Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan dan Dievakuasi

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 13 Mei 2026 22:13 WIB 9
Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan dan Dievakuasi

Seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, berhasil ditemukan dan dievakuasi. Operasi penyelamatan dilakukan tim SAR gabungan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk tim Emergency Response Team (ERT) PT NHM, TNI, Polri, Basarnas, BPBD Halmahera Utara, MAPALA, serta relawan. Proses pencarian berlangsung sejak erupsi terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026, dan berlanjut hingga memastikan semua korban telah aman.

Tim gabungan bekerja di medan terjal dengan cuaca buruk sebagai tantangan utama. Memantau koordinasi di lapangan menjadi kunci kelancaran operasi evakuasi. Para keluarga korban menunggu dengan harap di pos penanganan darurat.

Operasi gabungan

Operasi dilaksanakan sejak Sabtu, 9 Mei 2026, untuk pelacakan lokasi korban maupun pemetaan area terdampak. Tim melakukan penyisiran intensif di lereng Gunung Dukono. Pertolongan pertama diberikan pada korban yang ditemukan sebelum dievakuasi.

Evakuasi dilakukan secara bertahap menuju titik aman. Proses evakuasi memanfaatkan jalur pendakian dan alat komunikasi darurat. Cuaca buruk sempat menguji kelancaran penanganan di lapangan.

Tim gabungan menunjukkan koordinasi yang solid meski medan berat. Kepala operasi menegaskan komitmen terhadap keselamatan semua pihak. Upaya kemanusiaan ini mendapatkan dukungan masyarakat sekitar.

Keterlibatan NHM

NHM Emergency Response Team dipimpin Zakaria Barham bersama dua rekan, Aristo Elly dan Fans Daniel Ambeua. Tim terjun ke lokasi sejak awal operasi untuk mempercepat penyelamatan. Mereka bekerja bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan.

Zakaria menegaskan keterlibatan NHM bukan sekadar CSR. Sumber daya perusahaan dimanfaatkan sebagai bagian dari respons kemanusiaan yang lebih luas. NHM berkolaborasi dengan aparatur dan relawan untuk mempercepat evakuasi.

NHM menyatakan kesiapan membangun dukungan jangka panjang bagi wilayah terdampak. Operasi menunjukkan peran korporasi dalam tanggap darurat. Pihak NHM menegaskan komitmen berkelanjutan terhadap keselamatan warga.

Kondisi medan

Medan di lereng Gunung Dukono sangat terjal dan berbahaya. Cuaca buruk dengan angin kencang serta kabut menambah tantangan kerja tim. Tim tetap fokus pada prosedur keselamatan.

Setiap langkah divalidasi melalui protokol keselamatan. Peralatan evakuasi diperiksa secara berkala untuk mencegah risiko. Koordinasi antar unsur lapangan terus ditingkatkan.

Pada 9 Mei, Engel Krishela Pradita dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Pada 10 Mei, dua korban terakhir ditemukan dalam keadaan serupa. Seluruh korban akhirnya dipindahkan ke pos penanganan darurat untuk penanganan lebih lanjut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!