Kembung Akibat Stres: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 01:01 WIB 2
Kembung Akibat Stres: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Stres dan emosi yang memuncak tidak hanya berdampak pada pikiran, tetapi juga dapat memengaruhi tubuh, terutama sistem pencernaan. Dalam banyak kasus, kondisi ini membuat seseorang merasa kembung, begah, hingga tidak nyaman meski pola makan tidak berubah.

Para ahli menjelaskan bahwa usus sangat dipengaruhi oleh sistem saraf, sehingga reaksi emosional bisa tercermin langsung pada kerja pencernaan. Saat tubuh berada dalam tekanan, respons biologis tertentu dapat memperlambat proses cerna dan memicu penumpukan gas di perut.

Kembung Akibat Stres

Usus kerap disebut sebagai otak kedua manusia karena memiliki hubungan erat dengan sistem saraf. Hubungan ini membuat kondisi emosional dapat memengaruhi gerak dan fungsi pencernaan secara langsung.

Rebecca Ditkoff, konselor makan dan pemilik praktik Nutrition by RD di New York City, menyebut sistem pencernaan dapat mencerminkan kondisi emosional seseorang. Menurut dia, saat stres meningkat, tubuh bisa bereaksi dengan gangguan pada perut meski asupan makanan tetap sama.

Kondisi yang paling sering muncul adalah perut terasa penuh, kembung, dan begah. Sebagian orang juga merasakan mual atau tidak nyaman setelah makan.

Respons tubuh terhadap stres tidak selalu sama pada setiap individu. Ada yang mengalami diare, ada pula yang justru merasakan perut mengeras dan gas lebih mudah terperangkap.

Penyebab Kembung Saat Stres

Sistem saraf enterik berperan penting dalam saluran pencernaan dan menjadi penghubung antara saraf serta fungsi cerna. Saat stres, sistem ini dapat terganggu sehingga koordinasi pencernaan tidak berjalan optimal.

Melissa Groves Azzaro, RDN, menjelaskan bahwa tubuh pada dasarnya berada dalam dua kondisi, yaitu fight-or-flight dan rest-and-digest. Ketika stres terjadi, tubuh lebih banyak masuk ke mode siaga untuk menghadapi ancaman.

Dalam kondisi tersebut, hormon stres seperti kortisol, adrenalin, dan noradrenalin dilepaskan lebih banyak. Hormon ini membantu tubuh bersiap menghadapi tekanan, tetapi sekaligus menekan kerja pencernaan.

Aliran darah kemudian lebih banyak dialihkan ke otot agar tubuh siap bergerak. Akibatnya, kontraksi otot pencernaan menurun, sekresi pencernaan berkurang, dan makanan lebih lama berada di lambung maupun usus.

Cara Redakan Kembung

Salah satu cara utama untuk meredakan kembung adalah mengembalikan tubuh ke fase rest-and-digest. Saat tubuh lebih tenang, hormon stres menurun dan sistem pencernaan dapat bekerja lebih seimbang.

Ditkoff menyarankan agar seseorang makan dalam kondisi yang tenang dan tidak terburu-buru. Kebiasaan ini membantu tubuh memecah makanan dengan lebih baik dan mengurangi risiko penumpukan gas.

Meski begitu, menunda makan saat sedang stres juga bukan pilihan yang ideal. Tubuh tetap membutuhkan asupan agar energi terjaga dan kadar gula darah tidak turun terlalu jauh.

Langkah lain yang dapat membantu adalah menarik napas dalam, berjalan santai, atau beristirahat sejenak sebelum makan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mendukung kerja usus.

Kapan Harus Waspada

Kembung akibat stres umumnya bersifat sementara dan akan membaik ketika tekanan emosional menurun. Namun, gejala yang terus berulang perlu diperhatikan karena bisa menandakan gangguan pencernaan lain.

Jika kembung disertai nyeri hebat, muntah, diare berkepanjangan, atau perubahan pola buang air besar yang menetap, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan. Kondisi tersebut dapat mengarah pada masalah pencernaan yang lebih serius.

Orang dengan riwayat gangguan pencernaan kronis juga perlu lebih waspada karena gejalanya bisa kambuh saat stres meningkat. Dalam situasi tertentu, tubuh dapat menunjukkan reaksi yang lebih kuat dibandingkan orang lain.

Memahami hubungan antara stres dan pencernaan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Dengan pengelolaan stres yang baik, risiko kembung dan begah dapat ditekan secara lebih efektif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!