Kurang Tidur: Dampak pada Hormon dan Metabolisme

Lifestyle Clara Monica 13 Mei 2026 09:35 WIB 8
Kurang Tidur: Dampak pada Hormon dan Metabolisme

Kurang tidur sering dianggap sepele dalam rutinitas padat. Namun, dampaknya meluas ke berbagai fungsi tubuh dan kerap terasa pada pagi hari berikutnya. Artikel ini menguraikan bagaimana kualitas tidur memengaruhi hormon, metabolisme, dan rasa lapar pada orang dewasa.

Dampaknya bisa terasa pada siapa saja yang kurang tidur secara berkala, terutama orang dewasa dengan aktivitas padat. Penurunan sensitivitas insulin, peningkatan hormon stres, dan perubahan ghrelin serta leptin bisa terjadi meski tanpa gejala jelas. Pembahasan ini juga menyoroti bagaimana kualitas tidur menentukan risiko metabolik dalam jangka panjang.

Dampak Horman

Kurang tidur memicu perubahan pada insulin, hormon yang mengatur gula darah. Saat waktu tidur berkurang, sensitivitas insulin menurun dan pengendalian gula darah menjadi kurang efektif. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik jika berlangsung terus menerus.

Kondisi ini juga meningkatkan hormon kortisol yang membuat tubuh berada dalam keadaan siaga. Kadar kortisol tinggi bisa meningkatkan tekanan darah dan memicu penumpukan lemak di area perut. Efek ini bisa memengaruhi keseimbangan energi dan suasana hati.

Tak kalah penting, ghrelin meningkat dan leptin menurun ketika kurang tidur. Ghrelin memicu rasa lapar, sedangkan leptin memberi sinyal kenyang melemah. Akibatnya, pola makan bisa berubah menjadi lebih sering ngemil dan cenderung berkalori lebih tinggi.

Memulihkan Kualitas Tidur

Para praktisi kesehatan menekankan pentingnya kembali ke pola tidur yang cukup untuk memulihkan keseimbangan hormon. Pola tidur yang teratur membantu ritme sirkadian tubuh sehingga hormon dapat pulih. Tugas pembaca adalah menyesuaikan rutinitas tidur secara bertahap dan menjaga konsistensi.

Menurut dr Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK, bukan hanya soal mengurangi porsi makan, melainkan menjaga keseimbangan nutrisi dan pola tidur. Ia menjelaskan bahwa ghrelin dan leptin dapat kembali seimbang jika tidur cukup dan teratur. Ia menambahkan, bahwa "bukan mengurangi makan secara ekstrem, tetapi makan lebih seimbang", untuk mendukung proses pemulihan.

Kunci praktisnya adalah menjaga jadwal tidur, mengurangi rangsangan sebelum tidur, dan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman. Hindari konsumsi kafein atau layar biru beberapa jam sebelum tidur. Dengan langkah tersebut, kualitas tidur dapat meningkat dan mendukung metabolisme yang sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!