Kienka Ungkap Strategi Bertahan di Bisnis Fesyen

Lifestyle Nadia Safira Putri 27 Mei 2026 06:32 WIB 2
Kienka Ungkap Strategi Bertahan di Bisnis Fesyen

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku UMKM dituntut lebih dari sekadar gencar promosi. Pemilik brand modest fesyen Kienka, Helda Amalia, menilai kekuatan utama untuk bertahan justru terletak pada identitas produk yang konsisten.

Helda menyampaikan hal itu dalam acara Borderless Commerce in Action di sela pameran BNI di ICE BSD, Tangerang, Sabtu, 16 Agustus 2025. Menurut dia, brand yang ingin tetap eksis harus memiliki DNA produk yang kuat, segmen pasar yang jelas, serta strategi penjualan yang adaptif.

Fesyen Butuh Ciri Khas

Helda menegaskan bahwa brand fesyen tidak cukup hanya mengikuti tren yang sedang ramai. Produk harus punya pembeda yang mudah dikenali konsumen. Kienka, kata dia, konsisten dengan motif bunga dan warna pastel sebagai ciri utama.

Menurut Helda, konsistensi visual membuat merek lebih mudah menempel di ingatan konsumen. Ia menyebut DNA produk sebagai fondasi yang tidak boleh berubah terlalu sering. Dengan begitu, brand tetap memiliki identitas yang kuat di pasar.

Ia menjelaskan, keputusan mempertahankan motif dan warna bukan semata pilihan estetika. Langkah itu juga menjadi bagian dari strategi membangun kepercayaan pelanggan. Konsumen, lanjut dia, cenderung kembali membeli produk yang memiliki karakter jelas.

Di tengah banyaknya pilihan di pasar, ciri khas menjadi nilai tambah yang penting. Hal itu membantu produk lebih mudah dibedakan dari pesaing. Karena itu, inovasi tetap perlu, tetapi tidak boleh menghilangkan karakter utama brand.

Pasar Sasaran Harus Jelas

Kienka menyasar konsumen berusia sekitar 30 hingga 50 tahun yang ingin tetap tampil muda. Segmen ini dinilai memiliki kebutuhan yang spesifik terhadap model, warna, dan kenyamanan busana. Pemilihan desain pun disesuaikan dengan karakter tersebut.

Helda mengatakan warna menjadi salah satu unsur penting dalam menentukan daya tarik produk. Setiap koleksi dibuat dengan pertimbangan agar tetap relevan bagi target pasar. Dengan cara itu, produk dapat menjawab selera konsumen yang diincar.

Menurut dia, pemahaman terhadap segmentasi pelanggan sangat menentukan arah pengembangan brand. Tanpa target yang jelas, produk berisiko kehilangan fokus. Akibatnya, daya saing di pasar menjadi lebih lemah.

Ia menambahkan, pendekatan pada pasar yang tepat juga memudahkan komunikasi pemasaran. Pesan promosi dapat dibuat lebih spesifik dan efektif. Strategi ini dinilai membantu brand bertumbuh secara lebih terukur.

Aktif Di Panggung Fesyen

Selain menjaga ciri khas, Kienka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan fashion week. Ajang tersebut dimanfaatkan untuk memperluas eksposur merek dan memperkuat jejaring industri. Helda menilai kehadiran di panggung fesyen penting untuk menjaga relevansi produk.

Tidak hanya tampil di acara nasional, Kienka juga menggelar kegiatan fesyen secara mandiri. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat interaksi dengan pasar. Strategi tersebut dinilai efektif dalam membangun kedekatan dengan konsumen.

Helda mengatakan keterlibatan di berbagai event membantu brand tetap dikenal. Publikasi dari kegiatan tersebut ikut mendorong kepercayaan terhadap produk. Di saat yang sama, brand juga memperoleh masukan langsung dari pasar.

Ia menilai eksistensi brand tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kehadiran yang konsisten. Karena itu, partisipasi di berbagai forum fesyen menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Tujuannya adalah menjaga posisi brand di tengah persaingan.

Live Shopping Harus Menarik

Helda juga berbagi tips agar penjualan melalui live shopping tetap ramai. Menurut dia, host memiliki peran besar dalam menciptakan suasana siaran yang menarik. Kehadiran pembawa acara yang atraktif dapat mendorong minat beli penonton.

Selain host yang menarik, ia menilai penting untuk menghadirkan suasana mendesak bagi konsumen. Dorongan psikologis semacam ini bisa mempercepat keputusan pembelian. Dengan begitu, penonton lebih terdorong untuk segera melakukan transaksi.

Kienka juga menerapkan sistem open pre-order dalam penjualan daring. Produk contoh ditampilkan lebih dulu selama tiga hingga lima hari untuk membangun atensi. Setelah itu, pembeli dapat memesan pada waktu yang sudah ditentukan.

Menurut Helda, pola tersebut memberi ruang bagi konten untuk viral lebih dulu sebelum produk dijual. Strategi ini dinilai efektif menjaga antusiasme calon pembeli. Ia meyakini pendekatan yang tepat dapat membuat produk tetap laku di pasar digital.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!