Lucy Liu Ungkap Salah Diagnosis Kanker Payudara

Lifestyle Clara Monica 25 Mei 2026 04:38 WIB 6
Lucy Liu Ungkap Salah Diagnosis Kanker Payudara

Aktris Hollywood Lucy Liu membagikan pengalaman pribadinya saat menjalani operasi pengangkatan benjolan di payudara setelah diduga kanker. Kisah itu berawal ketika ia memeriksakan diri ke dokter pada 1990-an, lalu menerima diagnosis yang ternyata keliru.

Dalam wawancara bersama PEOPLE, bintang The Devil Wears Prada 2 itu mengaku keputusan medis tersebut diambil saat akses informasi kesehatan masih terbatas. Pengalamannya kini menjadi pengingat bahwa skrining kanker dan keberanian mencari pendapat kedua sangat penting untuk melindungi diri.

Skrining Kanker dan Kesadaran

Lucy Liu menjelaskan bahwa saat menemukan benjolan di payudaranya, ia langsung percaya pada penilaian dokter. Pada masa itu, ia belum memiliki kemudahan akses informasi seperti sekarang, sehingga tidak banyak pilihan untuk memeriksa sendiri kebenaran diagnosis.

Menurutnya, dokter yang ia temui saat itu meraba benjolan tersebut dan menyimpulkan bahwa itu kanker. Namun, tidak ada pemeriksaan lanjutan seperti ultrasound atau mammogram yang dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Ia mengaku sempat merasa takut, meski pada awalnya tidak terlalu memikirkannya. Ketakutan itu muncul karena informasi kesehatan yang tersedia sangat terbatas dan internet belum menjadi sumber rujukan yang umum digunakan.

Keputusan Operasi Yang Cepat

Setelah menerima diagnosis tersebut, Lucy Liu segera menjadwalkan tindakan operasi untuk mengangkat benjolan di payudaranya. Keputusan itu diambil karena ia mengira hasil pemeriksaan dokter sudah bersifat final dan tidak perlu dipertanyakan lagi.

Belakangan, ia mengetahui bahwa benjolan itu bukan kanker. Pengalaman itu membuatnya menyadari bahwa tindakan medis yang tergesa tanpa pemeriksaan lengkap dapat menimbulkan konsekuensi besar bagi pasien.

Lucy Liu menuturkan bahwa saat itu ia tidak terpikir untuk mencari pendapat kedua. Ia merasa dokter pasti mengetahui apa yang sedang dibicarakan, sehingga memilih mengikuti saran tersebut tanpa ragu.

Pelajaran Tentang Advokasi Diri

Beberapa dekade kemudian, Lucy Liu merenungkan kembali pengalaman tersebut sebagai pelajaran penting tentang membela diri sendiri. Ia menilai, pasien perlu aktif bertanya, meminta penjelasan, dan tidak berhenti pada satu kesimpulan medis saja.

Ia juga mengaku pernah mendapat saran dari seorang teman untuk mencari pendapat kedua. Namun, pada waktu itu ia justru bertanya-tanya apa gunanya, karena merasa dokter sudah cukup memahami kondisi yang ada.

Dari pengalaman itu, ia memahami bahwa informasi dan advokasi kesehatan harus berjalan beriringan. Kesadaran semacam ini, menurutnya, dapat membantu pasien mengambil keputusan yang lebih aman dan tepat.

Kampanye Kesehatan Bersama Pfizer

Saat ini, Lucy Liu bekerja sama dengan Pfizer dalam kampanye Every Breakthrough Matters. Melalui kerja sama itu, ia ingin mendorong masyarakat agar lebih peduli pada deteksi dini dan tidak menunda pemeriksaan kesehatan.

Ia menekankan bahwa skrining bukan sekadar mencari masalah, melainkan memahami kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. Menurutnya, pengetahuan yang baik dapat membuat seseorang lebih siap mengambil langkah medis yang diperlukan.

Lucy Liu juga menyoroti bahwa kemajuan teknologi tidak selalu membuat orang lebih sadar akan kesehatan. Meski berbagai informasi tersedia, banyak orang tetap menunda pemeriksaan karena takut mengetahui hasilnya atau merasa terlalu sibuk.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!