Kesenjangan Kecepatan Internet di Hotel Makkah-Madinah Terungkap

Teknologi BRH 13 Mei 2026 00:13 WIB 9
Kesenjangan Kecepatan Internet di Hotel Makkah-Madinah Terungkap

Ookla merilis analisis performa internet di hotel-hotel mewah di Makkah dan Madinah menjelang musim Haji 2025.

Analisis ini menilai kecepatan unduh median serta konsistensi layanan di 16 hotel mewah yang menjadi tempat menginap jemaah dari berbagai negara.

Hasil menunjukkan bahwa hanya tiga hotel yang mencatat kecepatan di atas 100 Mbps: Swissôtel Makkah 152,17 Mbps, Fairmont Hotel 148,87 Mbps, dan Swissôtel Al Maqam 124 Mbps. Beberapa properti premium lainnya berada di kisaran 18–38 Mbps, termasuk Al Ghufran Safwah Hotel Makkah, Pullman Zamzam Madina, Hyatt Regency Makkah, dan Millennium Al Aqeeq. Kesenjangan juga terlihat saat jam sibuk, karena 10% pengguna terbawah bisa turun ke bawah 15 Mbps, sehingga pengalaman tamu bisa terganggu.

Kinerja Internet Hotel

Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya tiga dari 16 hotel mewah yang mampu mencatat median kecepatan unduh di atas 100 Mbps. Swissôtel Makkah memimpin dengan 152,17 Mbps, diikuti Fairmont Hotel 148,87 Mbps, serta Swissôtel Al Maqam dengan 124 Mbps. Perbedaan ini mencerminkan jurang performa antara hotel teratas dan sisanya.

Sebagai contoh, Pullman Zamzam Makkah mencatat 96,80 Mbps, sedangkan Anwar Al Madinah Mövenpick berada di 78,42 Mbps. Beberapa properti seperti Al Ghufran Safwah Hotel Makkah, Pullman Zamzam Madina, Hyatt Regency Makkah - Jabal Omar, hingga Millennium Al Aqeeq berada di kisaran 18–38 Mbps. Kendati kisaran tersebut, variasi kecepatan menunjukkan masih ada celah signifikan antara hotel teratas dan sisanya.

Selain kecepatan puncak, konsistensi layanan saat jam sibuk menjadi masalah utama. Ookla mencatat 10% pengguna terbawah bisa turun hingga di bawah 15 Mbps, yang berpotensi menimbulkan frustrasi. Faktor ini menunjukkan bahwa kecepatan puncak saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tamu. Hal ini mendorong perlunya solusi jaringan yang lebih andal pada hotel-hotel utama.

Imbas bagi tamu

Teknologi jaringan yang digunakan hotel menjadi penentu utama perbedaan performa. Hotel dengan jaringan Wi-Fi 6, frekuensi 5 GHz, dan dukungan fiber optik cenderung lebih stabil dibanding jaringan Wi-Fi 4 atau pita 2,4 GHz. Ketersediaan infrastruktur modern menjadi kunci menjaga kualitas layanan meski tamu membludak.

Data musim Haji 2025 menunjukkan konsumsi data per jemaah mencapai 1,26 GB per hari, tiga kali lipat rata-rata global. Kenaikan ini menambah tekanan pada kapasitas ISP serta infrastruktur hotel. Angka tersebut juga melonjak dibanding Haji 2024 yang sebesar 876 MB per pengguna per hari.

Ookla menekankan perlunya peningkatan kapasitas ISP dan perluasan koneksi fiber bagi penyedia hotel. Penerapan jaringan 5 GHz secara luas dan penambahan titik akses menjadi langkah konkret yang direkomendasikan. Manajemen hotel juga didorong untuk mengevaluasi rute jaringan dan mengurangi area tanpa sinyal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!