Lelang Aset Harvey Moeis Laku, Emas dan Tas Mewah Terjual

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 24 Mei 2026 20:41 WIB 5
Lelang Aset Harvey Moeis Laku, Emas dan Tas Mewah Terjual

Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI melelang sejumlah barang mewah rampasan dari terpidana kasus tata kelola timah, Harvey Moeis, dalam ajang BPA Fair 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026). Sejumlah perhiasan emas hingga logam mulia milik Sandra Dewi tercatat laku terjual dengan nilai di atas harga limit. Panitia menyebut sesi pertama lelang dimulai pukul 11.00 WIB dengan total 21 lot. Seluruh lot pada sesi itu akhirnya habis terjual sebelum panitia menutup sesi untuk persiapan lanjutan.

BPA juga memamerkan barang rampasan lain dari kasus yang menjerat Harvey Moeis, termasuk puluhan tas mewah merek Hermes, Dior, Chanel, dan Louis Vuitton. Selain itu, sejumlah perhiasan yang diduga diberikan Harvey kepada istrinya, Sandra Dewi, turut menjadi sorotan pengunjung. Juru lelang menjelaskan hanya enam lot yang ditampilkan di layar monitor utama karena keterbatasan tampilan. Meski begitu, antusiasme peserta lelang tetap tinggi sejak sesi pertama dimulai.

Lelang Aset Harvey Moeis

Juru lelang menyampaikan bahwa sesi pertama terdiri atas 21 lot yang dibuka pada pukul 11.00 WIB. Namun, hanya enam lot yang bisa ditampilkan di layar utama karena keterbatasan fasilitas monitor. Meski begitu, peserta lelang tetap aktif mengajukan penawaran untuk barang yang dipajang. Suasana lelang disebut berjalan dinamis sejak awal pembukaan.

Lot pertama berupa gelang emas 18 karat kode KRV054 dibuka dengan harga limit Rp25.626.000. Barang tersebut kemudian terjual Rp30.626.000, atau naik Rp5 juta dari harga awal. Setelah itu, kalung emas 17 karat kode BPXZGO dilepas dari harga limit Rp9.599.000 dan laku Rp12.599.000. Kenaikan harga di dua lot awal menunjukkan minat peserta yang cukup kuat.

Selain itu, paket perhiasan kode 02J3WA juga terjual melampaui nilai limit yang ditetapkan. Barang tersebut dibuka pada harga Rp47.840.000 dan laku Rp56.840.000. Juru lelang sempat berseloroh saat melihat dinamika penawaran yang tetap berjalan meski jumlah peserta tidak terlalu ramai. Pernyataan itu menandai bahwa proses lelang berlangsung santai, tetapi tetap kompetitif.

Perhiasan Sandra Dewi Terjual

Perhiasan yang dikaitkan dengan Sandra Dewi menjadi perhatian utama dalam sesi lelang tersebut. Sejumlah barang itu disebut berasal dari aset rampasan yang terkait perkara Harvey Moeis. Pada sesi pertama, perhiasan emas dan logam mulia tercatat banyak diminati peserta. Nilai jualnya pun umumnya berada di atas harga limit.

Logam mulia 100 gram kode lot QGJK1N menjadi salah satu barang yang paling diburu. Barang itu dibuka dengan harga limit Rp275.399.000 dan akhirnya terjual Rp300.399.000. Sementara paket logam mulia kode 271LEU dibuka pada harga limit Rp262.668.000 dan laku Rp273.668.000. Hasil tersebut menunjukkan adanya persaingan penawaran pada barang bernilai tinggi.

Lot terakhir yang ditampilkan adalah gelang emas kode TW2RND dengan harga limit Rp58.410.000. Barang itu terjual Rp77.410.000, atau naik Rp19 juta dari harga awal. Juru lelang menduga tingginya minat muncul karena perhiasan tersebut memiliki karakteristik khusus. Penjelasan itu menegaskan bahwa barang dengan kesan eksklusif tetap menarik bagi peserta lelang.

Seluruh Lot Habis Terjual

Juru lelang memastikan seluruh 21 lot pada sesi pertama laku terjual. Kepastian itu diperoleh setelah panitia melakukan pengecekan atas seluruh transaksi yang masuk. Meski sesi berjalan lancar, panitia memilih menghentikan lebih awal karena harus mempersiapkan sesi berikutnya. Keputusan tersebut diambil agar rangkaian lelang tetap tertata dengan baik.

Panitia menilai waktu menjadi pertimbangan utama dalam penutupan sesi pertama. Selain itu, persiapan teknis untuk agenda lanjutan juga memerlukan perhatian. Karena itu, lelang tidak diteruskan terlalu lama meskipun antusiasme peserta masih terlihat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran keseluruhan acara BPA Fair 2026.

Hasil lelang ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan aset negara dari perkara korupsi tata niaga timah. Barang-barang mewah yang dilelang sebelumnya merupakan aset rampasan yang berkaitan dengan kasus Harvey Moeis. Proses tersebut juga menarik perhatian publik karena melibatkan nama Sandra Dewi sebagai saksi dalam pemeriksaan dugaan aliran dana dan kepemilikan aset. Dengan terjualnya seluruh lot, BPA kembali menunjukkan efektivitas pengelolaan barang rampasan negara.

Konteks Kasus Timah

Nama Harvey Moeis menjadi sorotan dalam perkara dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk periode 2015-2022. Kasus tersebut disebut menimbulkan dugaan kerugian besar terhadap negara. Dalam proses hukumnya, aset mewah milik terkait perkara turut diamankan untuk ditelusuri. Langkah itu menjadi bagian dari penanganan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Sandra Dewi sempat diperiksa sebagai saksi terkait dugaan aliran dana dan kepemilikan aset mewah. Pemeriksaan itu dilakukan untuk menelusuri asal-usul barang yang diduga berkaitan dengan hasil tindak pidana. Sejumlah perhiasan dan barang mewah kemudian masuk dalam daftar rampasan yang dilelang. Publik pun menyoroti besarnya nilai aset yang berhasil dipulihkan melalui mekanisme tersebut.

Melalui lelang ini, Kejaksaan RI menunjukkan bahwa aset rampasan dapat dialihkan menjadi pemasukan bagi negara. Proses tersebut juga memberi pesan bahwa barang hasil perkara korupsi tidak dibiarkan mengendap tanpa manfaat. BPA Fair 2026 menjadi ruang publik untuk melihat langsung barang yang sebelumnya hanya muncul dalam dokumen perkara. Dari sisi penegakan hukum, lelang ini mempertegas komitmen pemulihan aset secara terbuka dan akuntabel.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!