Tim kuasa hukum Sarwendah, yakni Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, menyatakan sikap tegas atas beredarnya video yang mengaitkan nama klien mereka dengan isu pesugihan di Gunung Kawi. Mereka menilai konten yang beredar di media sosial perlu ditelaah secara serius karena berpotensi merusak reputasi klien. Jika terbukti ada unsur pencemaran nama baik yang disengaja, langkah hukum akan ditempuh. Sementara itu, Sarwendah menyerahkan penanganan persoalan ini sepenuhnya kepada tim kuasa hukum.
Analisis terhadap rangkaian konten yang beredar, termasuk video yang diunggah oleh Pesulap Merah, kini tengah dilakukan oleh tim hukum. Mereka memeriksa bahasa, narasi, dan konteks penyampaian untuk menilai apakah ada upaya penggiringan opini. Chris Sam Siwu menegaskan pihaknya tidak akan diam bila nama baik kliennya diserang tanpa dasar. Somasi disebut akan menjadi langkah awal sebelum kemungkinan laporan polisi diajukan.
Sikap kuasa hukum
Chris Sam Siwu menyampaikan bahwa pihaknya akan mempelajari seluruh video yang beredar di media sosial. Menurut dia, penilaian awal diperlukan untuk memastikan apakah konten tersebut memang diarahkan untuk menjelekkan Sarwendah. Jika unsur itu ditemukan, langkah hukum akan diambil tanpa ragu. Pihaknya menegaskan bahwa perlindungan terhadap nama baik klien menjadi prioritas utama.
Ia juga menilai, setiap narasi yang disebarkan secara luas perlu diuji kebenarannya terlebih dahulu. Hal itu penting agar publik tidak menerima informasi yang menyesatkan sebagai fakta. Tim hukum sedang mengumpulkan bukti dan menelusuri pola penyebaran konten tersebut. Dari sana, mereka akan melihat ada tidaknya kesengajaan dalam pembentukan opini negatif.
Abraham Simon menambahkan, pihaknya tidak ingin buru-buru menyimpulkan sebelum proses analisis selesai. Ia menyebut, materi yang beredar harus diperiksa secara menyeluruh agar tidak ada kekeliruan dalam langkah hukum. Menurut dia, reputasi seseorang tidak boleh dikorbankan demi konten yang belum jelas dasar faktanya. Karena itu, tim kuasa hukum memilih berhati-hati sebelum melangkah lebih jauh.
Dalam pernyataannya, Abraham menegaskan bahwa pihaknya ingin mengetahui apakah ada maksud terselubung di balik viralnya video tersebut. Ia menilai, sebuah penyampaian yang kosong bisa menjadi besar karena terkait dengan sosok publik seperti Sarwendah. Oleh sebab itu, tim hukum menaruh perhatian pada cara video itu dibangun dan dibagikan. Pemeriksaan menyeluruh disebut penting untuk menentukan arah penanganan selanjutnya.
Konten yang dipersoalkan
Salah satu sorotan utama kuasa hukum adalah video yang memuat kaitan Sarwendah dengan isu pesugihan di Gunung Kawi. Mereka menilai konten tersebut telah memunculkan persepsi yang tidak berdasar di ruang publik. Menurut tim hukum, penyebaran informasi semacam itu dapat memicu salah paham yang lebih luas. Karena itu, isi video menjadi fokus utama dalam proses evaluasi.
Selain video, pernyataan oknum juru kunci atau kuncen di lokasi juga ikut disorot oleh tim kuasa hukum. Abraham Simon menyebut, klaim yang disampaikan dalam video itu tidak didukung fakta yang sebenarnya. Ia menilai pernyataan tanpa dasar bisa berubah menjadi isu besar ketika tersebar di media sosial. Dalam pandangan tim hukum, kondisi itu perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi fitnah.
