Mahasiswi Palangka Raya Raup Omzet dari Usaha Kuliner

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 31 Mei 2026 09:53 WIB 3
Mahasiswi Palangka Raya Raup Omzet dari Usaha Kuliner

Seorang mahasiswi asal Palangka Raya, Windy Maulidya, berhasil mengubah tugas kuliah menjadi peluang usaha kuliner yang kini berkembang pesat. Melalui brand We.Eats yang dirintis sejak 2023, ia mampu memperoleh omzet bersih hingga Rp5 juta per bulan.

Usaha tersebut bermula dari minat Windy pada bidang bisnis dan kebiasaan memasak yang sudah ia tekuni sejak lama. Dengan strategi pemasaran lewat media sosial, pesanan yang awalnya terbatas kini mengalir secara harian.

Awal Usaha Kuliner

Windy mengatakan ide membangun usaha muncul pada September 2023, saat dirinya masih menjalani perkuliahan. Ia menilai tugas-tugas di jurusan bisnis sangat relevan untuk diterapkan dalam praktik usaha.

Keinginan itu kemudian diperkuat oleh kegemarannya memasak, yang membuatnya semakin yakin menekuni kuliner. Dari sana, ia mulai menyusun konsep usaha yang bisa dijalankan tanpa mengganggu aktivitas kuliah.

Pada tahap awal, Windy memilih sistem pre-order agar operasional lebih mudah dikendalikan. Ia hanya menawarkan menu kepada teman terdekat sebelum memperluas jangkauan lewat promosi digital.

Strategi Pemasaran Digital

Promosi melalui media sosial menjadi kunci utama pertumbuhan We.Eats. Dari unggahan dan interaksi di Instagram, pesanan perlahan meningkat dan tidak lagi terbatas pada lingkaran pertemanan.

Windy kemudian membuka layanan pemesanan yang lebih luas melalui GoFood dan Instagram. Menurutnya, langkah ini membuat pelanggan lebih mudah menjangkau produk yang ditawarkannya.

Perkembangan usaha berjalan bertahap, dari open PO pertama hingga akhirnya bisa melayani pesanan setiap hari. Ia menilai konsistensi promosi dan kualitas produk menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan.

Modal Kecil, Hasil Menjanjikan

Untuk memulai usaha, Windy hanya membutuhkan modal sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta. Dana itu digunakan untuk membeli bahan baku harian di pasar, sementara peralatan masak memanfaatkan perlengkapan yang sudah tersedia di dapur.

Dengan modal yang relatif kecil, ia berhasil membangun usaha yang terus bertumbuh secara bertahap. Setiap keuntungan yang diperoleh kembali diputar untuk menambah bahan baku, peralatan, dan fasilitas pendukung lainnya.

Hingga kini, We.Eats mampu memberikan omzet bersih hingga Rp5 juta per bulan. Capaian itu menunjukkan bahwa usaha kecil dapat berkembang jika dikelola dengan disiplin dan strategi yang tepat.

Tantangan Operasional Harian

Meski usahanya berkembang, Windy masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini ia hanya dibantu satu karyawan untuk memasak dan menyiapkan pesanan pelanggan.

Keterbatasan itu membuatnya sesekali kewalahan saat pesanan masuk terlalu banyak. Dalam kondisi tertentu, ia bahkan harus membatasi jumlah order agar layanan tetap terjaga.

Windy menegaskan, keputusan membatasi pesanan dilakukan demi menjaga ketepatan waktu pengiriman. Ia ingin setiap pelanggan tetap menerima makanan dalam kondisi baik dan sesuai harapan.

Perjalanan Windy menunjukkan bahwa ide usaha bisa lahir dari aktivitas sederhana di bangku kuliah. Dengan keberanian memulai, konsistensi, dan promosi yang tepat, bisnis kecil dapat berubah menjadi sumber pundi-pundi rupiah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!