Kecanduan Smartphone pada Generasi Muda dan Cara Mengatasinya

Teknologi BRH 13 Mei 2026 04:48 WIB 8
Kecanduan Smartphone pada Generasi Muda dan Cara Mengatasinya

Perangkat pintar menawarkan kemudahan, tetapi penggunaan berlebih berisiko memicu kecanduan. Generasi muda menjadi kelompok paling rentan terhadap dampak negatifnya, terutama karena paparan media sosial. Survei yang dirilis Agustus 2024 oleh Pusat Terpadu Pencegahan dan Perawatan Kecanduan, bagian dari Tung Wah Group of Hospitals, di Hong Kong menyoroti pola penggunaan gadget yang perlu diwaspadai.

Survei terhadap 1.000 responden menunjukkan 63,4 persen mengaku kecanduan gadget. Sekitar 36,5 persen responden melaporkan menggunakan smartphone ketika berada di toilet. Penelitian juga mencatat generasi muda cenderung memegang ponsel saat berada di tempat tidur.

Dampak Kesehatan

Tanda-tanda kecanduan smartphone sangat beragam. Gejala umum meliputi dorongan tak tertahankan untuk membuka ponsel, mudah cemas jika tidak memilikinya, serta penggunaan berlebihan meski sudah lelah. Beberapa individu bahkan menghabiskan waktu lama di ponsel meskipun merasa terganggu aktivitas lain.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan dikaitkan dengan depresi, kecemasan, dan gangguan pemusatan perhatian serta hiperaktivitas. "Penggunaan smartphone yang berlebihan dikaitkan dengan depresi, kecemasan, dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas," ujar Psikolog Quratulain Zaidi, seperti dikutip dari South China Morning Post. Hal ini menambah kekhawatiran atas dampak jangka panjang bagi kesehatan mental generasi muda.

Ahli menyebut ada lima cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecanduan ini. Langkah-langkah itu meliputi pengaturan batas waktu, pengelolaan notifikasi, perubahan kebiasaan tidur, peningkatan aktivitas fisik, dan dukungan sosial. Penerapan secara konsisten di lingkungan keluarga serta sekolah dapat memperkuat kebiasaan sehat.

Cara Mengatasi

Langkah pertama adalah menetapkan batasan penggunaan gadget setiap hari. Fitur kontrol waktu pada perangkat dapat membantu membatasi waktu layar secara efektif. Konsistensi dalam menerapkan batasan adalah kunci agar kebiasaan baru terbentuk.

Langkah kedua adalah mengaktifkan mode fokus dan mematikan notifikasi yang tidak esensial. Langkah ketiga adalah menjadwalkan waktu tanpa gadget, terutama menjelang tidur. Langkah keempat melibatkan peningkatan aktivitas fisik dan hobi untuk mengganti waktu layar.

Langkah kelima adalah mencari dukungan sosial dan, jika diperlukan, bantuan profesional. Konsultasi dengan psikolog atau program terapi digital dapat membantu mengelola gejala. Pendidikan publik mengenai penggunaan gadget yang sehat juga penting untuk pencegahan jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!