Pihak pengacara juga mengamati bagaimana narasi tersebut memancing respons publik. Mereka menilai, cara penyampaian yang tidak akurat dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap klien mereka. Jika framing negatif terbukti sengaja dibangun, maka hal itu dapat masuk ranah pelanggaran hukum. Untuk itu, seluruh elemen konten sedang dipetakan secara detail.
Tim hukum menilai, media sosial sering membuat informasi yang belum terverifikasi cepat meluas. Dalam kasus ini, mereka menduga ada kemungkinan opini dibentuk tanpa memperhatikan kebenaran. Karena itu, bukti-bukti digital sedang dikumpulkan untuk memperkuat kajian mereka. Hasil analisis tersebut akan menentukan apakah somasi cukup atau laporan pidana harus ditempuh.
Langkah hukum disiapkan
Chris Sam Siwu menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum. Ia mengatakan, laporan ke kepolisian akan diajukan apabila ditemukan unsur pencemaran nama baik yang disengaja. Sebelum itu, somasi akan dikirim kepada pihak-pihak terkait sebagai peringatan awal. Langkah tersebut dipilih agar persoalan bisa diselesaikan secara terukur.
Tim kuasa hukum juga memberi perhatian pada kemungkinan keterlibatan pihak yang membuat maupun menyebarkan konten. Mereka menilai, setiap orang yang terlibat harus bertanggung jawab atas keterangan yang diberikan. Jika terbukti ada unsur kebohongan demi kepentingan konten, maka pihak narasumber di lapangan juga bisa ikut diproses. Pendekatan itu dinilai penting untuk menelusuri sumber persoalan secara utuh.
Menurut Chris, proses hukum bukan pilihan pertama, tetapi tetap disiapkan bila itikad baik tidak muncul. Ia mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan memastikan bukti yang dikumpulkan sudah cukup kuat. Setelah itu, barulah mereka menentukan apakah somasi dapat menjadi jalan penyelesaian. Jika tidak ada respons memadai, laporan resmi menjadi opsi berikutnya.
Abraham menambahkan, tindakan hukum akan diambil demi menjaga kehormatan klien mereka. Ia menilai, isu yang tidak benar tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa koreksi. Dalam situasi seperti ini, kata dia, klarifikasi saja tidak selalu cukup untuk memulihkan keadaan. Karena itu, tim hukum menyiapkan sejumlah opsi yang dapat dijalankan sesuai perkembangan bukti.
Respons Sarwendah
Di tengah polemik yang berkembang, Sarwendah disebut memilih untuk fokus dan menyerahkan urusan hukum kepada timnya. Sikap itu diambil agar penanganan kasus dapat berjalan lebih profesional dan sistematis. Dengan begitu, dirinya tidak perlu terlibat langsung dalam setiap tahapan teknis. Tim kuasa hukum kini menjadi garda depan dalam menghadapi isu tersebut.
Langkah somasi disebut sebagai tahap yang paling mungkin ditempuh terlebih dahulu. Melalui somasi, pihak terkait akan diminta memberikan penjelasan atau klarifikasi atas konten yang dipersoalkan. Jika respons yang diharapkan tidak muncul, maka proses dapat berlanjut ke pelaporan polisi. Dengan pola itu, tim hukum berharap ada penyelesaian yang sesuai koridor hukum.
Kehadiran isu pesugihan di ruang publik dinilai berisiko memengaruhi nama baik seseorang secara luas. Karena itu, tim kuasa hukum menempatkan verifikasi fakta sebagai dasar utama dalam mengambil keputusan. Mereka juga menilai publik perlu berhati-hati saat menerima informasi dari video yang belum jelas validitasnya. Dalam perkara ini, akurasi disebut lebih penting daripada kecepatan viral.
Hingga kini, proses penelusuran konten masih berlangsung dan belum ada keputusan final dari tim hukum. Namun, pernyataan mereka sudah menegaskan bahwa perlindungan terhadap nama baik Sarwendah tidak akan diabaikan. Bila bukti dianggap cukup, langkah tegas akan segera ditempuh. Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena menyangkut reputasi dan penyebaran informasi di media sosial.
