Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 04:42 WIB 7
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Camilan singkong buatan tangan dari Sukabumi resmi menembus pasar luar negeri setelah PT Gemilang Agro Inovasi melepas ekspor perdana produk Yammy Babeh ke Brunei Darussalam. Pengiriman senilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta itu menjadi tonggak penting bagi UMKM yang dipimpin penyandang disabilitas tuna rungu, Ade Soelistyowati.

Ekspor satu kontainer 20 kaki tersebut dilepas secara simbolis di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, pada hari ini. Acara itu dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki.

Ekspor Keripik Singkong

Produk utama PT Gemilang Agro Inovasi adalah Cassava Crackers Yammy Babeh, camilan berbahan dasar singkong lokal. Produk ini diolah secara higienis dan dikemas modern agar memenuhi standar pasar global.

Ekspor perdana ke Brunei Darussalam dilakukan melalui kerja sama dengan SP Setia SDN BHD. Kemitraan tersebut disiapkan untuk menjaga keberlanjutan pengiriman ke pasar negara itu.

Nilai ekspor perdana mencapai USD 18.000 untuk satu kontainer 20 ft. Capaian ini menunjukkan bahwa produk olahan singkong asal daerah mampu bersaing di pasar internasional.

Selain Brunei, PT Gemilang Agro Inovasi juga mulai memasarkan produk turunan mangrove ke Korea Selatan. Langkah ini memperluas portofolio usaha sekaligus membuka peluang pasar yang lebih beragam.

Dukungan untuk UMKM Disabilitas

Ade Soelistyowati membangun usaha ini sebagai bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Ia menjalankan bisnis tersebut bersama sang suami yang tengah berjuang melawan stroke.

Di tengah kondisi keluarga yang menantang, usaha tetap berjalan dan terus berkembang. Perusahaan itu juga memberi ruang kerja bagi masyarakat sekitar.

Saat ini, PT Gemilang Agro Inovasi mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Kehadiran tenaga kerja tersebut memperlihatkan dampak ekonomi yang langsung dirasakan lingkungan sekitar.

Ade menyebut dukungan berbagai pihak menjadi dorongan penting untuk membawa produk lokal naik kelas. Menurutnya, kolaborasi membuka jalan bagi UMKM disabilitas agar lebih percaya diri bersaing.

Apresiasi Pemerintah dan BUMN

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi keberhasilan ekspor perdana ini. Ia menilai capaian tersebut membuktikan pentingnya kolaborasi pemerintah, BUMN, dan swasta dalam memperkuat daya saing pelaku usaha mikro.

Menurut Maman, keberhasilan Ade menjadi contoh bahwa dukungan yang tepat dapat mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Ia juga menegaskan pemerintah akan memprioritaskan pembinaan bagi pelaku usaha disabilitas.

Atas arahan Presiden Prabowo, pemerintah akan memperkuat pelatihan dan pengembangan agar pelaku usaha disabilitas lebih berdaya saing. Kebijakan itu diharapkan mendorong lebih banyak UMKM masuk ke rantai perdagangan global.

Dukungan serupa datang dari PT Pertamina (Persero) yang menilai ekspor Yammy Babeh sejalan dengan semangat mendorong wirausaha lokal. Perusahaan pelat merah itu menyebut UMKM binaan memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ekonomi bangsa.

Langkah Menuju Pasar Global

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa inklusivitas dan inovasi dapat berjalan beriringan. Ia menyebut keberhasilan UMKM binaan menunjukkan kualitas produk lokal yang semakin kompetitif.

Fadjar menambahkan, hingga Oktober 2025 sudah ada delapan UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Pencapaian itu menjadi indikator bahwa pembinaan yang konsisten dapat menghasilkan dampak nyata.

Sejak awal 2025, Pertamina telah mengantarkan delapan UMKM binaan melakukan ekspor berkelanjutan ke berbagai negara. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus menciptakan manfaat sosial dan ekonomi.

Keberhasilan PT Gemilang Agro Inovasi menambah daftar pelaku usaha daerah yang mampu naik kelas di pasar internasional. Dari Sukabumi, keripik singkong buatan tangan kini menjadi simbol bahwa produk lokal dapat menembus batas negara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!