Tim kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, menegaskan sikap tegas atas beredarnya video yang mengaitkan nama klien mereka dengan isu pesugihan di Gunung Kawi. Mereka menyebut tengah menelaah sejumlah konten yang muncul di media sosial, termasuk video yang diunggah oleh Pesulap Merah, untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pencemaran nama baik.
Jika hasil analisis menunjukkan adanya framing negatif yang disengaja, tim hukum menyatakan tidak akan ragu membawa perkara ini ke kepolisian. Sarwendah sendiri disebut telah menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan tersebut kepada kuasa hukumnya.
Langkah Awal Tim Hukum
Chris Sam Siwu mengatakan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat reputasi kliennya dirusak oleh narasi yang tidak benar. Menurut dia, tim hukum sedang mengumpulkan bukti dan mempelajari bahasa yang digunakan dalam video yang beredar.
Proses itu dilakukan untuk menilai apakah ada upaya penggiringan opini yang menyudutkan Sarwendah. Ia menegaskan, setiap konten akan diperiksa secara cermat sebelum langkah hukum diambil.
Dalam keterangannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin malam, Chris menyebut pihaknya akan mempelajari seluruh video terlebih dahulu. Setelah itu, tim akan menentukan apakah konten tersebut layak diproses lebih lanjut secara hukum.
Menyoroti Narasi Viral
Abraham Simon menyoroti pernyataan oknum juru kunci di lokasi yang disebut ikut memicu bola liar di masyarakat. Ia menilai klaim yang muncul di video tersebut tidak didukung oleh fakta yang sebenarnya.
Menurut dia, sebuah penyampaian yang kosong dapat berubah menjadi viral ketika dikaitkan dengan nama figur publik. Kondisi itu, kata dia, membuat tim hukum perlu meneliti apakah ada maksud terselubung di balik penyebaran konten tersebut.
Abraham juga mempertanyakan apakah viralnya video itu murni karena laporan yang apa adanya atau justru karena ada unsur lain. Ia menegaskan, tim akan memeriksa seluruh rangkaian informasi sebelum menyimpulkan sikap.
Peringatan Bagi Pembuat Konten
Tim kuasa hukum turut memberi peringatan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan konten tersebut. Mereka tidak menutup kemungkinan menyeret narasumber di lapangan jika terbukti memberikan keterangan palsu demi kepentingan konten.
Chris menuturkan, jika penyebaran video itu memang bertujuan menjelekkan nama kliennya, langkah hukum akan ditempuh. Ia menambahkan bahwa proses somasi menjadi opsi awal sebelum laporan polisi diajukan.
Pernyataan itu menunjukkan keseriusan tim hukum dalam menjaga nama baik Sarwendah. Mereka juga ingin memastikan setiap informasi yang beredar di ruang digital memiliki dasar yang jelas dan tidak merugikan pihak tertentu.
Opsi Somasi Terbuka
Saat ini, tim kuasa hukum menyiapkan langkah administratif sebelum membawa kasus ke jalur pidana. Somasi kepada pihak-pihak terkait menjadi tahapan awal yang sedang dipertimbangkan.
Jika somasi tidak direspons atau tidak menghasilkan itikad baik, laporan polisi akan menjadi pilihan berikutnya. Langkah itu diambil untuk memberi efek hukum kepada pihak yang diduga menyebarkan informasi keliru.
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi di media sosial. Di tengah cepatnya arus konten viral, verifikasi fakta menjadi kunci agar reputasi seseorang tidak tercoreng oleh narasi yang belum terbukti.
