Kienka Ungkap Strategi UMKM Fashion Bertahan di Pasar Kompetitif

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 14:47 WIB 5
Kienka Ungkap Strategi UMKM Fashion Bertahan di Pasar Kompetitif

Di tengah persaingan bisnis yang kian ketat, UMKM dituntut untuk lebih dari sekadar aktif promosi. Pemilik brand modest fesyen Kienka, Helda Amalia, menilai kunci bertahan ada pada ciri khas produk yang kuat dan konsisten. Ia menyampaikan pandangan itu dalam acara Borderless Commerce in Action di sela pameran BNI di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (16/8/2025). Menurutnya, identitas produk yang jelas membuat merek lebih mudah diingat konsumen.

Helda mencontohkan Kienka yang sejak awal mempertahankan motif bunga dengan warna pastel sebagai DNA utama brand. Strategi itu membuat produknya memiliki pembeda yang tegas di tengah pasar fesyen yang penuh pilihan. Selain itu, Kienka juga menyasar konsumen berusia 30 hingga 50 tahun yang ingin tetap tampil muda. Pemilihan warna dan desain dibuat agar sesuai dengan karakter pasar tersebut.

Strategi UMKM Fashion

Helda menegaskan bahwa brand yang ingin bertahan harus memiliki identitas visual yang tidak mudah berubah. Dalam kasus Kienka, motif bunga dan palet pastel menjadi elemen yang selalu dipertahankan. Konsistensi itu membantu membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan karakter produk. Dengan cara ini, brand memiliki posisi yang lebih jelas di benak pasar.

Ia menjelaskan bahwa UMKM tidak cukup hanya mengandalkan produk yang bagus tanpa arah yang kuat. Pasar saat ini menuntut merek untuk tampil berbeda dan memiliki alasan yang kuat agar dipilih pembeli. Karena itu, ciri khas menjadi fondasi penting dalam membangun keberlanjutan usaha. Tanpa identitas yang jelas, produk akan mudah tenggelam di tengah persaingan.

Menurut Helda, kekuatan merek juga harus dibangun dari pemahaman terhadap kebutuhan konsumen. Kienka memilih segmen usia 30 hingga 50 tahun karena kelompok ini masih ingin tampil modern. Pemilihan desain, warna, dan nuansa produk disesuaikan agar tetap relevan dengan gaya hidup mereka. Pendekatan ini membuat brand lebih fokus dalam mengeksekusi strategi penjualan.

Pasar UMKM Fashion

Selain menjaga identitas, Kienka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan fesyen week, baik tingkat nasional maupun yang digelar sendiri. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga eksposur brand di hadapan konsumen baru. Kehadiran di berbagai agenda mode juga memperluas kesempatan bisnis dan memperkuat kredibilitas merek. Bagi Helda, kehadiran fisik tetap penting dalam membangun kepercayaan pasar.

Di sisi lain, Kienka juga menjalin kolaborasi dengan influencer dan berbagai produk beauty. Kolaborasi ini membantu memperluas jangkauan audiens sekaligus membuka peluang promosi lintas segmen. Menurut Helda, strategi tersebut membuat brand tetap relevan di tengah perubahan tren. Sinergi semacam ini menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi usaha.

Helda menilai promosi yang tepat sasaran akan lebih efektif dibandingkan sekadar hadir di banyak kanal. Karena itu, setiap aktivitas pemasaran diarahkan agar selaras dengan karakter brand. Dengan langkah yang konsisten, produk lebih mudah dikenali dan diingat konsumen. Hal ini menjadi salah satu alasan Kienka tetap bertahan di pasar modest fesyen.

Live Shopping UMKM Fashion

Helda juga membagikan tips agar live shopping tetap ramai dan mampu mendorong penjualan. Menurut dia, host harus menarik agar suasana siaran terasa hidup dan meyakinkan penonton. Penyampaian yang tepat dapat menciptakan rasa mendesak sehingga konsumen terdorong untuk membeli. Dalam praktiknya, daya tarik host menjadi bagian penting dari strategi penjualan langsung.

Ia menambahkan bahwa live shopping perlu dirancang dengan alur yang memancing interaksi penonton. Produk yang ditampilkan sebaiknya disampaikan secara jelas, singkat, dan membuat audiens paham manfaatnya. Dengan begitu, proses belanja terasa lebih mudah dan meyakinkan. Pendekatan ini juga membantu menjaga ritme siaran agar tidak membosankan.

Selain host, timing penawaran juga menjadi faktor penentu keberhasilan live shopping. Kienka, kata Helda, menggunakan sistem open pre-order agar konsumen memiliki alasan untuk kembali membeli pada waktu yang ditentukan. Sebelum produk dijual, brand terlebih dahulu menyiapkan contoh barang selama tiga hingga lima hari dan membuat konten agar berpotensi viral. Strategi ini memberi ruang bagi calon pembeli untuk mengenal produk sebelum transaksi dilakukan.

Konsistensi UMKM Fashion

Menurut Helda, eksistensi brand tidak dibangun dalam waktu singkat, melainkan lewat konsistensi yang terus dijaga. Setiap elemen, mulai dari desain, pasar sasaran, hingga promosi, harus saling mendukung. Jika semua bergerak searah, brand akan lebih mudah bertahan di tengah persaingan. Kekuatan utama ada pada kemampuan menjaga jati diri produk.

Ia juga menilai bahwa UMKM perlu berani beradaptasi tanpa kehilangan karakter utama. Perubahan tren boleh diikuti, tetapi identitas brand harus tetap terlihat di setiap produk. Langkah ini penting agar konsumen tidak kehilangan asosiasi terhadap merek yang mereka kenal. Dalam industri fesyen, keseimbangan antara adaptasi dan konsistensi menjadi kunci.

Helda menegaskan bahwa keberhasilan produk bukan hanya soal laku di pasaran, tetapi juga soal kemampuan membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Karena itu, setiap strategi pemasaran harus diarahkan untuk memperkuat kepercayaan dan loyalitas. Dengan pendekatan tersebut, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk tetap eksis. Bagi Kienka, ciri khas produk menjadi modal utama untuk terus tumbuh di pasar yang kompetitif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!