Mahasiswi Palangka Raya Raup Omzet Rp5 Juta dari We.Eats

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 23 Mei 2026 10:14 WIB 7
Mahasiswi Palangka Raya Raup Omzet Rp5 Juta dari We.Eats

Seorang mahasiswi asal Palangka Raya, Windy Maulidya, berhasil mengubah ide dari bangku kuliah menjadi usaha kuliner kekinian bernama We.Eats. Bisnis yang ia rintis sejak September 2023 itu kini berkembang pesat dan menghasilkan omzet bersih hingga Rp5 juta per bulan.

Langkah Windy berawal dari jurusan bisnis yang ia tempuh, karena banyak tugas perkuliahan yang mendorongnya membangun usaha sejak dini. Dari modal terbatas dan promosi sederhana di media sosial, ia perlahan membangun pasar dan menjaga layanan agar tetap berjalan setiap hari.

Kuliner We.Eats dari Kampus

Windy Maulidya, 23 tahun, mulai serius mengembangkan usaha kuliner setelah melihat peluang dari tugas kuliah yang relevan dengan dunia bisnis. Ia menilai pengalaman akademik dapat langsung diterapkan untuk membangun usaha yang berkelanjutan. Dari situ, ide untuk membuka bisnis makanan muncul pada September 2023.

Ketertarikannya pada dunia memasak membuat Windy semakin mantap menekuni usaha kuliner. Menurutnya, hobi yang dijalankan dengan konsisten dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Ia kemudian memberi nama usahanya We.Eats agar mudah diingat pelanggan.

Pada tahap awal, Windy menjalankan penjualan dengan sistem pre-order dan hanya melayani teman terdekat. Cara itu membantunya menguji pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal. Seiring waktu, respons pelanggan makin baik dan usahanya mulai dikenal lebih luas.

Modal We.Eats yang Terbatas

Untuk memulai usaha, Windy hanya mengandalkan modal sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta. Dana itu digunakan untuk membeli bahan baku harian di pasar agar produksi tetap berjalan. Sementara itu, peralatan masak yang dipakai berasal dari dapur yang sudah tersedia.

Dengan modal yang terbatas, Windy memilih menjalankan usaha secara bertahap. Ia membeli bahan baku, lalu perlahan menambah peralatan dan fasilitas pendukung sesuai kebutuhan. Pola tersebut membuat pengelolaan keuangan lebih terkendali sejak awal.

Windy menilai langkah kecil yang dilakukan secara konsisten menjadi kunci agar bisnis tetap sehat. Ia tidak terburu-buru memperbesar usaha sebelum alur operasionalnya stabil. Menurutnya, pertumbuhan yang pelan namun pasti lebih aman untuk pelaku usaha muda.

Omzet We.Eats Bertumbuh

Seiring meningkatnya pesanan, Windy kini mengantongi omzet bersih hingga Rp5 juta per bulan. Pencapaian itu menjadi bukti bahwa usaha yang dimulai dari skala kecil bisa berkembang jika dijalankan dengan tekun. Ia menyebut pertumbuhan tersebut sebagai hasil dari proses yang dibangun secara bertahap.

Pendapatan usahanya meningkat karena penjualan tidak lagi terbatas pada lingkar pertemanan. We.Eats kini bisa dipesan melalui GoFood, Instagram, dan pesan langsung. Kehadiran kanal digital membantu Windy menjangkau lebih banyak pelanggan di luar lingkungan kampus.

Meski omzet terus bertambah, Windy tetap fokus menjaga kualitas produk dan waktu pengiriman. Ia memilih mempertahankan ritme usaha yang sesuai dengan kapasitas produksi. Bagi Windy, kepuasan pelanggan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

Strategi We.Eats Menjaga Pesanan

Untuk menjaga kualitas layanan, Windy hanya dibantu satu karyawan dalam proses memasak dan menyiapkan pesanan. Kondisi itu membuatnya harus mengatur jumlah order dengan cermat agar seluruh pesanan tetap terlayani. Ia mengakui bahwa keterbatasan sumber daya manusia kadang membuat pekerjaan terasa padat.

Saat pesanan di pesan langsung terlalu banyak, Windy memilih menonaktifkan sementara layanan di GoFood. Langkah itu diambil agar operasional tetap terkendali dan pelanggan tidak menunggu terlalu lama. Dengan cara tersebut, produk tetap bisa diterima tepat waktu oleh pembeli.

Windy menilai pengelolaan pesanan yang disiplin sangat penting bagi usaha kuliner rumahan. Ia ingin usaha yang dibangunnya tidak hanya ramai, tetapi juga konsisten dalam mutu dan pelayanan. Dari perjalanan itu, ia menunjukkan bahwa ide sederhana dari tugas kuliah dapat berkembang menjadi sumber pundi-pundi rupiah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!