Kondisi Psikologis Ammar Zoni Pasca Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

Lifestyle Clara Monica 14 Mei 2026 01:51 WIB 10
Kondisi Psikologis Ammar Zoni Pasca Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

Ammar Zoni dipindahkan ke Lapas Nusakambangan dengan pengamanan super ketat, langkah yang memicu kekhawatiran mendalam bagi keluarga dan kuasa hukum.

Pihak keluarga menilai pemindahan itu menambah tekanan psikologis pada sang aktor sambil mempertanyakan penanganan kasus narkotika yang menjeratnya.

Dampak Psikologis

Dampak psikologis yang dialami Ammar Zoni menjadi fokus utama keluarga dan kuasa hukum. Pihak keluarga menyatakan kondisi mental Ammar terguncang dan trauma berat sejak pemindahan. Krisna Murti menegaskan Ammar adalah orang sakit yang membutuhkan perawatan medis dan rehabilitasi, bukan penahanan semata.

Mereka menilai pemindahan ke lapas super maksimum tidak menyentuh akar masalah kecanduan Ammar. Langkah tersebut dinilai tidak efektif untuk rehabilitasi yang ia perlukan. Desakan untuk pendekatan rehabilitasi medis makin kuat agar trauma berkurang dan peluang pemulihan meningkat.

Kamelia, kekasih Ammar dan seorang dokter, menilai lingkungan sel isolasi memperburuk trauma. Dia menyebut sel yang gelap dan minim interaksi sosial dapat memperparah kondisi seorang pecandu narkotika. Kamelia menegaskan bahwa jika tetap berada di sana, perlu ada dukungan medis yang memadai dan program rehabilitasi.

Kondisi Fasilitas

Fasilitas one man one cell yang diterapkan menjadi sorotan publik. Pihak keluarga menilai kebijakan tersebut tidak menyentuh akar masalah kecanduan Ammar. Kuasa hukum menekankan perlunya pendekatan rehabilitasi medis yang lebih tepat daripada penahanan.

Kondisi lingkungan di sel digambarkan gelap dengan penerangan minim. Kamelia menyatakan penerangan hanya dua hingga lima watt sehingga Ammar melihat tembok. Dia menekankan bahwa kondisi seperti ini berpotensi memperparah trauma bagi pecandu narkotika yang sedang menjalani perawatan.

Mereka berharap jika Ammar tetap ditempatkan di sana, fasilitasnya setidaknya dilengkapi dengan dukungan medis. Dukungan tersebut diperlukan untuk memfasilitasi rehabilitasi dan pemulihan mental. Keluarga menekankan bahwa kebijakan penahanan tidak menjawab akar permasalahan.

Pernyataan Keluarga

Pernyataan keluarga menekankan Ammar adalah pasien yang membutuhkan pengobatan, bukan penjahat. Mereka menyatakan pemulihan adalah prioritas utama dan dukungan keluarga sangat penting. Keluarga berharap Ammar mendapatkan perlindungan, perawatan medis, dan dukungan moral yang konsisten.

Kamelia menyoroti perlunya dukungan moral dan spiritual bagi Ammar. Dia menambahkan kehadiran orang terdekat akan menjadi faktor penentu dalam proses rehabilitasi. Menurutnya Ammar tidak layak diperlakukan sebagai penjahat, melainkan orang yang perlu dibantu pulih.

Ammar Zoni saat ini menjalani masa hukuman setelah divonis tujuh tahun penjara. Pengadilan Negeri Jakarta Barat juga menjatuhkan denda sebesar Rp1 miliar dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Vonis tersebut merupakan yang keempat kalinya Ammar terkait narkotika sejak Desember 2023.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!