Macron Sambut Ekspor Susu dan Daging Sapi Prancis ke Indonesia

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 31 Mei 2026 22:20 WIB 2
Macron Sambut Ekspor Susu dan Daging Sapi Prancis ke Indonesia

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas terbukanya peluang ekspor produk susu dan daging sapi Prancis ke Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan bilateral kedua pemimpin di Paris, Kamis, dan menegaskan arah baru kerja sama pangan serta ekonomi antara kedua negara. Macron menilai kebijakan tersebut sejalan dengan strategi ketahanan pangan Indonesia dan upaya meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat.

Dalam keterangan yang dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (29/5/2026), Macron menekankan bahwa pembukaan pasar Indonesia memberi manfaat bagi sektor pangan Prancis. Ia juga menyebut langkah itu mendukung ambisi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan pangan dan memperluas akses terhadap bahan pangan berkualitas. Selain perdagangan, Macron turut menyoroti pentingnya investasi timbal balik dan percepatan kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Kerja Sama Pangan Indonesia

Macron menyebut pembukaan impor susu dan daging sapi sebagai kebijakan yang selaras dengan prioritas pembangunan pangan Indonesia. Menurut dia, kerja sama tersebut tidak hanya menguntungkan eksportir Prancis, tetapi juga memperkuat rantai pasok pangan Indonesia. Ia menilai akses terhadap produk pangan berkualitas dapat mendukung kebutuhan masyarakat secara lebih berkelanjutan.

Dalam forum bilateral itu, Macron secara langsung menyampaikan terima kasih kepada Prabowo atas keputusan membuka pasar Indonesia. Ia menilai kebijakan tersebut menunjukkan kedekatan kepentingan kedua negara dalam isu pangan dan perdagangan. Prancis, kata Macron, memandang Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara.

Macron juga menyinggung bahwa sektor susu dan daging sapi menjadi bagian penting dari kerja sama ekonomi yang sedang dibangun. Ia menilai kolaborasi di bidang tersebut dapat memberikan dampak positif bagi produsen, pelaku usaha, dan konsumen. Dengan demikian, hubungan dagang kedua negara berpotensi berkembang lebih luas di masa mendatang.

Selain manfaat ekonomi, kebijakan itu dinilai mendukung target Indonesia dalam meningkatkan mutu pangan nasional. Macron menyebut ketersediaan produk pangan berkualitas merupakan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan. Ia menekankan bahwa kerja sama seperti ini harus ditempatkan dalam kerangka saling menguntungkan.

Dorongan IEU-CEPA

Macron turut mendorong agar perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia, atau IEU-CEPA, segera diberlakukan. Menurut dia, perjanjian tersebut akan membuka ruang yang lebih besar bagi perdagangan dan investasi. Ia menilai implementasi penuh sangat penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara nyata.

Dalam pernyataannya, Macron mengatakan kedua pihak saling melengkapi dalam banyak hal. Ia menekankan bahwa penghapusan hambatan perdagangan dan investasi menjadi kunci agar potensi kerja sama dapat dimaksimalkan. Karena itu, percepatan IEU-CEPA dipandang sebagai langkah strategis bagi hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa.

Macron menyebut penerapan perjanjian itu akan memperkuat kepastian bagi dunia usaha di kedua belah pihak. Dengan aturan yang lebih jelas, pelaku usaha dapat merencanakan ekspansi dan kemitraan secara lebih terukur. Hal ini juga dinilai dapat meningkatkan arus barang dan modal lintas negara.

Ia berharap pemerintah Indonesia dan Uni Eropa dapat segera menemukan titik akhir yang disepakati bersama. Menurut Macron, kemajuan negosiasi akan memberi sinyal positif bagi investor dan eksportir. Ia menegaskan bahwa kerja sama yang kuat membutuhkan kerangka hukum yang efektif dan dapat dijalankan.

Investasi Balik Menguat

Selain perdagangan, Macron menyambut baik minat dari BPI Danantara untuk menjadi mitra investasi bagi perusahaan Prancis. Ia menilai partisipasi dana kekayaan negara Indonesia itu dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Kehadiran Danantara disebut dapat memperkuat jembatan investasi antara Jakarta dan Paris.

Macron juga mengatakan bahwa kelompok-kelompok besar Indonesia menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modal lebih banyak di Prancis. Ia melihat tren tersebut sebagai tanda meningkatnya kepercayaan terhadap iklim usaha di kedua negara. Menurut dia, investasi timbal balik akan memperdalam hubungan ekonomi jangka panjang.

Dalam pandangannya, kerja sama investasi dapat melengkapi kemitraan dagang yang telah lebih dulu dibangun. Sektor pangan, industri, dan keuangan dinilai memiliki ruang besar untuk dikembangkan bersama. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kedua negara dapat saling memperkuat posisi di pasar global.

Macron menegaskan bahwa Prancis siap memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia dalam berbagai bidang. Ia menempatkan perdagangan, investasi, dan kemitraan strategis sebagai fondasi hubungan bilateral yang lebih kuat. Pertemuan di Paris itu pun memperlihatkan bahwa kedua negara memiliki agenda ekonomi yang semakin sinkron.

Implikasi Bagi Ekonomi Nasional

Pembukaan akses bagi produk susu dan daging sapi Prancis dapat memberi warna baru bagi kebijakan pangan Indonesia. Pemerintah dapat memanfaatkan kerja sama ini untuk menjaga pasokan sekaligus meningkatkan standar kualitas. Pada saat yang sama, kebijakan tersebut tetap perlu diimbangi dengan perlindungan bagi produsen domestik.

Dari sisi diplomasi ekonomi, pertemuan Prabowo dan Macron menunjukkan adanya penguatan hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis. Kerja sama yang mencakup pangan, perdagangan, dan investasi memberi sinyal bahwa hubungan bilateral tidak lagi terbatas pada sektor tertentu. Hal ini berpotensi memperluas peluang bisnis bagi kedua negara.

Jika IEU-CEPA segera berlaku, dunia usaha akan memperoleh kepastian yang lebih besar dalam menjajaki pasar baru. Penghapusan hambatan perdagangan dan investasi dapat menurunkan biaya transaksi serta meningkatkan daya saing. Dalam jangka panjang, hal tersebut bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Di sisi lain, keterlibatan Danantara menandai pentingnya peran institusi investasi nasional dalam membangun jejaring global. Kemitraan dengan perusahaan Prancis dapat membuka akses pada teknologi, pasar, dan pembiayaan yang lebih luas. Dengan kombinasi perdagangan dan investasi, hubungan Indonesia-Prancis berpotensi memasuki fase yang lebih produktif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!