Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dibukanya akses ekspor produk susu dan daging sapi asal Prancis ke Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan bilateral di Paris, Kamis, dan menyoroti penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
Macron menilai langkah Indonesia membuka pasar bagi komoditas pangan Prancis sejalan dengan strategi ketahanan pangan nasional dan upaya meningkatkan kualitas pangan masyarakat. Ia juga menegaskan harapan agar kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Prancis terus meluas, terutama melalui perdagangan dan investasi.
Impor Pangan Prancis
Macron menyebut pembukaan pasar Indonesia untuk sektor susu dan daging sapi Prancis sebagai kabar baik bagi hubungan kedua negara. Ia menilai kebijakan itu mendukung strategi kedaulatan pangan yang tengah didorong pemerintah Indonesia. Macron juga mengatakan kerja sama tersebut membuka ruang lebih besar bagi hubungan dagang yang saling menguntungkan. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan yang dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Macron, kebutuhan Indonesia terhadap peningkatan kualitas pangan dapat berjalan seiring dengan kemitraan dagang yang lebih erat. Ia menekankan bahwa produk pangan asal Prancis dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pasokan dan variasi pangan di dalam negeri. Dalam pandangannya, kolaborasi ini memberi manfaat bagi produsen Prancis dan konsumen Indonesia. Ia pun menilai hubungan ekonomi kedua negara memiliki prospek jangka panjang yang kuat.
Langkah tersebut juga menunjukkan adanya kepercayaan yang semakin besar antara Indonesia dan Prancis. Kepercayaan itu dinilai penting untuk menjaga stabilitas perdagangan di tengah dinamika ekonomi global. Bagi Indonesia, diversifikasi sumber pasokan pangan dapat menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pasokan. Sementara bagi Prancis, akses ke pasar Indonesia memperluas peluang ekspor produk unggulan mereka.
Di sisi lain, pembukaan pasar untuk susu dan daging sapi dapat memperkuat kerja sama sektor agroindustri kedua negara. Hubungan tersebut tidak hanya berhenti pada perdagangan barang, tetapi juga berpotensi mendorong pertukaran teknologi dan standar kualitas. Macron menilai kerja sama yang baik akan membantu kedua pihak memenuhi kebutuhan masing-masing. Ia menegaskan bahwa kemitraan semacam ini perlu terus dijaga secara berkelanjutan.
IEU-CEPA dan Investasi
Macron juga menyoroti pentingnya percepatan berlakunya perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia atau IEU-CEPA. Ia berharap kesepakatan itu segera diterapkan agar hambatan perdagangan dan investasi bisa dikurangi. Menurutnya, implementasi penuh perjanjian tersebut akan memperbesar potensi kerja sama kedua pihak. Macron menilai Indonesia dan Uni Eropa saling melengkapi dalam berbagai sektor ekonomi.
Ia menegaskan bahwa hubungan ekonomi yang lebih terbuka akan memberi manfaat bagi perdagangan bilateral. Perjanjian itu dinilai dapat menciptakan kepastian bagi pelaku usaha dari kedua kawasan. Dengan kepastian tersebut, arus barang, jasa, dan modal diharapkan bergerak lebih efisien. Macron juga menggarisbawahi perlunya langkah konkret agar manfaat perjanjian segera dirasakan.
Dalam pertemuan itu, Macron menyampaikan bahwa penghapusan hambatan perdagangan menjadi salah satu prioritas utama. Ia menilai hambatan yang terlalu besar hanya akan mengurangi potensi pertumbuhan bersama. Karena itu, percepatan IEU-CEPA dianggap penting bagi penguatan akses pasar. Ia juga melihat perjanjian itu sebagai instrumen strategis untuk memperdalam hubungan ekonomi jangka panjang.
