Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar global melalui pelatihan, pembiayaan, dan pendampingan ekspor. Upaya itu diperkuat lewat keikutsertaan LPEI dalam Trade Expo Indonesia 2025, yang menjadi ajang bertemu buyer internasional dan calon mitra usaha baru.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah PT Makbul Abadi Semestar, aggregator produk UMKM yang berhasil memperluas ekspor setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024. Perusahaan ini kini menyalurkan produk lokal ke berbagai negara, sekaligus membuka ruang distribusi domestik bagi lebih dari 50 UMKM mitra.
LPEI Perkuat Ekspor UMKM
Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya berfokus membantu UMKM memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Produk unggulan yang mereka kurasi antara lain keripik tempe, keripik buah, dan buah kering.
Menurut Wulan, pendampingan dari LPEI memberi dampak nyata bagi perkembangan usaha mereka. Selain memahami prosedur ekspor, pelaku usaha juga mendapat akses ke jejaring bisnis yang lebih luas.
Ia menilai dukungan tersebut membantu UMKM naik kelas karena tidak hanya bergantung pada pasar lokal. Melalui program itu, perusahaan dapat membangun kepercayaan diri untuk masuk ke rantai pasok internasional.
Ekspor Produk Lokal Meningkat
Hingga kini, PT Makbul Abadi Semestar telah merangkul lebih dari 50 UMKM untuk menjadi pemasok produk. Sebagian produk tersebut telah diekspor, sementara sebagian lain dipasarkan di dalam negeri melalui jaringan distribusi yang mereka bangun.
Partisipasi dalam TEI 2025 juga memberi hasil tambahan bagi perusahaan. Mereka memperoleh calon pembeli ekspor sekaligus calon mitra UMKM baru yang tertarik bekerja sama.
Wulan menyebut kondisi itu sebagai double impact bagi perusahaan dan mitra UMKM. Di satu sisi, ada peluang penjualan ke pasar luar negeri, sedangkan di sisi lain terbuka kesempatan memperluas distribusi produk lokal.
Pasar Baru Masih Terbuka
Sejumlah negara tujuan ekspor produk UMKM binaan perusahaan tersebut kini meliputi Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Chili. Dalam satu pengiriman, volume ekspor bisa mencapai sekitar 17.000 bungkus produk ukuran 100 gram.
Selain pasar yang sudah berjalan, perusahaan juga membidik Prancis, Jepang, dan India. Ketiga negara itu dinilai memiliki minat terhadap buah kering hasil produksi UMKM Indonesia.
Wulan mengatakan permintaan dari calon importir di negara tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan usaha. Peluang ini menunjukkan bahwa produk olahan lokal memiliki daya saing di pasar global.
LPEI Hadir di TEI
LPEI turut berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam pameran dagang internasional itu, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI menampilkan produk unggulan mereka.
Produk yang dipamerkan mencakup rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Kehadiran mereka ditujukan untuk memperkenalkan kualitas produk Indonesia kepada para buyer internasional.
Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pihaknya menyediakan ruang konsultasi terbuka bagi eksportir. Layanan itu mencakup solusi pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, serta konsultasi pengembangan kapasitas.
Pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window (LNSW) yang hadir di booth KemenkeuSatu. Kehadiran layanan ini diharapkan memudahkan pelaku usaha mengatasi kendala teknis dalam proses ekspor.
