Hikma Nurul Audhliya memulai kembali usahanya dari nol setelah pandemi menghentikan pekerjaan sebagai make up artist. Perempuan 38 tahun itu kemudian membangun Salad Umma, usaha kuliner sehat yang tumbuh berkat pelatihan, ketekunan, dan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Kisahnya berawal dari tekanan ekonomi yang berat ketika seluruh pesanan pernikahan dibatalkan dan ia terpaksa menutup usaha lama. Dari kondisi itu, Hikma mencari peluang baru, lalu memilih bisnis salad sayur dan salad buah yang kini berkembang hingga menerima pesanan rutin dari berbagai kegiatan.
Bangkit Lewat Usaha Kuliner Sehat
Hikma sebelumnya menjalani profesi sebagai perias wajah dan mengandalkan pesanan acara pernikahan. Situasi itu berubah drastis saat pandemi membuat seluruh jadwal wedding batal dalam sekejap. Ia bahkan harus menjual mobil untuk menutup ganti rugi kepada vendor.
Kerugian yang ditanggung membuatnya kehilangan hampir seluruh aset usaha. Baju, alat makeup, hingga perlengkapan kerja dijual untuk bertahan. Saat itu, ia mengaku sempat pasrah karena keadaan terasa sangat berat.
Di tengah tekanan ekonomi, Hikma mencoba bangkit melalui program Kartu Prakerja. Ia sempat gagal pada gelombang pertama, lalu berhasil lolos pada kesempatan berikutnya. Dari sana, ia memperoleh voucher pelatihan usaha senilai Rp 1 juta.
Awalnya, ia memilih kelas makeup karena berharap industri hiburan dan pernikahan segera pulih. Namun, situasi belum membaik, sehingga ia beralih ke kelas usaha yang lebih praktis. Pilihannya jatuh pada salad sayur karena dinilai sederhana, sehat, dan tidak memerlukan banyak peralatan.
Merintis Dari Dapur Rumah
Usaha Salad Umma dimulai dari dapur rumah dengan modal yang sangat terbatas. Hikma memanfaatkan dana Kartu Prakerja secara bertahap untuk membeli bahan baku dan perlengkapan dasar. Peralatan seperti chopper, blender, kemasan, dan showcase dibeli sedikit demi sedikit.
Ia memilih model usaha yang ringkas karena tidak membutuhkan kompor, minyak, maupun gas. Menurutnya, konsep itu cocok dengan kebutuhan masyarakat yang ingin hidup sehat. Dari pertimbangan itu, salad menjadi produk utama yang ia tawarkan.
Lokasi usaha yang berada dekat kawasan indekost karyawan membantu pemasaran produk. Permintaan awal datang dari lingkungan sekitar yang membutuhkan makanan praktis. Perlahan, nama Salad Umma mulai dikenal sebagai pilihan makanan sehat harian.
Inovasi terus dilakukan ketika ia menerima pesanan salad buah untuk acara ulang tahun pada 2022. Dari situ, menu yang dijual menjadi lebih beragam. Usaha yang semula hanya fokus pada salad sayur berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan.
Omzet Naik Turun
Perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus karena omzet kerap berfluktuasi. Meski sudah berjualan secara daring dan aktif promosi di media sosial, hasil penjualan tetap naik turun. Pada hari tertentu, pendapatannya hanya Rp 15 ribu.
Di waktu lain, omzet bisa mencapai Rp 100 ribu per hari. Namun, ada juga momen ketika pesanan tidak masuk sama sekali. Kondisi itu membuat Hikma harus terus menjaga konsistensi dan mencari strategi baru.
Fluktuasi tersebut menjadi tantangan utama dalam mempertahankan usaha kuliner kecil. Ia tetap bertahan karena yakin produk sehat masih memiliki pasar. Ketekunan menjadi modal penting saat pemasukan belum stabil.
Dari pengalaman itu, Hikma belajar bahwa bisnis membutuhkan adaptasi yang cepat. Ia tidak bisa hanya bergantung pada satu jenis pesanan. Karena itu, variasi menu dan promosi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.
Dukungan BRI dan KUR
Perkembangan Salad Umma mulai terlihat lebih baik setelah mendapat sertifikasi halal. Pengakuan itu meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap produknya. Selain itu, Hikma juga aktif mengikuti kegiatan bazar yang difasilitasi Jakpreneur.
Melalui jejaring yang terbentuk dari bazar, ia mendapat peluang pesanan yang lebih besar. Salah satu dampaknya adalah masuknya order untuk rapat kementerian dan pemerintah daerah. Pesanan rutin itu mendorong omzet harian naik signifikan.
Pada fase itu, dukungan pembiayaan KUR dari BRI turut memperkuat langkah usahanya. Fasilitas tersebut membantu Hikma menjaga arus modal dan memperluas kapasitas produksi. Dukungan pembiayaan menjadi penopang penting bagi usaha mikro seperti Salad Umma.
Kini omzet harian usahanya dapat menembus Rp 1 juta per hari. Pencapaian itu menunjukkan bahwa usaha kecil bisa naik kelas dengan pendampingan yang tepat. Dari dapur rumah, Salad Umma tumbuh menjadi bisnis kuliner sehat yang lebih mapan.
