Kisah Clelia Verdier, Bangun Koma dan Mengira Punya Tiga Anak

Lifestyle Anindya Kirana Putri 28 Mei 2026 03:58 WIB 3
Kisah Clelia Verdier, Bangun Koma dan Mengira Punya Tiga Anak

Seorang remaja asal Lyon, Prancis, bernama Clelia Verdier menjadi sorotan setelah terbangun dari koma dan langsung menanyakan keberadaan tiga putrinya. Peristiwa itu terjadi pada 2025, usai ia menjalani koma medis selama tiga minggu setelah percobaan bunuh diri dengan meminum obat pada Juni 2025.

Yang mengejutkan, ingatan Clelia bukan soal kecelakaan atau rasa sakit, melainkan kehidupan sebagai ibu dari tiga anak kembar yang menurutnya berlangsung selama tujuh tahun. Fakta itu ternyata hanya terjadi dalam mimpi yang sangat nyata, dan kasus ini kembali memicu perhatian terhadap fenomena mimpi saat koma.

Mimpi koma yang terasa nyata

Clelia menceritakan bahwa ia merasa benar-benar hidup sebagai seorang ibu selama masa yang ia anggap tujuh tahun. Dalam mimpinya, ia membesarkan tiga bayi kembar, menyusui, merawat, dan menyayangi mereka setiap hari.

Ia bahkan memberi nama ketiga bayi itu Mila, Miles, dan Mailee. Menurut pengakuannya, Mailee meninggal tak lama setelah lahir, sehingga ia diliputi rasa sedih dan bersalah yang sangat dalam.

Pengalaman itu tidak hanya berhenti pada momen kelahiran, tetapi juga mencakup kehidupan sehari-hari bersama anak-anaknya. Clelia mengaku mengingat jalan-jalan, makan bersama, hingga cerita sebelum tidur dengan detail yang sangat jelas.

Reaksi dokter rumah sakit

Ketika sadar dari koma, Clelia justru menanyakan ketiga putrinya, padahal ia belum pernah menikah dan melahirkan. Staf medis pun terkejut karena ingatan yang ia sampaikan begitu rinci dan meyakinkan.

Dokter kemudian memastikan bahwa Clelia tidak pernah hamil dan seluruh masa kehamilan tujuh tahun yang ia ingat tidak nyata. Meski demikian, ia awalnya sulit menerima penjelasan itu karena seluruh pengalaman tersebut terasa sangat konkret baginya.

Ia mengaku bisa merasakan stres, rasa sakit, dan ikatan emosional yang kuat selama mimpi itu berlangsung. Bagi Clelia, pengalaman tersebut terasa seperti realitas penuh yang tidak mudah dihapus hanya dengan penjelasan medis.

Penjelasan ahli neurologi

Kasus seperti yang dialami Clelia memang kerap dikaitkan dengan mimpi koma yang tampak nyata dan detail. Ahli neurologi menjelaskan bahwa fenomena ini tidak jarang terjadi, terutama pada pasien dengan cedera otak traumatis atau kondisi neurologis tertentu.

Pasien yang berada dalam koma tidak selalu mengalami kondisi seperti tidur gelap tanpa kesadaran. Sebagian di antaranya melaporkan mimpi yang sangat jelas, emosional, dan terasa nyata ketika akhirnya sadar.

Namun, tidak semua pasien mengalami hal serupa karena ada pula yang bangun tanpa ingatan apa pun. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pengalaman dalam koma dapat sangat beragam dan masih menjadi bahan kajian medis.

Dampak psikologis yang berat

Setelah sadar, Clelia mengaku merasa terputus dari orang lain dan masih merindukan anak-anak yang hanya hidup dalam mimpinya. Ia juga mengatakan bahwa dirinya tetap merasa seperti seorang ibu, meski semua itu tidak pernah terjadi di dunia nyata.

Pengalaman emosional tersebut meninggalkan kesedihan yang mendalam, terutama karena ia kehilangan sesuatu yang sangat berarti dalam alam bawah sadarnya. Bagi Clelia, realitas mimpi itu tetap membekas dan memengaruhi kondisi perasaannya hingga kini.

Kasus ini menunjukkan bahwa pengalaman psikologis saat koma dapat berdampak kuat setelah pasien sadar. Selain membutuhkan pemulihan fisik, pasien juga dapat memerlukan dukungan mental untuk menghadapi ingatan yang rumit dan membingungkan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!