Selain perdagangan, Macron menaruh perhatian pada arus investasi timbal balik antara Indonesia dan Prancis. Ia menilai investasi dapat menjadi jembatan untuk memperkuat kepercayaan dan transfer pengetahuan. Melalui kerja sama tersebut, perusahaan dari kedua negara berpeluang memperluas ekspansi bisnis. Macron berharap momentum politik yang baik dapat segera diterjemahkan menjadi kemajuan ekonomi nyata.
Kedaulatan Pangan Indonesia
Macron menilai kebijakan Indonesia membuka akses impor susu dan daging sapi sejalan dengan ambisi pemerintah meningkatkan kualitas pangan rakyat. Ia mengaitkan langkah itu dengan tujuan besar kedaulatan pangan yang ditekankan Presiden Prabowo. Menurutnya, penyediaan pangan berkualitas menjadi bagian penting dari pembangunan sosial dan ekonomi. Karena itu, kerja sama dengan Prancis dipandang relevan dengan agenda nasional Indonesia.
Dalam penjelasannya, Macron mengatakan bahwa kualitas pangan tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga soal standar dan keberlanjutan pasokan. Ia melihat produk susu dan daging sapi dari Prancis dapat melengkapi kebutuhan pasar Indonesia. Di saat yang sama, kerja sama tersebut juga dapat mendorong persaingan sehat di sektor pangan. Hal itu dinilai akan memberi pilihan lebih baik bagi masyarakat.
Macron juga menekankan bahwa ketahanan pangan membutuhkan kombinasi produksi domestik dan kerja sama internasional. Menurutnya, keterbukaan terhadap mitra dagang yang tepat dapat membantu menjaga stabilitas pasokan. Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai bagian dari strategi modern dalam mengelola kebutuhan pangan. Dengan demikian, Indonesia dapat memperkuat cadangan dan kualitas distribusi pangan secara lebih efektif.
Di tingkat bilateral, pembahasan pangan menjadi salah satu pilar penting hubungan Indonesia dan Prancis. Macron menilai kerja sama ini dapat berkembang melampaui impor dan ekspor semata. Ada peluang bagi pertukaran teknologi, standar keamanan pangan, dan pengembangan rantai pasok. Seluruh unsur itu, menurutnya, akan mendukung tujuan besar peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Danantara dan Prancis
Macron turut menyambut baik minat BPI Danantara untuk menjadi mitra investasi bagi perusahaan-perusahaan Prancis. Ia mengatakan bahwa ketertarikan itu menandakan kepercayaan investor Indonesia terhadap pasar Prancis. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat membuka jalur investasi yang lebih luas dan strategis. Macron melihat peluang itu sebagai sinyal positif bagi relasi ekonomi kedua negara.
Ia juga menyebut adanya keinginan kelompok besar Indonesia untuk menanamkan modal lebih besar di Prancis. Dalam pandangannya, arus investasi dua arah akan memperkuat hubungan bisnis secara berkelanjutan. Keberadaan dana kekayaan negara seperti Danantara dinilai dapat memberi bobot lebih pada kerja sama tersebut. Macron menganggap keterlibatan lembaga besar akan meningkatkan skala dan kualitas proyek investasi.
Kerja sama investasi antara Indonesia dan Prancis diperkirakan tidak hanya berfokus pada sektor pangan. Macron melihat potensi yang lebih luas di bidang industri, teknologi, dan infrastruktur. Dengan demikian, hubungan ekonomi kedua negara dapat bergerak menuju kemitraan yang lebih komprehensif. Ia menilai sinergi tersebut akan menguntungkan pelaku usaha dan negara secara bersamaan.
Macron menutup dengan penegasan bahwa kemitraan ekonomi yang solid memerlukan langkah nyata dari kedua pihak. Ia berharap pembukaan pasar, percepatan IEU-CEPA, dan minat investasi timbal balik bisa segera diwujudkan. Bagi Prancis, Indonesia merupakan mitra strategis di kawasan Asia. Bagi Indonesia, kerja sama ini dapat mendukung agenda kedaulatan pangan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
