Musim Haji 2025 menempatkan konektivitas internet di hotel-hotel sekitar Makkah dan Madinah sebagai bagian penting dari layanan tamu. Laporan analitik Ookla menyoroti kesenjangan besar kecepatan internet pada hotel mewah yang menjadi tempat menginap jemaah dari berbagai negara. Analisis ini menegaskan bahwa akses online telah menjadi kebutuhan utama untuk komunikasi, navigasi, dan layanan digital harian selama kunjungan suci.
Di antara 16 hotel yang diuji, hanya tiga hotel yang mencatat kecepatan unduh median di atas 100 Mbps. Swissôtel Makkah memimpin dengan 152,17 Mbps, disusul Fairmont Hotel 148,87 Mbps, dan Swissôtel Al Maqam dengan 124 Mbps. Sementara itu, beberapa hotel besar lainnya berada di bawah 40 Mbps, menunjukkan adanya jurang performa yang perlu segera diatasi.
Konektivitas Hotel
Kecepatan unduh median tertinggi dicatat Swissôtel Makkah mencapai 152,17 Mbps. Fairmont Hotel berada di urutan berikutnya dengan 148,87 Mbps. Swissôtel Al Maqam menempati posisi ketiga dengan 124 Mbps.
Beberapa hotel lain seperti Pullman ZamZam Makkah mencatat kecepatan 96,80 Mbps. Anwar Al Madinah Mövenpick berada di kisaran 78,42 Mbps. Di sisi lain, 10% pengguna terendah di hotel terbaik pun bisa mengalami penurunan kecepatan hingga di bawah 15 Mbps.
Hilton Makkah Convention Hotel mencatat kecepatan 4,95 Mbps. Anjum Hotel Makkah berada di 10,51 Mbps. Angka-angka ini menandai risiko pengalaman jaringan yang mengecewakan bagi para jemaah.
Perbedaan performa sangat dipengaruhi teknologi jaringan yang dipakai hotel. Hotel yang mengandalkan Wi-Fi 6, frekuensi 5 GHz, dan dukungan fiber optik cenderung mencapai stabilitas lebih tinggi. Kebalikannya, hotel yang masih mengandalkan Wi-Fi 4 atau pita 2,4 GHz lebih rentan terhadap kepadatan.
Data musim Haji 2025 menunjukkan bahwa penggunaan data per jemaah mencapai 1,26 GB per hari. Angka ini tiga kali lipat dari rata-rata global. Angka tersebut menambah tekanan pada kapasitas jaringan hotel untuk menjaga layanan tetap konsisten.
Ookla merekomendasikan peningkatan kapasitas ISP. Mereka juga menyarankan perluasan koneksi fiber, prioritas jaringan 5 GHz, dan penambahan titik akses. Langkah-langkah tersebut diharapkan mengurangi area tanpa sinyal dan menurunkan kejutan kecepatan saat jam sibuk.
