seperti memasuki lapisan realitas yang lebih dalam, dengan kesadaran yang luas, cerdas, dan saling terhubung.

Mati Suri dan Kesadaran

Honkala menyebut pengalaman mendekati kematian selalu meninggalkan kesan yang mendalam. Ia merasa kesadaran manusia tidak berhenti begitu saja ketika tubuh fisik melemah.

Menurut pengakuannya, kondisi itu membuatnya tidak merasakan waktu dan ketakutan. Ia justru mengalami ketenangan yang sangat kuat di tengah situasi kritis.

Kisah ini ia sampaikan dalam wawancara yang dikutip dari New York Post. Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar cara pandangnya terhadap hidup dan kematian.

Pengalaman Pertama Saat Kecil

Honkala mengklaim mati suri pertamanya terjadi saat berusia dua tahun. Saat itu, ia terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya tanpa diketahui pengasuh yang sedang berada di ruangan lain.

Ibunya disebut pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya. Namun sebelum pertolongan datang, Honkala kecil mengaku sempat mengalami kepanikan karena kesulitan bernapas.

Rasa takut itu, menurutnya, kemudian berubah menjadi ketenangan dan keheningan yang luar biasa. Ia juga merasa kesadarannya terpisah dari tubuh fisiknya dan melihat tubuh kecilnya mengambang di air.

Pengalaman di Luar Tubuh

Dalam kondisi tersebut, Honkala mengatakan dirinya tidak lagi merasa seperti anak kecil dalam tubuh. Ia menyebut dirinya sebagai kesadaran murni, medan kesadaran, dan cahaya.

Ia mengaku tidak merasakan waktu, tidak memiliki pikiran, dan tidak merasa takut. Semua yang dialaminya, kata Honkala, terasa sangat nyata meski sulit dijelaskan.

Salah satu bagian yang paling membekas adalah klaimnya bahwa ia bisa melihat ibunya beberapa blok jauhnya saat tidak sadarkan diri. Ia bahkan merasa dapat berkomunikasi dengan sang ibu tanpa berbicara.

Sains dan Spiritualitas

Honkala memiliki gelar doktor di bidang ilmu kelautan dan pernah bekerja untuk NASA serta Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia mengaku dua pengalaman mati suri lain terjadi setelah kecelakaan motor saat berusia 25 tahun, serta ketika menjalani operasi pada usia 52 tahun.

Ia mengatakan ketiga pengalaman itu selalu membawanya ke keadaan damai yang sama. Meski jarang membahasnya di publik, ia mengaku pengalaman spiritual justru membuatnya tertarik mendalami sains.

Menurut Honkala, sains dan spiritualitas tidak harus saling bertentangan. Keduanya, kata dia, mungkin hanya mencoba menjelaskan misteri yang sama dari sudut pandang berbeda.

Meski demikian, pengalaman mati suri masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti. Sebagian ilmuwan menilai fenomena itu bisa dipicu halusinasi atau mekanisme psikologis saat seseorang berada di ambang kematian.

Sejumlah orang yang mengalami hal serupa juga kerap melaporkan melihat cahaya terang, anggota keluarga yang telah meninggal, atau sosok religius. Namun Honkala tetap yakin bahwa yang dialaminya bukan sekadar mimpi atau imajinasi.

Bagi Honkala, pengalaman itu membuktikan bahwa kesadaran mungkin tidak hanya dihasilkan oleh otak. Ia meyakini ada sesuatu yang lebih mendasar di balik hidup manusia dan kematian itu sendiri.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!