Konsumsi Jeroan Saat Idul Adha Bisa Picu Asam Urat

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 10:38 WIB 3
Konsumsi Jeroan Saat Idul Adha Bisa Picu Asam Urat

Momen Idul Adha kerap menjadi ajang masyarakat menikmati berbagai olahan daging dan jeroan, mulai dari sate hati, gulai kikil, paru goreng, usus, hingga babat. Meski rasanya gurih dan menggoda, konsumsi jeroan yang berlebihan dapat memberi beban pada tubuh, terutama pada fungsi hati dan ginjal.

Jeroan memang mengandung zat besi, vitamin B12, dan protein yang dibutuhkan tubuh. Namun, organ dalam hewan itu juga memiliki kadar kolesterol, purin, dan lemak yang cukup tinggi, sehingga perlu dibatasi agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Jeroan dan risiko asam urat

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa konsumsi jeroan berlebihan dapat memicu peningkatan asam urat. Kondisi itu berisiko menimbulkan gangguan pada persendian dan organ lain, termasuk ginjal.

Ia menegaskan bahwa penumpukan asam urat di dalam darah dapat memicu berbagai keluhan. Salah satunya adalah artritis gout, yang kerap menyebabkan nyeri hebat pada sendi.

Gangguan lain yang juga dapat muncul ialah batu saluran ginjal akibat batu asam urat. Pada tahap tertentu, kondisi ini dapat mengganggu proses buang air kecil dan membuat tubuh tidak nyaman.

Asam urat yang meningkat biasanya tidak langsung terasa pada awalnya. Namun, risiko akan semakin besar bila pola makan tinggi purin terus berlangsung dalam jangka panjang.

Kenali kandungan jeroan

Jeroan banyak dipilih karena rasanya khas dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Selain itu, bahan makanan ini juga relatif terjangkau dan sering hadir dalam menu perayaan keluarga.

Di balik kelezatannya, jeroan mengandung purin dalam jumlah tinggi. Saat purin dipecah tubuh, zat tersebut dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam darah.

Kandungan kolesterol dan lemak pada jeroan juga perlu menjadi perhatian. Jika dikonsumsi terlalu sering, keduanya dapat menambah beban metabolisme tubuh.

Meski mengandung nutrisi tertentu, jeroan bukan sumber protein yang ideal jika dimakan berlebihan. Karena itu, porsi dan frekuensi konsumsi menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Waspadai batu ginjal

Batu asam urat terbentuk ketika urine terlalu asam dan mengandung kadar asam urat tinggi. Kristal keras ini kemudian menumpuk di ginjal dan dapat menimbulkan masalah serius.

Kondisi tersebut bisa memunculkan nyeri hebat di pinggang. Keluhan itu sering disertai mual dan gangguan saat buang air kecil.

Jika dibiarkan, batu ginjal dapat mengganggu fungsi saluran kemih. Pada beberapa kasus, penderita juga mengalami nyeri berulang yang membuat aktivitas harian terganggu.

Risiko ini akan meningkat pada orang yang memiliki riwayat asam urat atau pola makan tinggi purin. Oleh karena itu, kewaspadaan perlu dijaga, terutama setelah konsumsi jeroan dalam jumlah besar.

Batasi porsi saat Idul Adha

Menikmati hidangan kurban tetap bisa dilakukan tanpa mengabaikan kesehatan. Kuncinya adalah membatasi porsi jeroan dan tidak menjadikannya sebagai menu utama setiap kali makan.

Masyarakat juga disarankan memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh lebih terhidrasi. Kebiasaan ini membantu kerja ginjal dalam membuang sisa metabolisme.

Pilihan menu pendamping sebaiknya lebih seimbang, seperti sayuran dan buah. Dengan begitu, asupan lemak dan purin dari jeroan tidak menjadi terlalu dominan.

Bagi mereka yang memiliki riwayat asam urat, batu ginjal, atau gangguan metabolik lain, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah bijak. Pengendalian pola makan sejak awal akan membantu mencegah keluhan yang tidak diinginkan setelah perayaan Idul Adha.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!