Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 31 Mei 2026 22:19 WIB 2
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Produk camilan singkong buatan tangan dari Sukabumi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi dikirim senilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta untuk satu kontainer 20 feet.

Ekspor itu dilepas secara simbolis di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, dan dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri PPPA Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki. Usaha ini didirikan oleh Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, yang kini menjalin kerja sama dengan perusahaan Brunei, SP Setia SDN BHD, untuk pengiriman berkelanjutan.

Ekspor singkong dari Sukabumi

PT Gemilang Agro Inovasi membawa produk Cassava Crackers Yammy Babeh ke pasar Brunei Darussalam melalui ekspor perdana. Produk tersebut dikirim dalam satu kontainer 20 feet dengan nilai transaksi USD 18.000.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi UMKM asal Sukabumi yang selama ini mengandalkan bahan baku singkong lokal. Pengolahan dilakukan secara higienis dan dikemas modern agar memenuhi standar pasar global.

Selain memperkuat posisi merek, ekspor ini juga membuka peluang penjualan berkelanjutan ke luar negeri. Perusahaan asal Brunei, SP Setia SDN BHD, disebut menjadi mitra dalam distribusi berikutnya.

Dibangun dari keterbatasan

Usaha ini dijalankan Ade bersama sang suami yang tengah berjuang melawan stroke. Di tengah kondisi tersebut, keduanya tetap mempertahankan kegiatan produksi dan pemasaran.

Ade menyampaikan bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk berprestasi. Ia menilai dukungan berbagai pihak sangat penting agar produk lokal bisa naik kelas.

PT Gemilang Agro Inovasi saat ini mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Kehadiran tenaga kerja itu membuat usaha ini turut memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dukungan pemerintah dan Pertamina

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi keberhasilan ekspor tersebut. Menurut dia, capaian Ade menunjukkan pentingnya kolaborasi pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam memperkuat daya saing UMKM.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah, atas arahan Presiden Prabowo, akan memprioritaskan pelaku usaha disabilitas untuk mendapatkan pembinaan, pelatihan, dan penguatan. Kebijakan itu diharapkan membuat mereka lebih berdaya saing di tingkat global.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Persero Fadjar Djoko Santoso menilai ekspor Yammy Babeh sejalan dengan upaya mendorong wirausaha lokal menembus pasar dunia. Ia menambahkan, UMKM binaan yang kuat akan membawa dampak ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.

Peluang ekspor berkelanjutan

Pertamina menyebut hingga Oktober 2025 sudah ada delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Jumlah itu menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi produk lokal untuk bersaing di luar negeri.

Menurut Fadjar, perusahaan akan terus memperluas dukungan kepada UMKM di seluruh Indonesia. Dukungan tersebut diarahkan agar pelaku usaha dapat meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas pasar.

Selain keripik singkong, Ade juga mengembangkan produk turunan mangrove berupa kapsul, teh, dan bubuk. Produk tersebut mulai dipasarkan ke Korea Selatan, sehingga portofolio usahanya semakin beragam.

Tag Terkait
#UMKM#ekspor#Sukabumi

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!