Kolagen Minum atau Skincare, Mana Lebih Efektif?

Lifestyle Anindya Kirana Putri 27 Mei 2026 06:21 WIB 2
Kolagen Minum atau Skincare, Mana Lebih Efektif?

Minuman kolagen dan skincare berkolagen kini sama-sama banyak diminati karena diklaim membantu menjaga kulit tetap lembap, kenyal, dan tampak lebih sehat. Di tengah popularitas keduanya, pertanyaan yang sering muncul adalah mana yang lebih efektif untuk perawatan kulit.

Kolagen sendiri merupakan protein penting yang berperan menjaga struktur, kekuatan, dan elastisitas kulit. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen menurun secara alami, sehingga kulit lebih rentan mengalami garis halus, kekenduran, dan keriput.

Kolagen dan kulit

Kolagen adalah protein alami yang terdapat di lapisan dermis, atau lapisan tengah kulit. Protein ini membantu kulit tetap kuat, kenyal, lembap, dan elastis.

Sekitar 70 persen struktur kulit terdiri dari kolagen, sehingga perannya sangat besar dalam menjaga kondisi kulit. Saat kadar kolagen cukup, kulit cenderung tampak lebih sehat dan kencang.

Selain itu, kolagen juga mendukung proses regenerasi kulit. Karena itulah, banyak produk perawatan kulit menonjolkan kandungan ini sebagai bahan utama.

Peran dari dalam tubuh

Kolagen minum dipasarkan sebagai suplemen yang membantu memenuhi kebutuhan kolagen dari dalam tubuh. Produk ini populer di kalangan konsumen yang ingin menjaga elastisitas kulit dari sisi nutrisi.

Namun, efektivitasnya bergantung pada bagaimana tubuh memproses kandungan yang dikonsumsi. Karena itu, hasil yang dirasakan dapat berbeda pada setiap orang.

Meski begitu, tren minuman kolagen terus meningkat karena dianggap praktis. Banyak orang memilihnya sebagai pelengkap perawatan kulit harian.

Manfaat pada permukaan kulit

Skincare dengan kandungan kolagen umumnya digunakan untuk membantu kulit terasa lebih lembap dan kenyal. Produk seperti ini bekerja pada permukaan kulit, sehingga sering dipilih untuk perawatan rutin.

Pemakaian topikal lebih mudah dikaitkan dengan sensasi kulit yang lembap setelah digunakan. Kendati demikian, hasilnya tetap bergantung pada formulasi produk dan kondisi kulit masing-masing.

Karena fokusnya pada lapisan luar kulit, skincare kolagen lebih sering diarahkan untuk perawatan tekstur. Dalam praktiknya, produk ini kerap menjadi bagian dari rangkaian pelembap harian.

Faktor yang mempercepat penuaan

Penurunan kolagen tidak hanya dipengaruhi usia, tetapi juga gaya hidup sehari-hari. Paparan sinar ultraviolet, kebiasaan merokok, kurang tidur, dan pola makan tinggi gula dapat mempercepat kerusakan kolagen.

Kondisi tersebut membuat kulit lebih cepat kehilangan elastisitas. Akibatnya, tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan keriput bisa muncul lebih awal.

Karena itu, perawatan kulit tidak cukup hanya mengandalkan produk kolagen. Kebiasaan hidup sehat tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas kulit.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!