Kuasa Hukum Erin Ungkap Rekaman CCTV Kasus Dugaan Penganiayaan

Lifestyle Clara Monica 27 Mei 2026 03:46 WIB 2
Kuasa Hukum Erin Ungkap Rekaman CCTV Kasus Dugaan Penganiayaan

Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Rien Wartia Trigina atau Erin dan mantan asisten rumah tangganya, Herawati, memasuki babak baru setelah kuasa hukum mengklaim menemukan fakta berbeda dari rekaman kamera pengawas di rumah. Rekaman CCTV tersebut disebut memperlihatkan adanya tindakan penarikan paksa terhadap Erin saat perselisihan terjadi, sehingga membuka arah pembelaan hukum yang lebih serius.

Tim kuasa hukum Erin menyampaikan bahwa hasil penelusuran pada sejumlah kamera pengawas justru berlawanan dengan narasi yang selama ini disampaikan pihak pelapor. Temuan itu dinilai penting karena dapat menjadi dasar utama untuk membantah tuduhan penganiayaan yang dialamatkan kepada klien mereka.

Temuan CCTV Erin

Kuasa hukum Erin menyebut rekaman dari kamera pengawas memperlihatkan situasi yang tidak sesuai dengan tuduhan awal. Menurut mereka, Erin justru terlihat ditarik secara paksa oleh Herawati saat kejadian berlangsung di kediaman kliennya.

Farhanaz Maharani menjelaskan bahwa visual dari CCTV menunjukkan keadaan yang terbalik dari dugaan publik selama ini. Ia menegaskan tangan Erin diduga ditarik keluar secara paksa untuk menemui polisi, sementara kliennya sempat menolak tindakan tersebut.

Pihak hukum menilai temuan itu memiliki nilai pembuktian yang kuat. Mereka menyebut rekaman tersebut dapat menunjukkan adanya unsur kekerasan fisik yang dialami Erin di rumahnya sendiri.

Karena itu, tim kuasa hukum memandang bukti visual ini sebagai titik awal pembelaan. Mereka berencana menjadikan rekaman tersebut sebagai rujukan utama dalam proses hukum berikutnya.

Versi Hukum Erin

Tim kuasa hukum menegaskan bahwa fokus mereka adalah membalikkan narasi yang berkembang di ruang publik. Mereka menilai tuduhan terhadap Erin perlu diuji secara objektif berdasarkan bukti yang tersedia.

Adlina Amalia menyampaikan bahwa dalam rekaman itu diduga terlihat Herawati berteriak meminta tolong sambil melakukan kontak fisik kasar. Menurutnya, tindakan tersebut justru memperlihatkan adanya penarikan tangan secara paksa terhadap Erin.

Pernyataan tersebut, kata mereka, menjadi dasar untuk menilai ulang kronologi yang beredar. Pihak Erin ingin memastikan bahwa setiap detail kejadian dibaca sesuai fakta visual, bukan asumsi.

Kuasa hukum juga menyatakan akan menempuh langkah lanjutan terkait temuan itu. Mereka menilai proses hukum harus bergerak berdasarkan bukti yang utuh dan dapat diverifikasi.

Kondisi Pelapor Dipertanyakan

Selain rekaman CCTV, tim kuasa hukum Erin juga menyoroti kondisi fisik Herawati. Mereka menyebut kondisi pelapor tidak selaras dengan tuduhan kekerasan berat seperti pencekikan atau penodongan pisau.

Stivany Agusia meminta publik menilai secara objektif keadaan pelapor setelah insiden terjadi. Menurutnya, tidak terlihat tanda-tanda cedera serius yang mendukung narasi penganiayaan berat.

Pihak Erin menganggap hal itu penting untuk diperhatikan dalam pembacaan kasus. Mereka menilai ada kemungkinan narasi yang dibangun tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi lapangan.

Karena itu, kuasa hukum meminta semua pihak menunggu penilaian yang lebih utuh. Mereka berharap bukti visual dan kondisi fisik pelapor dapat menjadi bahan pertimbangan yang seimbang.

Langkah Hukum Berikutnya

Tim kuasa hukum menyebut rekaman dari induk recorder CCTV di 12 titik pengawasan akan menjadi kunci pembelaan. Mereka meyakini seluruh bukti visual itu dapat membantu mengungkap kronologi yang sebenarnya.

Menurut mereka, setiap sudut kamera memiliki potensi memperjelas peristiwa yang terjadi di rumah Erin. Bukti tersebut, kata mereka, dapat memperkuat bantahan terhadap tuduhan yang diarahkan kepada kliennya.

Pihak Erin juga menegaskan akan menempuh proses hukum secara serius. Mereka ingin memastikan semua temuan dianalisis secara menyeluruh sebelum kesimpulan diambil.

Di sisi lain, kasus ini diperkirakan masih akan berkembang seiring pemeriksaan bukti tambahan. Publik pun menunggu bagaimana aparat menilai rekaman CCTV dan keterangan dari kedua belah pihak.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!